Terus Menurun, Pendapatan Freeport Indonesia Terkoreksi 20% Selama Semester I

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 06:25 WIB
Terus Menurun, Pendapatan Freeport Indonesia Terkoreksi 20% Selama Semester I
[ILUSTRASI. Transisi tambang dan penurunan harga komoditas menggerus kinerja PT Freeport Indonesia.]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kinerja PT Freeport Indonesia (PTFI) terus melemah. Perusahaan yang kini berada di bawah Mining Industry Indonesia atau MIND ID itu mencatatakan penurunan pendapatan sebesar 20% year on year (yoy) menjadi US$ 1,16 miliar selama semester I 2020. 

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, mereka mencetak pendapatan US$ 1,45 miliar. Kinerja paruh pertama 2019 itu saja masih di bawah capaian semester I 2018 yang mencapai US$ 3,5 miliar. Pada dua tahun lalu, penjualan tembaga PTFI selama enam bulan mencapai 635 juta pon dan penjualan emas 1,33 juta ons.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Ekspansi FTTH, WIFI Pakai Dana Samurai Bond
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:29 WIB

Ekspansi FTTH, WIFI Pakai Dana Samurai Bond

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) akan mengalokasikan dana hasil penerbitan Samurai Bond senilai JPY 21,4 miliar untuk memperluas jaringan FTTH

Margin Laba Perbankan Tertekan Biaya Dana Tinggi
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:24 WIB

Margin Laba Perbankan Tertekan Biaya Dana Tinggi

​Biaya dana tinggi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan, memaksa sejumlah bank memangkas target NIM tahun ini.

GOTO Kembali Mencatat Laba Bersih pada Semester Pertama
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:19 WIB

GOTO Kembali Mencatat Laba Bersih pada Semester Pertama

GOTO mengantongi laba bersih Rp 607,49 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi bersih Rp 580,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pasar Masih Menanti Arah Kebijakan Moneter BI, Simak Rekomendasi Hari Ini
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:15 WIB

Pasar Masih Menanti Arah Kebijakan Moneter BI, Simak Rekomendasi Hari Ini

Ketidakpastian ini masih dapat membatasi penguatan IHSG hingga pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter.

Ramai Emiten Berfundamental Baik Keluar dari Indeks BEI, Saham Apa yang bisa Dilirik?
| Kamis, 30 Juli 2026 | 07:49 WIB

Ramai Emiten Berfundamental Baik Keluar dari Indeks BEI, Saham Apa yang bisa Dilirik?

Dana pasif yang menggunakan indeks sebagai tolak ukur wajib menjual saham-saham yang didepak dari indeks.

Volume Penjualan Menguat, Prospek UNVR Masih Cerah
| Kamis, 30 Juli 2026 | 07:42 WIB

Volume Penjualan Menguat, Prospek UNVR Masih Cerah

UNVR membukukan penjualan bersih Rp 16,89 triliun, naik 7,05% secara tahunan. Laba bersih UNVR melesat 37,7% menjadi Rp 2,97 triliun, 

Saham Emiten CPO Disetir Sentimen El Nino
| Kamis, 30 Juli 2026 | 07:40 WIB

Saham Emiten CPO Disetir Sentimen El Nino

Fenomena El Nino berpotensi menekan pasokan global dan kembali mendorong harga minyak sawit mentah atau CPO.

Badai yang Melanda Rupiah Belum Berlalu
| Kamis, 30 Juli 2026 | 06:45 WIB

Badai yang Melanda Rupiah Belum Berlalu

Transisi kepemimpinan di BI menambah tantangan bagi rupiah. Ini membuat rupiah menjadi mata uang berkinerja terburuk di Asia 

Rupiah pada Kamis (30/7) Menanti Arah Kebijakan The Fed
| Kamis, 30 Juli 2026 | 06:15 WIB

Rupiah pada Kamis (30/7) Menanti Arah Kebijakan The Fed

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat tipis 0,06% secara harian ke Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Investor Super
| Kamis, 30 Juli 2026 | 06:10 WIB

Investor Super

Ambisi mobilisasi kapital jangka pendek tidak boleh mengorbankan integritas tata kelola yang telah dibangun susah payah pasca-krisis 1998.

INDEKS BERITA

Terpopuler