Upaya Mengatasi Penyakit TBC di Tempat Kerja

Kamis, 27 Juli 2023 | 07:15 WIB
Upaya Mengatasi Penyakit TBC di Tempat Kerja
[]
Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyakit tuberkulosis (TBC) sedang menjadi perhatian pemerintah. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah langsung merujuk data Sehat Negeriku, yang menyebutkan 67,1% kasus TBC terjadi pada usia produktif.

Apalagi, Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua tertinggi kasus TBC di dunia dengan angka 696.000 kasus setelah India.

"Di saat kita sedang mendapatkan bonus demografi, ternyata kasus tuberkulosis justru terjadi pada usia produktif. Melihat fakta ini, ada potensi kerugian yang ditimbulkan," ujar Ida pada acara Arifin Panigoro (AP) Dialog Seri ke-6 dengan tema Penanggulangan TBC di Tempat Kerja, Selasa (25/7).

Baca Juga: Efek Pandemi, Dana TBC Melonjak Tinggi

Dari data tersebut, tempat kerja sebagai tempat berkumpulnya orang-orang usia produktif sangat rawan menjadi tempat penularan TBC. Maka, Ida menegaskan Indonesia membutuhkan payung hukum untuk memberantas TBC di tempat kerja. Salah satunya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 13/2022.

Beleid ini meminta perusahaan untuk menyusun kebijakan penanggulangan TBC di tempat kerja, melakukan sosialisasi dan edukasi TBC  hingga melakukan penanganan dan pemulihan TBC jika ditemukan di tempat kerja.

 

Bagikan

Berita Terbaru

BUMI Dikabarkan Jadi Kandidat Terkuat dalam Akuisisi Kideco
| Senin, 12 Oktober 2026 | 07:10 WIB

BUMI Dikabarkan Jadi Kandidat Terkuat dalam Akuisisi Kideco

Perusahaan lain seperti Rio Tinto dan Emirates Global Aluminium, juga dikabarkan telah melakukan kajian terkait aset tambang tersebut.

Minim Katalis Saham SQMI Terkoreksi Lagi, Waspadai Risiko Support Jebol
| Senin, 12 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Minim Katalis Saham SQMI Terkoreksi Lagi, Waspadai Risiko Support Jebol

Area Rp 90 – Rp 95 menjadi support yang perlu dicermati, dengan resistance terdekat di Rp 100 dan berikutnya Rp 110 per saham.

Flu Jadi Katalis Emiten di Akhir 2026
| Senin, 12 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Flu Jadi Katalis Emiten di Akhir 2026

Kasus influenza menanjak, namun defisit BPJS dan risiko daya beli membayangi prospek emiten rumahsakit

Tekanan Dolar Mereda, Harga Emas Merangkak Naik
| Senin, 12 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Tekanan Dolar Mereda, Harga Emas Merangkak Naik

Tekanan terhadap harga emas mereda setelah sempat terperosok tajam akibat kuatnya nilai tukar dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi AS

Alarm Fiskal
| Senin, 12 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Alarm Fiskal

Pemerintah wajib membuka informasi mengenai pos yang dipangkas, nilai penghematan, dan dampaknya ke pelayanan publik.

Efek Sentimen Eksternal Menghantui Rupiah di Senin (12/10)
| Senin, 12 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Efek Sentimen Eksternal Menghantui Rupiah di Senin (12/10)

Pasar akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi. 

Bank Mandiri Pegang Risiko Tinggi di PGUN dan JARR
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:40 WIB

Bank Mandiri Pegang Risiko Tinggi di PGUN dan JARR

ChatGPT said:Kredit Bank Mandiri ke Jhonlin Group dibayangi risiko likuiditas karena agunan saham PGUN dan JARR sulit dicairkan saat gagal bayar

Beban Naik, Surat Utang Leasing Seret
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:35 WIB

Beban Naik, Surat Utang Leasing Seret

Penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 19,62 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini, turun 33,1% secara tahunan. 

Bank Asing Ramai-Ramai Perbesar Bisnis di RI
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Bank Asing Ramai-Ramai Perbesar Bisnis di RI

ChatGPT said:Bank asing gencar ekspansi di Indonesia lewat akuisisi dan integrasi bisnis untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing.

Waspadai Efek PHK Terhadap NPL Konsumer
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Waspadai Efek PHK Terhadap NPL Konsumer

Lonjakan PHK berpotensi meningkatkan NPL kredit konsumer, terutama KPR, dan menekan kualitas aset perbankan.

INDEKS BERITA

Terpopuler