Unit Trading Posco Mengakuisisi Produsen Gas Metan asal Australia

Senin, 13 Desember 2021 | 10:45 WIB
Unit Trading Posco Mengakuisisi Produsen Gas Metan asal Australia
[ILUSTRASI. FILE PHOTO -Logo POSCO terpampang di kantor pusatnya di Seoul, Korea Selatan, 20 Juli 2016. REUTERS/Kim Hong-Ji]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Produsen gas metan asal Australia, Senex Energy Ltd, pada Senin (13/12) menerima tawaran pembelian dari POSCO International Corp. Kesepakatan senilai A$852,1 juta, atau setara Rp 8,7 triliun lebih memungkinkan perusahaan Korea Selatan itu untuk mempercepat ekspansinya ke eksplorasi gas alam global dan produksi.

POSCO International, unit perdagangan dari raksasa baja POSCO, berhasil mengakuisisi Senex, setelah menaikkan harga penawaran untuk ketiga kalinya menjadi A$4,60 per saham bulan lalu.

POSCO International memiliki saham di perusahaan minyak dan gas di Asia Tenggara, dan bermaksud melakukan diversifikasi dengan membeli Senex. Produsen gas dari lapisan batubara itu memasok pasar pantai timur Australia yang ketat dan proyek ekspor gas alam cair (LNG) Gladstone.

 Baca Juga: Investor Asing Hengkang, Iklim Investasi Hulu Migas Indonesia Dinilai Kurang Menarik

Senex menyatakan, proses akuisisi diharapkan akan selesai pada akhir Maret 2022. Perusahaan itu akan membayar dividen sebesar A$0,05 per saham untuk periode enam bulanan yang berakhir pada 31 Desember.

Perusahaan juga mengumumkan bahwa Hancock Energy Australia akan mengakuisisi 49,9% saham secara tidak langsung, setelah kesepakatan dengan POSCO tuntas. Namun menurut Senex, itu bukan prasyarat untuk menutup kesepakatan dengan POSCO.

Bagikan

Berita Terbaru

Pekerja Informal Masih Mendominasi Pasar Tenaga Kerja, Membengkak Saat Pandemi
| Kamis, 19 Februari 2026 | 13:43 WIB

Pekerja Informal Masih Mendominasi Pasar Tenaga Kerja, Membengkak Saat Pandemi

Pada November 2025, jumlah pekerja formal mencapai sekitar 62,57 juta orang—level tertinggi sejak 2015.

Saham Syariah Bisa Merekah di Bulan Penuh Berkah
| Kamis, 19 Februari 2026 | 04:35 WIB

Saham Syariah Bisa Merekah di Bulan Penuh Berkah

Prospek saham syariah selama Ramadan tahun ini tetap menarik. Saham syariah dinilai memiliki karakter defensif.

Pengendali Baru Surya Permata Andalan (NATO) Gelar Penawaran Tender Wajib
| Kamis, 19 Februari 2026 | 04:10 WIB

Pengendali Baru Surya Permata Andalan (NATO) Gelar Penawaran Tender Wajib

PT Mercury Strategic Indonesia melaksanakan penawaran tender wajib atas saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO).

Kinerja Jasa Marga (JSMR) Bisa Ngebut Berkat Libur Imlek dan Lebaran
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:45 WIB

Kinerja Jasa Marga (JSMR) Bisa Ngebut Berkat Libur Imlek dan Lebaran

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) diproyeksi mencatatkan kinerja baik di kuartal I-2026. Momentum libur panjang Tahun Baru Imlek jadi pendorongnya. 

Menanti Pengumuman Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (19/2)
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:40 WIB

Menanti Pengumuman Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (19/2)

Hari iniI nvestor akan mencermati rilis data makro Amerika Serikat (AS) dan juga FOMC Minutes, serta rilis Bank Indonesia (BI) terkait  BI rate.

Asuransi Jiwa Patungan Tetap Dominasi Pasar
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:30 WIB

Asuransi Jiwa Patungan Tetap Dominasi Pasar

Hanya ada dua pemain yang berstatus perusahaan nasional yang menyempil di sepuluh perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar.

Perbankan Pacu Bisnis Payroll demi Dana Murah
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:20 WIB

Perbankan Pacu Bisnis Payroll demi Dana Murah

Skema pembayaran gaji karyawan melalui rekening bank dinilai efektif memperbesar basis dana murah alias CASA perbankan

Ikhtiar Mengangkat Derajat Pekerja Kelas Dua
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:10 WIB

Ikhtiar Mengangkat Derajat Pekerja Kelas Dua

Isu penghapusan pekerja alih daya alias outsourching kembali mengemuka dalam revisi UU Ketenagakerjaan.

Menjembatani Jurang
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:09 WIB

Menjembatani Jurang

Jangan biarkan ijazah anak-anak bangsa jadi tumpukan kertas tak bermakna di hadapan kebutuhan industri.

Harga Sebagian Komoditas Pangan Masih Tinggi
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:05 WIB

Harga Sebagian Komoditas Pangan Masih Tinggi

Sejumlah harga komoditas pangan memasuki bulan puasa masih terpantau tinggi harganya salah satu penyebab faktor cuaca.

INDEKS BERITA

Terpopuler