Upaya Menekan Harga Berlanjut, AS Melepas 18 Juta Barel Cadangan Minyak

Sabtu, 11 Desember 2021 | 17:24 WIB
Upaya Menekan Harga Berlanjut, AS Melepas 18 Juta Barel Cadangan Minyak
[ILUSTRASI. Pompa minyak di lapangan Kern River di Bakersfield, Kalifornia, 9 November 2014. REUTERS/Jonathan Alcorn ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON.  Kementerian Energi Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/12) mengatakan akan menjual 18 juta barel minyak mentah dari cadangan minyak strategisnya (SPR). Penjualan yang akan berlangsung pada 17 Desember itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah AS untuk menghambat kenaikan harga bensin.

Pemerintahan Joe Biden bulan lalu mengumumkan akan merilis sekitar 50 juta barel dari cadangannya bersama dengan negara-negara konsumen lainnya termasuk China, India dan Korea Selatan. Penggelontoran yang terkoordinasi itu bertujuan untuk memerangi kenaikan biaya bahan bakar.

Gedung Putih berupaya untuk meredami kekhawatiran warganya terhadap biaya bahan bakar yang tinggi dan laju inflasi. Padahal, Presiden AS memiliki sedikit alat untuk mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah di pasar global yang dipengaruhi banyak faktor.

Baca Juga: Harga minyak mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus

“Presiden dengan tepat percaya bahwa orang Amerika layak mendapatkan bantuan sekarang dan telah mengizinkan penggunaan SPR untuk menanggapi ketidakseimbangan pasar dan mengurangi biaya bagi konsumen,” kata Menteri Energi Jennifer Granholm.

Harga minyak naik ke titik tertinggi selama tujuh tahun terakhir, melampaui US$ 86 per barel pada akhir Oktober, mengikuti lonjakan permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Namun harga minyak mulai mereda hingga 13% sejak itu. Sebagian besar penyebabnya adalah pengumuman AS dan kehadiran varian Omicron virus corona yang mengganggu seluruh dunia.

Minyak jenis Brent ditutup pada US$ 75,15 per barel.

Cadangan minyak mentah sebanyak 18 juta barel yang akan dijual telah mendapat persetujuan kongres di tahun-tahun sebelumnya. Barel yang tersisa akan diterbitkan dalam beberapa bulan mendatang melalui bursa, yang harus dikembalikan ke SPR dengan bunga.

Baca Juga: Harga gas alam turun seiring suhu bumi yang semakin hangat

Pertukaran pertama 4,8 juta barel akan dilakukan dengan Exxon Mobil Corp, perusahaan minyak terbesar AS, kata departemen itu.

"Saat DOE bergerak maju dengan penjualan, permintaan pertukaran akan terus diterima dari pihak yang berkepentingan dan disetujui sebagaimana mestinya untuk mengatasi gangguan pasokan," kata departemen tersebut.

Harga gas eceran AS rata-rata US$ 3,33 per galon, terendah sejak pertengahan Oktober, menurut American Automobile Association. Harga memuncak menjadi US$ 3,42 per galon pada awal November.

Amerika Serikat menyimpan sekitar 600 juta barel minyak mentah di berbagai tempat di Texas dan Louisiana. Persediaannya saat ini berada pada level terendah sejak 2003.

Bagikan

Berita Terbaru

Melihat Prospek Saham HMSP
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:07 WIB

Melihat Prospek Saham HMSP

Salah satu katalis utama bagi emiten rokok, berasal dari kebijakan pemerintah yang memastikan tidak menaikkan tarif cukai rokok 2027.

Kurs Garuda Berisiko Meleset dari Asumsi
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Kurs Garuda Berisiko Meleset dari Asumsi

Asumsi kurs rupiah di RAPBN 2027 berisiko meleset akibat tekanan global dan kebutuhan valas.             

Permintaan Gedung Pameran Diprediksi Terus Melonjak
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Permintaan Gedung Pameran Diprediksi Terus Melonjak

Manajemen JICC menyebut pesanan gedung atau venue penyelenggaraan acara sudah penuh hingga bulan November 2026.

Desil Baru Kurang Tepat Sasaran? Ekonom Ingatkan Resikonya
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:58 WIB

Desil Baru Kurang Tepat Sasaran? Ekonom Ingatkan Resikonya

Pengamat menyebut sistem desil DTSEN tidak mencerminkan kemampuan finansial sebenarnya, risikonya muncul di beberapa lapisan.

Peluang Cuan dari Unitlink Pasar Uang
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:45 WIB

Peluang Cuan dari Unitlink Pasar Uang

Rata-rata imbal hasil unitlink pasar uang mencapai 1,98% secara sejak awala tahun alias year to date per Juli 2026. 

Daftar Saham HSC Masih Terus Bertambah, Segelintir Emiten Berupaya Untuk Keluar
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:31 WIB

Daftar Saham HSC Masih Terus Bertambah, Segelintir Emiten Berupaya Untuk Keluar

Hingga 18 Agustus 2026, tercatat ada 56 saham yang masuk dalam daftar shareholding concentration (HSC) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Utang Luar Negeri Tembus US$ 453 Miliar
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Utang Luar Negeri Tembus US$ 453 Miliar

Kenaikan ini terutama didorong ULN publik, sementara kontraksi ULN swasta mulai menyempit.                

Pelayaran Nasional Ekalaya (ELPI) Menggenggam Kontrak Senilai Rp 582,76 Miliar
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Pelayaran Nasional Ekalaya (ELPI) Menggenggam Kontrak Senilai Rp 582,76 Miliar

Sepanjang semester I-2026, perusahaan membukukan kontrak jangka panjang dan jangka pendek di pasar domestik dan internasional.

Target Tumbuh 6% Terbentur Fiskal
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Target Tumbuh 6% Terbentur Fiskal

Onsolidasi fiskal tersebut membuat peran belanja pemerintah sebagai motor pertumbuhan berpotensi mengecil. 

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Investor Cermati Keputusan BI dan FOMC Minutes
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:50 WIB

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Investor Cermati Keputusan BI dan FOMC Minutes

IHSG mengakumulasi kenaikan 1,33% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih melemah 25,41%.

INDEKS BERITA

Terpopuler