Usai Dikendalikan Salim, Pieter Tanuri Crossing 78,25 juta Saham Bank Ina (BINA)

Kamis, 11 Juni 2020 | 09:30 WIB
Usai Dikendalikan Salim, Pieter Tanuri Crossing 78,25 juta Saham Bank Ina (BINA)
[ILUSTRASI. Stan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) saat pameran pasar keuangan rakyat di Jakarta (21/12/2014). KONTAN/Daniel Prabowo]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pieter Tanuri lewat PT Philadel Terra Lestari telah mundur dari posisi sebagai pengendali Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Kini Anthoni Salim via PT Indolife Pensiontama menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali BINA.

Meski mundurnya Pieter telah dilakukan sejak 18 Maret 2020 silam demikian, kepemilikan PT Philadel Terra Lestari di BINA tidak berubah, tetap 9,64%, atau sebanyak 545 juta lembar saham.

Porsi kepemilikan tersebut bertahan selama beberapa bulan, hingga terjadi perubahan pada awal bulan ini.

Data kepemilikan efek yang dirilis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 5 Juni 2020 menunjukkan, saham BINA yang dimiliki Philadel Terra Lestari berkurang 78,25 juta lembar.

Dus, porsi saham BINA yang dikuasai Philadel Terra Lestari berkurang dari 515.706.250 lembar menjadi 437.456.250 lembar, atau dari 9,12% menjadi tinggal 7,74%.

Baca Juga: Bank Ina Perdana akan tambah modal Rp 900 miliar tahun depan

Oh ya, ihwal perbedaan data jumlah saham dan persentase kepemilikan Philadel di BINA dengan kepemilikan saham yang dicatat KSEI, lantaran KSEI hanya menyimpan saham dalam bentuk scripless.

Di BINA sendiri, per 31 Mei 2020 masih ada dua pemegang saham yang menyimpan saham BINA dalam bentuk scrip (warkat).

Balik ke soal transaksi Pieter Tanuri, data transaksi harian BINA menunjukkan, terjadi crossing 78,25 juta saham BINA pada 4 Juni 2020.

Transaksi tutup sendiri itu difasilitasi Buana Capital Sekuritas, perusahaan broker yang dimiliki Pieter Tanuri.

Harga per sahamnya Rp 1.000, sehingga total nilai transaksinya mencapai Rp 78,25 miliar.

Di sisi lain, tidak ada perubahan kepemilikan di investor kakap BINA yang lain.

Baca Juga: Bank Ina Perdana patok pertumbuhan kredit satu digit di tahun ini

PT Indolife Pensiontama, perusahaan milik Anthoni Salim tetap menjadi pengendali BINA dengan kepemilikan 22,47%.

Sementara dua perusahaan yang terafiliasi dengan Salim, yakni PT Samudra Biru dan PT Gaya Hidup Masa Kini masing-masing mengempit 16,51% dan 9,98%.

Lalu ada nama Liontrust S/A NS ASEAN Financials Fund yang punya 18,29% dan DBS Bank Ltd S/A AS Trustee of NS Financial Fund sebanyak 10,49%.

Sementara investor publik dengan kepemilikan di bawah 5% memiliki 12,61% saham BINA.

Bagikan

Berita Terbaru

Isu Payroll ASN Pindah ke Himbara Kembali Mencuat, ini Efek ke Emiten BPD
| Sabtu, 26 September 2026 | 12:00 WIB

Isu Payroll ASN Pindah ke Himbara Kembali Mencuat, ini Efek ke Emiten BPD

Emiten yang punya ketergantungan lebih tinggi terhadap payroll dan kredit ASN, akan menghadapi sensitivtas yang lebih besar.

Biaya Mahal Buka Ceruk Asuransi Hewan Peliharaan
| Sabtu, 26 September 2026 | 09:43 WIB

Biaya Mahal Buka Ceruk Asuransi Hewan Peliharaan

Di Indonesia, Survei Jakpat 2026 menunjukkan 75% dari lebih 1.254 responden memelihara kucing.                

PGAS Dibayangi Arbitrase Gunvor, Ketidakpastian Membebani Kinerjanya
| Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

PGAS Dibayangi Arbitrase Gunvor, Ketidakpastian Membebani Kinerjanya

Secara fundamental, PGAS masih memiliki basis bisnis yang relatif solid melalui bisnis transmisi dan distribusi gas.

Bersyukur Menjadi Seorang Introvert
| Sabtu, 26 September 2026 | 07:16 WIB

Bersyukur Menjadi Seorang Introvert

Melihat sisi lain Sutopo Widodo, Presiden Komisaris PT HFX Internasional Berjangka yang memiliki karakter sebagai introvert

Banyak Belajar dari Pengalaman Pahit
| Sabtu, 26 September 2026 | 07:06 WIB

Banyak Belajar dari Pengalaman Pahit

Melihat perjalanan investasi Sutopo Widodo, Presiden Komisaris PT HFX Internasional Berjangka yang penuh tantangan

Bakal Konversi Utang Menjadi Saham, ini Efeknya Bagi Fundamental APEX
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:47 WIB

Bakal Konversi Utang Menjadi Saham, ini Efeknya Bagi Fundamental APEX

Manfaat utama dari konversi utang APEX ini bukan tambahan likuiditas, melainkan perbaikan struktur modal, leverage dan tekanan bunga ke depan.

Tekanan The Fed Batasi Kilau Emas
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:45 WIB

Tekanan The Fed Batasi Kilau Emas

Harga emas dunia masih berada dalam tren koreksi di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield obligasi Pemerintah AS

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (25/9) ditutup turun 0,07% secara harian ke level Rp 17.903 per dolar AS

Belajar dari Warsh
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB

Belajar dari Warsh

Saat seseorang ditunjuk sebagai pejabat publik, pengabdian utamanya adalah kepada rakyat dan negara, bukan kepada pihak tertentu.

Ke Mana Uang Kita Pergi?
| Sabtu, 26 September 2026 | 04:25 WIB

Ke Mana Uang Kita Pergi?

Sepanjang semester I 2026, tercatat 12,55 miliar transaksi. QRIS menyentuh belanja kita sehari-hari, termasuk pembelian kecil bernilai kecil.

INDEKS BERITA

Terpopuler