Via IPO Nusatama Berkah (NTBK) Incar Dana Rp 105 Miliar, Total Aset Rp 61,25 Miliar

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:22 WIB
Via IPO Nusatama Berkah (NTBK) Incar Dana Rp 105 Miliar, Total Aset Rp 61,25 Miliar
[ILUSTRASI. Ilustrasi initial public offering (IPO). PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) tengah menggelar proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencananya, NTBK akan listing di BEI pada 9 Februari 2022. KONTAN/Daniel Prabowo]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu lagi calon emiten pendatang baru akan hadir di Bursa Efek Indonesia (BEI) via initial public offering (IPO). Ia adalah PT Nusatama Berkah Tbk yang akan menggunakan kode emiten NTBK.

Nusatama Berkah merupakan perusahaan yang memproduksi dan fabrikasi kendaraan khas penunjang industri hulu dan hilir migas, pertambangan mineral dan batubara, serta industri kehutanan.

Beberapa produksi perseroan misalnya dump truck, high bed trailer, concrete mixer untuk industri semen, road sweeper hingga truk tangki air.

Merujuk prospektus awal IPO NTBK, Nusatama Berkah berencana melepas sebanyak-banyaknya 700 juta saham biasa, setara 25,93 persen dari jumlah seluruh modal disetor Perseroan setelah IPO.

Nilai nominal saham yang ditawarkan Rp 10 per saham. Sementara kisaran harga penawarannya di Rp 100 hingga Rp 150 per saham. 

Dus, dari hajatan ini Nusatama Berkah berpeluang meraup dana antara Rp 70 miliar hingga Rp 105 miliar.

Baca Juga: Subsidi Bunga KUR 3% Terus Berlanjut Tahun Ini

Bagi para investor yang membeli saham IPO NTBK, bakal mendapat bonus Waran Seri I secara cuma-cuma. Total waran yang diterbitkan maksimal 700 juta unit, atau 35 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. 

Dalam prospektus awal, Nusatama Berkah belum menetapkan harga konversi waran Seri I menjadi saham NTBK. Yang jelas, konversi tersebut bisa dilakukan enam bulan sejak diterbitkan, mulai 16 Agustus 2022 hingga 17 Februari 2023.

Dari ukuran IPO-nya, mudah ditebak jika Nusatama Berkah bukanlah perusahaan berskala besar.

Per 31 Oktober 2021 total asetnya hanya Rp 61,25 miliar. Sementara total liabilitasnya Rp 37,68 miliar. Lalu total ekuitas cuma Rp 23,57 miliar.

Per 31 Oktober 2021, nilai penjualan NTBK sekitar Rp 39,33 miliar, naik 14,66 persen dibanding periode 31 Oktober 2020.

Sementara laba bersih tahun berjalan tumbuh 284,93 persen, dari Rp 115,15 juta menjadi Rp 443,26 juta.

Baca Juga: Siapkan Capex Triliunan Rupiah, XL Axiata (EXCL) Berharap Kinerja Tahun 2022 Membaik

Kabar baiknya, seluruh dana IPO akan digunakan untuk kepentingan produktif, baik sebagai belanja modal maupun modal kerja.

Perinciannya, sebesar 87,21% dipakai untuk modal kerja, yakni pembelian persediaan bahan baku, gaji karyawan, komisi, dan biaya pemasaran.

Lalu, 6,02 persen dialokasikan untuk pembelian mesin. Contoh mesin yang berpotensi untuk dibeli adalah CNC Automatic Gas & Plasma Cutting, Overhead Crane, Forklift 6T, 400A Welding DC machine Transformers.

Berikutnya, 6,77% dari dana IPO digunakan untuk perluasan area produksi Perseroan serta storage di tanah yang saat ini telah dimiliki oleh Perseroan. 

Para jebolan ITB di balik NTBK >>>

PT Nusatama Berkah didirikan duo jebolan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB); Bambang Susilo dan Ismu Prasetyo pada 2009 silam.

Bambang Susilo dan Ismu Prasetyo merupakan pemegang saham PT Reborn Capital dengan kepemilikan masing-masing 50 persen.

PT Reborn Capital inilah yang tercatat sebagai pemegang saham pengendali PT Nusatama Berkah Tbk secara langsung.

Selain lewat Reborn Capital, Bambang Susilo juga mengempit saham Nusatama Berkah secara langsung. Porsinya sebesar 3,70 persen pasca IPO.

Dus, Bambang Susilo pun ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dan pengendali PT Nusatama Berkah Tbk.

Baca Juga: Perusahaan TP Rachmat Ini Bakal Raup Rp 652 Miliar dari IPO

Di NTBK, Bambang Susilo memegang jabatan sebagai direktur utama. Sementara Ismu Prasetyo memangku posisi direktur.

Andri Budhi Setiawan yang juga lulusan teknik mesin ITB tahun 1989, mengempit 10,37 persen saham NTBK usai IPO, mengisi jabatan komisaris utama.

Lalu Wulan Lukita Dewi, pemilik 4,45 persen saham NTBK pasca IPO ada di posisi komisaris. Perempuan 52 tahun ini adalah satu-satunya tokoh puncak di NTBK yang tidak punya latar belakang pendidikan teknik.

Wulan Lukita Dewi adalah lulusan Universitas Winaya Mukti jurusan agronomi pada 1994 silam. 

Sebelum menjadi komisaris di NTBK, ia pernah berkarier di Manulife Indonesia sebagai Financial Consultant, dari 2004 hingga 2006. 

Baca Juga: Prospek Bisnis Kinclong, Utilitas Industri Keramik Nasional Bisa Capai 85% Tahun Ini

Dalam hajatan IPO ini, NTBK dibantu oleh Danatama Makmur Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berikut rencana jadwal IPO NTBK: 

  • Masa Penawaran Awal: 19 Januari – 27 Januari 2022. 
  • Tanggal Efektif: 31 Januari 2022. 
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2 – 7 Februari 2022. 
  • Tanggal Penjatahan: 7 Februari 2022. 
  • Tanggal Distribusi Saham & Waran Secara Elektronik: 8 Februari 2022. 
  • Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I Pada Bursa Efek Indonesia: 9 Februari 2022. 
  • Periode Perdagangan Waran Seri I: 9 Februari 2022 – 14 Februari 2023. 
  • Periode Pelaksanaan Waran Seri I: 16 Agustus 2022 – 17 Februari 2023.

Bagikan

Berita Terbaru

GOTO Rebound ke Rp 30 Setelah 4 Hari Terjun, Ke Mana Arah Selanjutnya?
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:32 WIB

GOTO Rebound ke Rp 30 Setelah 4 Hari Terjun, Ke Mana Arah Selanjutnya?

Pergerakan saham GOTO secara intraday cenderung menguat dan mulai muncul volume pembelian,  indikator MACD dan Stochastic pun berpeluang menguat.

Kiat Puradelta (DMAS) Menangkap Lonjakan Data Center
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Kiat Puradelta (DMAS) Menangkap Lonjakan Data Center

Tren pembangunan data center membuka ceruk baru bagi PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) untuk menggenjot penjualan lahan industri. 

Selektif Meracik Portofolio Menjelang Akhir Tahun
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Selektif Meracik Portofolio Menjelang Akhir Tahun

Di tengah pelemahan rupiah, instrumen pendapatan tetap dan pasar uang masih menjadi pilihan defensif untuk sisa tahun in

Harga Saham Masih Lemah, Prospek GOTO Tetap Cerah
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Harga Saham Masih Lemah, Prospek GOTO Tetap Cerah

Di tengah tren pelemahan harga sahamnya, kinerja keuangan GOTO terus menunjukkan pertumbuhan  positif pada 2026.

Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya

Bagi lembaga pemeringkat, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas kredit.

Event Lari dan Pintu Masuk Menggaet Nasabah Serta Memperluas Transaksi
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Event Lari dan Pintu Masuk Menggaet Nasabah Serta Memperluas Transaksi

Event lari tak hanya menarik ribuan peserta dan menggerakkan ekonomi daerah. Bagi perbankan, ajang ini juga menjadi pintu menyambut nasabah. 

Prettt pada Waktunya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Prettt pada Waktunya

​Ada pengamat yang dulu getol dan tajam mengkritik rezim penguasa lama, tiba-tiba menjadi jinak dan tumpul dalam menyikapi penguasa baru.

Pulihkan Kinerja, Jaga ESG
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Pulihkan Kinerja, Jaga ESG

Efisiensi energi dukung keberlanjutan bisnis SIDO. Pemulihan penjualan menjadi kunci pergerakan saham.

 
Bermain Mahjong Kini Menjadi Hobi Lintas Generasi
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Bermain Mahjong Kini Menjadi Hobi Lintas Generasi

Bermain mahjong kini tak lagi menjadi permainan yang eklusif. Komunitasnya kini hadir di banyak kota. 

Butuh Aksi, Bukan Konten
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Butuh Aksi, Bukan Konten

Perluasan layanan Transjakarta ke Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) akan menambah anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

INDEKS BERITA

Terpopuler