Upaya Ini yang Telah Dilakukan Pemerintah untuk Menekan Penyebaran Virus Korona

Rabu, 11 Maret 2020 | 15:30 WIB
Upaya Ini yang Telah Dilakukan Pemerintah untuk Menekan Penyebaran Virus Korona
[ILUSTRASI. Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang pesawat yang tiba di area Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.]
Reporter: Abdul Basith, Lidya Yuniartha | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali mengumumkan jumlah kasus orang yang terjangkit virus korona (Covid-19). Sampai Selasa (10/3) kemarin pemerintah memastikan  ada delapan orang lagi  yang positif terinfeksi virus korona Covid-19.

Ini artinya, total kasus infeksi virus korona di Indonesia menjadi 27 orang. Dari banyaknya jumlah yang terinfeksi virus itu, pemerintah belum melakukan mitigasi khusus untuk menangani penyakit yang menyerang pernafasan tersebut. Yang dilakukan saat ini dengan melakukan contact tracing atau penelusuran kontak.

Baca Juga: Kasus bertambah, Ketua DPR desak pemerintah segera bentuk satgas penanganan corona

Juru Bicara Penanganan Wabah Virus Korona, Ahmad Yurianto menyampaikan, contact tracing ini penting lantaran kasus virus yang saat ini menular terjadi karena kedekatan. Karena itu, contact tracing menjadi cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 itu. 

Dari penelusuran kasus kontak dengan pasien positif infeksi yang menjadi sumber penyebaran, baru bisa ditemukan dan segera diisolasi. "Bila sumber penularan tidak ditemukan, sumber tersebut itu menyebarkan Covid-19 ke masyarakat sekitar," katanya, Selasa (10/3). 

Baca Juga: Sektor Perkebunan Terpuruk, Tak Satu Pun Saham yang Lolos dari Koreksi

Pemerintah juga enggan membuka siapa saja yang masuk penelusuran kontak itu dengan pertimbangan, agar orang pertama yang terkena virus itu tidak kabur. 
Tidak hanya melakukan tracing atas penyebaran dari kasus pertama, saat ini Indonesia menghadapi penyebaran virus datang dari luar negeri atau imported case. Pemerintah akan menelusuri siapa saja orang tersebut sudah melakukan kontak dengan orang terinfeksi virus di luar negeri.

Yurianto menegaskan pemerintah terus melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk ke Indonesia. "Health alert card penting karena banyak yang masuk dengan gejala minimal," ujar Achmad.

Pemerintah juga menambah alat uji polymerase chain reaction (PCR) sebanyak 10.000 unit untuk menguji spesimen dari pasien terduga korona. 

Baca Juga: Arah Belum Berubah, Kenaikan IHSG Baru Sebatas Rebound Technical

Dengan penyebaran virus  korona yang semakin meluas,  pemerintah Indonesia juga memutuskan untuk menutup penerbangan dari Italia. Maklum, selain China, Italia telah menjadi daerah episentrum baru dalam penyebaran virus korona ini. "Sudah ditutup semua (penerbangan), Italia tutup semua," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah di Istana Bogor, Selasa (10/3).

Asal tahu saja, penyebaran virus korona di Italia pun masuk dalam angka yang juga tertinggi. Berdasarkan data Pusat Sistem Sains dan Teknik (CSSE) di Universitas Johns Hopkins yang diakses pada Selasa (10/3) WIB,  terdapat sebanyak 9.172 orang di Italia telah sudah terjangkit virus korona itu.

Baca Juga: IPP Optimistis Efek Gulir Korona Tidak Mengganggu Jadwal Penyelesaian Pembangkit

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun telah melakukan komunikasi dengan kedutaan besar Indonesia di Italia. Dan Indonesia melakukan pemetaan kondisi WNI di Italia. 
"Biasanya pemetaan berapa update jumlah WNI di Italia, sebarannya di mana, dan sebagainya," terang Retno.

Selain Italia saat ini pemerintah Indonesia belum menutup akses untuk daerah lain yang juga menjadi episentrum penyebaran seperti Korea Selatan (Korsel), Iran dan Prancis.

Bagikan

Berita Terbaru

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:45 WIB

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar

Sejak awal tahun 2026, total net sell asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 12,97 triliun.

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:12 WIB

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas

Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk mendapatkan Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad untuk kontrak bagi hasil Cendramas.​

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:37 WIB

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi

Pembatasan kuota berpotensi menekan target volume penjualan bijih nikel emiten dalam jangka pendek. 

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026

Untuk mempertahankan dominasi pasar, ASII akan konsisten fokus pada penyediaan produk, teknologi, dan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:22 WIB

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI

Dampak dari aksi rebalancing MSCI kali ini adalah pergerakan dana asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI)​.

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga

Konsesi batubara eks KPC yang diserahkan ke Nahdlatul Ulama (NU) berada di lahan yang sudah menjadi pemukiman dan 17.000 ha hutan sekunder. 

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel

Industri sudah mengantisipasi penurunan RKAB hingga 250 juta ton, sehingga penetapan RKAB oleh pemerintah masih sedikit di atas ekspektasi awal.

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:12 WIB

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka

Gorengan saham masih mungkin melalui pemegang saham di bawah 1%. Nominees account  dibuat sekecil mungkin, saya pernah bikin sampai 30 account.

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:00 WIB

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO

Kebijakan DMO dan RKAB menggeser narasi sektor batubara, dari yang sebelumnya bertumpu pada volatilitas harga global yang liar.

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)
| Kamis, 12 Februari 2026 | 08:49 WIB

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)

Investor disarankan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid. Khususnya undervalued  dengan tetap menerapkan manajemen risiko.

INDEKS BERITA

Terpopuler