Upaya Menekan Harga Berlanjut, AS Melepas 18 Juta Barel Cadangan Minyak
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kementerian Energi Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/12) mengatakan akan menjual 18 juta barel minyak mentah dari cadangan minyak strategisnya (SPR). Penjualan yang akan berlangsung pada 17 Desember itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah AS untuk menghambat kenaikan harga bensin.
Pemerintahan Joe Biden bulan lalu mengumumkan akan merilis sekitar 50 juta barel dari cadangannya bersama dengan negara-negara konsumen lainnya termasuk China, India dan Korea Selatan. Penggelontoran yang terkoordinasi itu bertujuan untuk memerangi kenaikan biaya bahan bakar.
Gedung Putih berupaya untuk meredami kekhawatiran warganya terhadap biaya bahan bakar yang tinggi dan laju inflasi. Padahal, Presiden AS memiliki sedikit alat untuk mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah di pasar global yang dipengaruhi banyak faktor.
Baca Juga: Harga minyak mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus
“Presiden dengan tepat percaya bahwa orang Amerika layak mendapatkan bantuan sekarang dan telah mengizinkan penggunaan SPR untuk menanggapi ketidakseimbangan pasar dan mengurangi biaya bagi konsumen,” kata Menteri Energi Jennifer Granholm.
Harga minyak naik ke titik tertinggi selama tujuh tahun terakhir, melampaui US$ 86 per barel pada akhir Oktober, mengikuti lonjakan permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Namun harga minyak mulai mereda hingga 13% sejak itu. Sebagian besar penyebabnya adalah pengumuman AS dan kehadiran varian Omicron virus corona yang mengganggu seluruh dunia.
Minyak jenis Brent ditutup pada US$ 75,15 per barel.
Cadangan minyak mentah sebanyak 18 juta barel yang akan dijual telah mendapat persetujuan kongres di tahun-tahun sebelumnya. Barel yang tersisa akan diterbitkan dalam beberapa bulan mendatang melalui bursa, yang harus dikembalikan ke SPR dengan bunga.
Baca Juga: Harga gas alam turun seiring suhu bumi yang semakin hangat
Pertukaran pertama 4,8 juta barel akan dilakukan dengan Exxon Mobil Corp, perusahaan minyak terbesar AS, kata departemen itu.
"Saat DOE bergerak maju dengan penjualan, permintaan pertukaran akan terus diterima dari pihak yang berkepentingan dan disetujui sebagaimana mestinya untuk mengatasi gangguan pasokan," kata departemen tersebut.
Harga gas eceran AS rata-rata US$ 3,33 per galon, terendah sejak pertengahan Oktober, menurut American Automobile Association. Harga memuncak menjadi US$ 3,42 per galon pada awal November.
Amerika Serikat menyimpan sekitar 600 juta barel minyak mentah di berbagai tempat di Texas dan Louisiana. Persediaannya saat ini berada pada level terendah sejak 2003.
