Upaya Meredam Harga Cabai yang Makin Pedas

Selasa, 14 Januari 2025 | 07:15 WIB
Upaya Meredam Harga Cabai yang Makin Pedas
[ILUSTRASI. Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (10/1/2025). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.]
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomdjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai sudah mengalami lonjakan sejak awal tahun 2025. Adapun harga rata-rata untuk cabai rawit merah kemarin (13/1) sebesar Rp 64.382 per kilogram (kg).

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mencatat harga cabai rawit tertinggi mencapai Rp 160.000 per kg terjadi di Kabupaten Tanimbar di Provinsi Maluku.

"Jauh lebih tinggi dari acuan pemerintah sebesar Rp 50.000 per kg," kata dia dalam Rakor Pengendalian Inflasi, Senin (13/1). 

Baca Juga: Klaim Pasokan Cabai Cukup meski Harga Melambung Tinggi

Maino menjelaskan, lonjakan harga cabai karena penurunan produksi cabai di beberapa wilayah sentra. Salah satu penyebabnya adalah cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dan angin kencang yang menyebabkan kegagalan panen cabai di sejumlh daerah.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, dinas terkait, para petani dan pelaku usaha komoditas cabai. Salah satu upayanya adalah meminta pemerintah untuk menyediakan cabai dengan harga petani bagi konsumen. 

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed

Rupiah kembali menembus 18.000 per dolar AS setelah sempat menguat sehari sebelumnya menguat ke 17.992 per dolar AS

Imbas MSCI, CDS Indonesia Menanjak
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Imbas MSCI, CDS Indonesia Menanjak

Melansir Bloomberg pada Rabu (21/10), CDS Indonesia tenor 5 tahun berada di level 99,73bps, naik dari 92,40 bps dari sepekan lalu.

Gibran hingga MSCI
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Gibran hingga MSCI

Ketika menilai suatu pasar tidak lagi memenuhi standar transparansi dan tata kelola, investor global dapat memindahkan dana mereka ke negara lain.

Menilik Prospek Mesin Pertumbuhan Baru PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Menilik Prospek Mesin Pertumbuhan Baru PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Di tengah persaingan yang kian ketat, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengandalkan konektivitas jaringan dan data center

Deposito Valas Melonjak Terdorong Kenaikan Bunga dan Tekanan Rupiah
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Deposito Valas Melonjak Terdorong Kenaikan Bunga dan Tekanan Rupiah

​DPK valas perbankan tumbuh 20,4% pada Agustus 2026, ditopang lonjakan deposito valas 37,5% akibat kenaikan bunga dolar AS dan pelemahan rupiah

Siasat Produsen Laptop Memacu Penjualan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Siasat Produsen Laptop Memacu Penjualan

Kenaikan harga chip memori membuat produsen laptop menyiapkan strategi bisnis guna menghindari penurunan daya beli akibat harga jual yang naik

Laju Kredit Perbankan Tetap Kencang Ditopang Investasi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Laju Kredit Perbankan Tetap Kencang Ditopang Investasi

​Kredit perbankan tumbuh 13,26% pada September 2026, ditopang kredit investasi yang melesat 23,2%. Namun, perlambatan DPK membayangi prospeknya

Pertumbuhan Kredit Tak Merata, Penjaminan Dorong Upaya Diversifikasi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Pertumbuhan Kredit Tak Merata, Penjaminan Dorong Upaya Diversifikasi

Kontraksi kredit di sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) berpotensi memengaruhi kinerja industri penjaminan. 

CIMB Niaga (BNGA) Kaji Delisting Gara-gara Aturan Free Float
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:10 WIB

CIMB Niaga (BNGA) Kaji Delisting Gara-gara Aturan Free Float

​CIMB Niaga (BNGA) kaji delisting,. Gara-gara free float wajib 15%, sementara saham publik baru 7,5%, privatisasi jadi opsi strategis.

IHSG Menguat ke 5.328, Simak Prediksi dan Rekomendasi Saham Kamis (22/10)
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 04:50 WIB

IHSG Menguat ke 5.328, Simak Prediksi dan Rekomendasi Saham Kamis (22/10)

IHSG masih melemah 10,34% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 38,38%.

INDEKS BERITA

Terpopuler