Wait and See Kredit Modal Kerja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja intermediasi perbankan Indonesia pada awal 2026 terlihat tetap solid. Kredit tumbuh 9,37% (yoy) pada Februari 2026 menjadi Rp 8.559 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi sebesar 13,18% menjadi Rp 10.102 triliun. Secara umum, ini mencerminkan likuiditas yang memadai dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga. Namun di balik angka agregat itu, terdapat satu sinyal yang tidak bisa diabaikan yakni kredit modal kerja justru melambat.
Pada Februari 2026, kredit modal kerja hanya tumbuh 3,88% (yoy), turun dari 4,13% pada Januari. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan kredit investasi yang tumbuh 20,72% dan kredit konsumsi sebesar 6,34%. Artinya, pertumbuhan kredit tidak hanya melambat, tetapi juga tidak merata. Sektor yang terdekat dengan aktivitas produksi harian justru menjadi yang paling tertinggal.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS
