Ujian Integritas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebutan nama pejabat tinggi negara di persidangan kasus dugaan suap kembali menampar wajah birokrasi. Kali ini, sorotan mengarah pada Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama. Terlepas dari benar atau tidaknya keterlibatan pihak yang disebut dalam persidangan, publik telanjur menangkap satu sinyal penting: integritas penyelenggara negara kembali dipertanyakan.
Ini bukan sekadar soal nama yang muncul di ruang sidang. Masalah utamanya adalah efek domino terhadap kepercayaan publik dan dunia usaha. Sebab, Bea dan Cukai bukan institusi biasa. Lembaga ini menjadi simpul utama aktivitas ekspor-impor, arus logistik, hingga penerimaan negara. Sedikit saja muncul aroma permainan, dampaknya bisa menjalar ke biaya usaha, iklim investasi hingga daya saing ekonomi nasional. Dunia usaha sangat memahami bahwa sektor kepabeanan merupakan titik rawan praktik rente. Ketika proses pelayanan bergantung pada kedekatan, negosiasi di belakang layar, atau akses khusus, maka biaya ekonomi otomatis membengkak. Pelaku usaha yang patuh menjadi korban, sementara yang bermain curang justru melenggang dan mendapat jalan pintas.
