Tekanan Ganda Anggaran Negara Akibat Subsidi Energi

Selasa, 15 September 2026 | 06:28 WIB
Tekanan Ganda Anggaran Negara Akibat Subsidi Energi
[ILUSTRASI. PT Pertamina Patra Niaga - SPBU BBM (Dok/PT Pertamina Patra Niaga)]
Reporter: Siti Masitoh | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Risiko tekanan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tak terbendung. Lonjakan harga minyak dunia sekaligus risiko pembengkakan kuota konsumsi bahan bakar dan elpiji tabung 3 kilogram (kg) menjadi penyebabnya. 

Senin (14/9), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 sempat melampaui level US$ 109 per barel. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 juga sempat melampaui level US$ 104 per barel.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Tinjau Kembali Belanja Modal 2026, Simak Rekomendasi Saham KLBF
| Selasa, 15 September 2026 | 07:59 WIB

Tinjau Kembali Belanja Modal 2026, Simak Rekomendasi Saham KLBF

Tekanan terhadap GPM efek depresiasi rupiah dan kenaikan harga bahan baku berpotensi sepenuhnya terasa pada semester kedua 2026.

Ruang Penguatan Terbatas
| Selasa, 15 September 2026 | 07:47 WIB

Ruang Penguatan Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan secara terbatas pada perdagangan Selasa (15/9)

Investor Asing Belum Bosan Jual Saham BBCA, Ini Kemungkinan Alasan dan Prospeknya
| Selasa, 15 September 2026 | 07:40 WIB

Investor Asing Belum Bosan Jual Saham BBCA, Ini Kemungkinan Alasan dan Prospeknya

Dalam sepekan, akumulasi jual bersih asing di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 1,59 triliun.

Direksi Emiten Ramai Jual-Beli Saham, Seberapa Akurat Dijadikan Acuan Investor Ritel?
| Selasa, 15 September 2026 | 07:26 WIB

Direksi Emiten Ramai Jual-Beli Saham, Seberapa Akurat Dijadikan Acuan Investor Ritel?

Aksi jual paling masif dilakoni empat direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada awal September 2026.

Panca Budi (PBID) Mengamankan Suplai Bahan Baku
| Selasa, 15 September 2026 | 07:21 WIB

Panca Budi (PBID) Mengamankan Suplai Bahan Baku

Lonjakan harga minyak mentah hingga di atas US$ 100 per barel berpotensi mengerek biaya bahan baku industri kemasan plastik.

Rokok Ilegal Gerus Penerimaan Negara
| Selasa, 15 September 2026 | 07:08 WIB

Rokok Ilegal Gerus Penerimaan Negara

Emerintah kehilangan dua fungsi cukai sekaligus, yakni mengendalikan konsumsi dan mengoptimalkan penerimaan negara.

Ekspansi Rumah Sakit Menahan Laba Primaya (PRAY)
| Selasa, 15 September 2026 | 07:04 WIB

Ekspansi Rumah Sakit Menahan Laba Primaya (PRAY)

PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) menargetkan mengoperasikan 21 rumah sakit jaringan Primaya Hospital hingga akhir 20

Bullion Banking Jadi Penyokong Kinerja Hartadinata Abadi (HRTA)
| Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Bullion Banking Jadi Penyokong Kinerja Hartadinata Abadi (HRTA)

Meski begitu PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menghadapi risiko penurunan penjualan dan harga emas global 

Refinancing Menopang Obligasi Korporasi Kuartal IV 2026
| Selasa, 15 September 2026 | 06:45 WIB

Refinancing Menopang Obligasi Korporasi Kuartal IV 2026

Pefindo mencatat, total penerbitan surat utang korporasi hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp 120,18 triliun.

Ini Dia Pekerjaan Rumah Bendahara Negara Baru
| Selasa, 15 September 2026 | 06:35 WIB

Ini Dia Pekerjaan Rumah Bendahara Negara Baru

Menteri Keuangan Suahasil Nazara hadapi ujian kredibilitas pengelolaan keuangan negara               

INDEKS BERITA

Terpopuler