Transaksi dengan Perusahaan Cangkang Makin Marak, Regulator di AS Mulai Penyelidikan

Kamis, 25 Maret 2021 | 18:20 WIB
Transaksi dengan Perusahaan Cangkang Makin Marak, Regulator di AS Mulai Penyelidikan
[ILUSTRASI. Logo di bagian depan New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, 1 Maret 2021. REUTERS/Brendan McDermid]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK / WASHINGTON. Maraknya akuisisi melalui perusahaan cangkang menjadi alasan  regulator pasar modal di Amerika Serikat untuk melakukan investigasi. Securities Exchange and Commission (SEC) kini mencari informasi tentang bagaimana penjamin emisi mengelola risiko di transaksi yang melibatkan perusahaan cangkang, kata empat orang yang memiliki pengetahuan langsung tentang masalah tersebut.

SEC dalam beberapa hari terakhir mengirim surat ke bank-bank di Wall Street untuk mencari informasi tentang special purpose acquisition company atau SPAC, dan kesepakatan yang melibatkan perusahaan itu, kata keempat orang itu.

SPAC adalah perusahaan cangkang terdaftar yang mengumpulkan dana untuk mengakuisisi perusahaan swasta dengan tujuan menjadikannya perusahaan publik. Melalui penggabungan dengan SPAC, sebuah perusahaan bisa menghindari dari proses penawaran umum perdana alias IPO konvensionall.

Baca Juga: SPAC, Alternatif Bagi Unicorn Gojek, Tokopedia atau Bukalapak Melantai di Bursa Saham

Dalam suratnya, SEC meminta bankir menyediakan informasi secara sukarela, agar menghindari permintaan investigasi formal, kata dua sumber.

Namun, salah satu dari dua orang tersebut mengatakan bahwa surat dikirim oleh divisi penegakan SEC, menunjukkan bahwa surat tersebut mungkin menjadi pendahulu untuk penyelidikan formal.

Orang ini mengatakan SEC menginginkan informasi tentang biaya kesepakatan SPAC, volume, dan kontrol apa yang dimiliki bank untuk mengawasi kesepakatan secara internal. Sumber kedua mengatakan SEC mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kepatuhan, pelaporan dan pengendalian internal.

Perwakilan SEC tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Komoditas Wall Street paling hot dalam beberapa tahun terakhir, transaksi akuisisi dan merger yang melibatkan SPAC telah melonjak secara global ke rekor tertinggi terbaru, yaitu US$ 170 miliar di tahun ini. Nilai itu melampaui rekornya di tahun lalu, yaitu US$ 157 miliar, data Refinitiv menunjukkan.

Ledakan tersebut sebagian dipicu oleh kebijakan moneter AS yang longgar. The Fed memompa ekstra likuiditas untuk mengurangi dampak buruk dari pandemi.

Sementara struktur SPAC memberi para pemula jalur yang lebih mudah untuk go public dengan pengawasan peraturan yang lebih sedikit daripada rute IPO tradisional. Tapi hiruk pikuk ini mulai menuai skeptisisme investor, dan juga perhatian regulator.

SEC, bulan ini, memperingatkan investor agar tidak membeli ke SPAC berdasarkan dukungan selebriti dan mengatakan pihaknya mengamati dengan cermat pengungkapan SPAC dan masalah struktural SPAC yang lain.

Baca Juga: Perusahaan e-commerce China, Dmall, akan IPO di AS, incar dana US$ 500 juta

Investor telah menggugat delapan perusahaan yang bergabung dengan SPAC pada kuartal pertama 2021, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Stanford. Beberapa tuntutan hukum menuduh SPAC dan sponsor mereka, yang meraup bayaran besar setelah SPAC bergabung dengan targetnya, menyembunyikan kelemahan menjelang transaksi.

SEC mungkin khawatir tentang kedalaman uji tuntas yang dilakukan SPAC sebelum memperoleh aset, dan apakah pembayaran besar sepenuhnya diungkapkan kepada investor, kata sumber ketiga.

Kekhawatiran potensial lainnya adalah meningkatnya risiko perdagangan orang dalam antara saat SPAC go public dan saat mengumumkan target akuisisi, sumber kedua menambahkan. “Bank terbesar di Wall Street ditanya: apa yang terjadi?” kata orang itu.

Selanjutnya: Malacca Straits dan Backdoor Listing Perusahaan Hary Tanoe di Bursa Saham Nasdaq

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Banyak Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi, Apakah Bisa Jadi Sinyal Beli?
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:00 WIB

Banyak Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi, Apakah Bisa Jadi Sinyal Beli?

Jika crossing saham terjadi di harga premium maka investor di pasar reguler dapat merespon positif, harga sahamnya juga bisa mengalami apresiasi.

Tertekan Aksi Jual, IHSG Ambruk Dalam Sepekan
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:13 WIB

Tertekan Aksi Jual, IHSG Ambruk Dalam Sepekan

Di sepanjang pekan ini IHSG terkoreksi seiring masih besarnya tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

Penjualan Kuat, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Melesat Pada 2025
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:06 WIB

Penjualan Kuat, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Melesat Pada 2025

PT Avia Avian Tbk (AVIA) meraup laba bersih Rp 1,74 triliun pada 2025, meningkat 4,99% secara tahunan.​

Analis Kompak Rekomendasi Beli, Net Sell Asing Justru Menghantui BBCA
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:00 WIB

Analis Kompak Rekomendasi Beli, Net Sell Asing Justru Menghantui BBCA

Keluar-masuknya dana investor asing sangat menentukan pergerakan saham BBCA. sebab 70%-80% saham free float BBCA digenggam oleh investor asing.

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:19 WIB

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko

Nilai tukar rupiah diprediksi volatil pekan depan. Ketahui rentang pergerakan dan faktor pemicu utama yang harus diwaspadai investor.

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:16 WIB

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mendorong inovasi di tengah persaingan ketat industri tekstil

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:12 WIB

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko

Melihat strategi investasi Ketut Sumarwan, Direktur Keuangan PT Hatten Bali Tbk (WINE) yang memilih aset aman

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:54 WIB

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas

Prediksi kenaikan harga emas 2026 melambat, tapi Pegadaian tetap targetkan laba Rp 9 triliun.                  

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:51 WIB

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah

Industri perbankan syariah cetak pertumbuhan double digit akhir 2025. BSI memimpin dengan kenaikan pembiayaan 14,49%. 

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:35 WIB

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur

Aksi merger Pelni, Pelindo dan ASDP Indonesia Ferry  masih dalam tahap kajian dan menunggu arahan lebih lanjut.

INDEKS BERITA

Terpopuler