Tanjung Priok Port Experiences Chaotic Goods Flow Due to New Regulations
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Entrepreneurs in the food supply chain are facing challenges at the Port of Tanjung Priok due to the chaotic flow of goods. The demand for goods has increased due to Ramadan and Idul Fitri, but several regulations at the port are hindering their operations.
Two new Minister of Finance Regulations (PMK) have been implemented since last year, which are causing additional problems for entrepreneurs. PMK No. 185/PMK.04/2022 concerns Customs Inspection in the Import Sector and PMK No. 190/PMK.04/2022 concerns Releasing Imported Goods for Use. The regulations require commodities in containers to undergo a scanning process called Hico Scan, which is only carried out at two places, the Jakarta International Container Terminal (JICT) and PT Graha Segara.
| Loaded Goods (tonnes) | |||
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita TerkaitBerita Terbaru
| Jumat, 22 Mei 2026 | 03:21 WIB
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Mengincar Pendapatan Rp 2 Triliun pada Tahun IniPT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menggenjot utilisasi rumah potong ayam dan menambah bobot badan harian rata-rata sapi.
| Kamis, 21 Mei 2026 | 14:58 WIB
Menanti Bukti Kebangkitan TLKMInvestor mulai melihat TLKM sebagai eksposur ke infrastruktur digital berkualitas tinggi, namun pasar menunggu realisasi kontribusi bisnis digital
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:38 WIB
Rupiah Masih Muram, Laba Duo Emiten Indofood Bisa TenggelamTekanan depresiasi rupiah terhadap kinerja INDF dan ICBP berpotensi muncul lantaran ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku impor.
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB
Siapkan Dana Rp 250 Miliar, Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Mulai Buyback SahamPT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mulai melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham maksimal Rp 250 miliar sejak Rabu (20/5).
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:21 WIB
RMK Energy (RMKE) Segera Menggelar Stock Split SahamPT RMK Energy Tbk (RMKE) berencana menggelar aksi pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5.
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:12 WIB
Masih Menelan Kerugian, XLSmart Telecom (EXCL) Putuskan Tak Menebar DividenPada 2025, EXCL membukukan rugi Rp 4,42 triliun, berbalik dari laba bersih Rp 1,81 triliun pada 2024.
| Kamis, 21 Mei 2026 | 08:54 WIB
Dapat Restu RUPS, SUPR Siap Melakukan Go PrivateKini, emiten infrastruktur menara telekomunikasi milik Grup Djarum itu tinggal menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
| Kamis, 21 Mei 2026 | 08:50 WIB
Suku Bunga BI Mendaki, Prospek Emiten Properti Sulit BertajiKenaikan BI rate dan pelemahan rupiah bisa jadi bandul pemberat kinerja emiten properti. Terutama, emiten yang memiliki utang dalam dolar AS.
| Kamis, 21 Mei 2026 | 08:43 WIB
Danantara Picu Kepanikan, Ketidakpastian Melanda Sektor MinerbaBUMN Danantara Sumberdaya Indonesia berpotensi menekan margin emiten tambang. Pahami risiko kerugian selisih kurs dan biaya tambahan.
| Kamis, 21 Mei 2026 | 08:24 WIB
BI Agresif Kerek Suku Bunga 50 Bps, Akankah Sejarah Berulang & Bikin Rupiah Rebound?Kekuatan dolar AS, imbal hasil obligasi AS, arus keluar dana asing, dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik masih menjadi tekanan utama. |
