Tarif Listrik Flat, PLN Terbebani Naiknya Kebutuhan Batubara

Kamis, 17 Januari 2019 | 05:40 WIB
Tarif Listrik Flat, PLN Terbebani Naiknya Kebutuhan Batubara
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Dian Pertiwi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tahun ini, beban yang dipikul PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal semakin berat. Selain tarif listrik yang tidak naik hingga tiga bulan ke depan, kebutuhan bahan batubara batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN diproyeksikan naik 5% menjadi 96 juta ton.

Dengan demikian, manajemen PLN akan mengeluarkan tambahan biaya untuk pembelian batubara.

Kepala Divisi Batubara PT PLN, Harlen, mengemukakan penyerapan batubara PLN pada tahun lalu sebesar 91,1 juta ton. Jumlah tersebut lebih rendah dari target yang dipatok sebesar 92 juta ton. Penyerapan batubara ini disesuaikan dengan konsumsi PLTU, sehingga dengan adanya proyeksi penambahan PLTU baru dari proyek 35.000 megawatt (MW) pada tahun ini, maka kebutuhan batubara PLN akan meningkat.

Harlen tidak menerangkan secara mendetail porsi penambahan batubara dari PLTU tersebut. Hanya saja, ia memberikan gambaran, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, rencana pasokan batubara akan ada di angka 23,6 juta ton. "Jadi kebutuhannya sekitar 7,5 juta sampai 8 juta ton per bulan," ungkap Harlen kepada KONTAN, Rabu (16/1).

Pada kuartal ketiga tahun lalu, beban usaha PLN terkait pembelian bahan bakar untuk kebutuhan pembangkit listrik mencapai Rp 101,87 triliun. Jumlah itu menanjak 19,45% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 85,28 triliun. Begitu pula beban pembelian tenaga listrik yang meningkat 13,50% year-on-year (yoy) menjadi Rp 60,61 triliun.

Bertambahnya kebutuhan batubara untuk kelistrikan PLN memang sudah diantisipasi oleh pemerintah. Meski belum menetapkan secara final, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memproyeksikan adanya penambahan pasokan batubara dalam negeri alias domestic market obligation (DMO).

Berdasarkan perhitungan sementara, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, target produksi batubara nasional sepanjang tahun 2019 mencapai 479,83 juta ton.

Patokan DMO

Dari total produksi tersebut, pasokan batubara DMO pada tahun ini berpotensi menyentuh angka 128,08 juta ton. Jumlah itu setara 26,68% dari target produksi nasional. Adapun rencana DMO itu memperhitungkan peningkatan PLTU baru dari proyek listrik 35.000 MW dan peningkatan konsumsi listrik industri.

Menurut catatan KONTAN, di kuartal III 2018, PLN mencatatkan kerugian bersih senilai Rp 18,5 triliun.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto bilang, meski rugi, pada kuartal ketiga tahun lalu PLN mampu membukukan laba sebelum selisih kurs senilai Rp 9,6 triliun atau meningkat dibandingkan kuartal III 2017 yang mencapai Rp 8,5 triliun.

Dia bilang, kenaikan laba itu diperoleh atas meningkatnya penjualan. Di mana nilai penjualan tenaga listrik meningkat dari sebelumnya pada kuartal III 2017 mencapai Rp 181 triliun menjadi Rp 194,4 triliun di kuartal III 2018. "Kebijakan patokan DMO batubara cukup membantu peningkatan laba. PLN juga terus melakukan efisiensi," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Namun Sarwono enggan menjelaskan terkait efisiensi yang dilakukan PLN. Satu hal yang pasti, saat ini volume penjualan listrik PLN tumbuh year on year (yoy) dari sebelumnya mencapai 165,1 terra watt hour (TWh) menjadi 173 TWh.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:24 WIB

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai

 Pemerintah berencana menerapkan pungutan cukai untuk produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tahun ini.

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:19 WIB

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,08% ke 7.935,26 pada Jumat (6/2). Koreksi ini menambah pelemahan IHSG 4,73% dalam sepekan. ​

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:13 WIB

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di tahun 2026 bisa tembus Rp 250 triliun.

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

INDEKS BERITA

Terpopuler