Toshiba Menerima Penawaran Pembelian dari Sepuluh Calon Investor

Jumat, 13 Mei 2022 | 17:16 WIB
Toshiba Menerima Penawaran Pembelian dari Sepuluh Calon Investor
[ILUSTRASI. Logo Toshiba Corp. terlihat di gedung yang terletak di persimpangan jalan di Tokyo, Jepang, 9 November 2021. REUTERS/Issei Kato]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Toshiba Corp pada Jumat mengumumkan telah menerima pernyataan minat dari 10 calon investor. Salah satu konglomerasi Jepang itu sebelumnya menyatakan membuka pintu bagi peminat buyout.

Selama bertahun-tahun Toshiba terjebak dalam pertarungan dengan pemegang saham utamanya tentang arah perusahaan di masa depan. Toshiba bulan lalu membentuk komite khusus yang bertugas menjaring tawaran dari calon investor. Langkah itu diambil setelah pemegang saham utamanya menolak usulan restrukturisasi yang diajukan manajemen.

Konglomerat tersebut telah mempekerjakan Nomura Holdings, JPMorgan Chase & Co serta Mizuho Financial Group Inc sebagai penasihat keuangan.

Baca Juga: Dana Asing Keluar, Lira Turun dan CDS Turki Sempat Sentuh Level Tertinggi Sejak 2008

Secara terpisah, Toshiba mengatakan telah menunda nominasi dewan direksi menjelang rapat pemegang saham tahunan pada Juni. Perusahaan menyatakan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyusun nama-nama kandidat.

Toshiba sedang dalam proses memastikan apakah ada masalah konflik kepentingan untuk beberapa kandidat, kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Investor sedang menunggu perusahaan untuk mengungkapkan calon kursi baru dewan untuk menggantikan ketua sementara Satoshi Tsunakawa.

Tsunakawa berada di posisi sementara setelah pemegang saham tahun lalu menolak pemilihan kembali ketua saat itu, marah dengan temuan bahwa manajemen perusahaan berkolusi dengan pemerintah Jepang untuk menekan investor asing.

Bagikan

Berita Terbaru

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:46 WIB

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan terus dikejar untuk tahap selanjutnya

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi

Hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global.

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:00 WIB

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, berbagi strategi investasi jangka panjang yang fokus pada fundamental dan keberlanjutan kinerja.

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:44 WIB

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini

Tak hanya pergerakan harga minyak global, tetapi kombinasi geopolitikal dan rotasi sektor turut mendorong kinerja harga saham emiten perkapalan.

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:50 WIB

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah

Memasuki tahun 2026, bank syariah menilai harga emas bisa kembali berkilau setelah melesat di tahun lalu dan menjadi sentimen layanan emas. 

INDEKS BERITA

Terpopuler