Uang Belanja Pemudik

Selasa, 28 Maret 2023 | 08:30 WIB
Uang Belanja Pemudik
[]
Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah kebijakan pembatasan sosial dicabut, arus mudik Lebaran tahun ini bakal riuh. Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan masyarakat selama masa Lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang. Jumlah itu meningkat 14,2% dibandingkan prediksi pergerakan masa Lebaran 2022 yang sebanyak 85,5 juta orang.

Dengan asumsi belanja satu orang pemudik Rp 1 juta, maka potensi uang yang berputar mencapai Rp 123,8 triliun. Otomatis permintaan barang dan jasa meningkat dibandingkan bulan biasa. Sejumlah sektor bisnis siap meraup berkah dari duit Lebaran yang berputar kencang. Sebut saja sektor transportasi (darat, laut, udara), pariwisata, ritel, konsumer hingga perbankan.

Saban tahun, efek ganda fulus Lebaran menghidupkan perekonomian daerah, menyebar hingga pelosok desa. Ekonomi daerah yang menjadi kantong-kantong pemudik berdenyut kencang. Kunjungan ke objek wisata, pusat belanja hingga pasar tradisional menguat.

Dari estimasi pemudik 123,8 juta orang, berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat bakal didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5% atau 77,3 juta orang.

Sementara lima daerah tujuan perjalanan masyarakat yang tertinggi adalah Jawa Tengah 26,45% (32,75 juta orang), diikuti Jawa Timur 19,87% (24,6 juta orang), Jawa Barat 16,73% (20,72 juta orang), Jabodetabek 6,52% (8,07 juta orang) serta Yogyakarta 4,78% (5,9 juta orang).

Seperti yang sudah-sudah, momentum Ramadan dan Lebaran bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Selama ini konsumsi masyarakat memang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan kata lain, Ramadan adalah blessing yang setiap tahun akan hadir menyokong pertumbuhan ekonomi. Artinya, tanpa pemerintah kerja keras pun, perayaan Lebaran bisa mengerek pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, ketika pemudik sepi, pertumbuhan ekonomi terganggu. Tahun 2020, saat pandemi Covid-19 memuncak, ekonomi Indonesia terkontraksi 2%.

Agar fundamental ekonomi Indonesia kuat, pemerintah harus melepas ketergantungan terhadap konsumsi. Saatnya Indonesia membangun basis industri yang kuat, terutama di luar Jawa. Faktanya, selama ini Indonesia sangat Jawa Sentris. Toh, dengan membangun industri di luar Jawa, akan ada sentra ekonomi baru. Ujungnya, basis pemudik pun menyebar, tak lagi berpusat di Jawa.                      

Bagikan

Berita Terbaru

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar
| Jumat, 10 April 2026 | 09:26 WIB

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Ekonomi Ritelindo (SER) kepada PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). 

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo
| Jumat, 10 April 2026 | 09:22 WIB

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo

Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama strategis melalui aksi akuisisi mayoritas saham Prima Pembangunan Propertindo oleh TRIN. ​

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi
| Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Prospek kinerja emiten EBT pada 2026 berpotensi melesat lebih tinggi, sejalan dengan mulai beroperasinya deretan proyek pembangkit listrik hijau.​

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025
| Jumat, 10 April 2026 | 09:06 WIB

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Kinerja laba emiten rokok pada 2025 terutama dipengaruhi faktor efisiensi biaya dan beban non operasional. ​

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu
| Jumat, 10 April 2026 | 09:01 WIB

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu

Dari 11 indeks sektoral di BEI, IDX Basic Materials jadi satu-satunya indeks yang mencatat kinerja positif sejak awal 2026. ​

ABMM Menggenjot  Aset Tambang Baru
| Jumat, 10 April 2026 | 09:00 WIB

ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru

ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi
| Jumat, 10 April 2026 | 08:50 WIB

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah perlu mencermati potensi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi sebelum menaikkan harga

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg
| Jumat, 10 April 2026 | 08:31 WIB

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg

Kementerian ESDM berencana mengalihkan jatah pasokan elpiji industri untuk memenuhi kebutuhan produksi gas melon bersubsidi tersebut.

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter
| Jumat, 10 April 2026 | 08:16 WIB

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter

Jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipertahankan, atau harga BBM tidak naik, beban fiskal semakin berat.

Optimisme Semu
| Jumat, 10 April 2026 | 08:08 WIB

Optimisme Semu

Betul, tugas pemerintah memang harus menenangkan keadaan. Tapi setelah itu buru-buru melakukan perbaikan, jangan optimisme semu atau kepedean.

INDEKS BERITA

Terpopuler