Waskita Karya (WSKT) Mencari Dana Segar

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 05:30 WIB
Waskita Karya (WSKT) Mencari Dana Segar
[ILUSTRASI. ]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya penyehatan keuangan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) terus berlanjut. Perusahaan konstruksi ini  berencana menggelar dua aksi korporasi, yaitu penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, dan merilis obligasi. WSKT membidik dana senilai total Rp 17,5 triliun.

Sekretaris Perusahaan WSKT Ratna Ningrum menjelaskan, rights issue juga menjadi jalan suntikan modal pemerintah untuk Waskita sebesar Rp 7,9 triliun. Nantinya, total dana yang ingin dihimpun dari rights issue sebesar Rp 11,9 triliun. Hajatan ini ditargetkan digelar Desember 2021.

Dana dari penambahan modal ini akan digunakan untuk penyelesaian tujuh ruas tol. Yakni, Tol Becakayu, Cimanggis-Cibitung, Pejagan Pemalang, dan Kayu Agung-Palembang-Betung. Lalu, Tol Ciawi-Sukabumi, Pasuruan-Probolinggo dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar.

Kemudian, penerbitan obligasi akan dilaksanakan lebih cepat yakni pada September 2021. Nilai dana yang ditargetkan bisa didapat dari sini sebesar Rp 5,6 triliun. Penerbitan obligasi akan dilakukan secara bertahap sampai dengan tahun 2022. "Kebutuhan tahun ini sebesar Rp 2,6 triliun," sebut Ratna.

Melalui aksi korporasi tersebut dan dengan delapan program penyehatan keuangan Waskita, Ratna berharap rasio dan kondisi keuangan akan terus membaik.

Sebelumnya, Direktur Utama WSKT Destiawan Soewardjono mengatakan, dua aksi korporasi ini merupakan bagian dari skema pemulihan bisnis perusahaan setelah perusahaan mengalami penurunan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Divestasi aset

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan keberhasilan perusahaan memperbaiki keuangan tak lepas dari hasil divestasi aset jalan tolnya. Kendati begitu, memang, perusahaan masih tertekan, sehingga akan  mempengaruhi kinerja WSKT kedepannya.

"Secara jangka pendek mungkin akan sulit, tetapi secara jangka panjang kinerja diperkirakan mengalami perbaikan," ujarnya, Jumat (13/8).

Senada, Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya menjelaskan, divestasi membawa dampak baik untuk kesehatan keuangan Waskita. Hal ini terlihat dari kinerja keuangan semester I-2021 lalu.

Andrey mencatat, laba bersih WSKT positif menjadi Rp 41 miliar karena keuntungan sebesar Rp 2,1 triliun dari tiga divestasi jalan tol. Dana ini memberi keleluasaan Waskita lebih baik untuk pembiayaan proyek konstruksi, dan meningkatkan produktivitas semester II-2021, meski ada penerapan pembatasan kegiatan publik atau PPKM pada bulan Juli. "Kami memperkirakan kinerja semester II-2021 meningkat karena peningkatan kas untuk mendanai proyek-proyek yang ada," imbuh Andrey.

Andrey juga berpendapat, Waskita Karya akan mencetak keuntungan divestasi jalan tol Cibitung-Cilincing dan penyelesaian restrukturisasi sebagian besar utangnya untuk memudahkan pembayaran pokok dan bunga. Dia bilang, aksi korporasi penerbitan obligasi dan rights issue oleh WSKT belum berdampak banyak pada pergerakan saham.

Adapun Nico menghitung, target harga WSKT Rp 1.050 per saham. Sedangkan Andrey memberikan rating netral dengan target harga Rp 960 per saham.            

Bagikan

Berita Terbaru

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:37 WIB

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK

Menturut Kemkeu, PMK Nomor 27 Tahun 2026 diterbitkan untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan anggaran OJK

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:08 WIB

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi

Sebanyak 132 kloter dengan 52.343 jemaah di antaranya, telah tiba di Madinah dan secara bertahap    

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:59 WIB

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak

Fluktuasi harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah, memberi kontribusi terhadap defisit anggaran

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:56 WIB

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi

Pasar modal sedang terkoreksi? Direktur Sucor AM melihat ini sebagai peluang emas. Simak strateginya

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:44 WIB

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar

Tak hanya pelaporan SPT, Ditjen Pajak juga relaksasi pembayaran pajak badan hingga 31 Mei           

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:34 WIB

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain

Rupiah terus anjlok, bukan hanya karena gejolak global. Ada masalah struktural di balik kejatuhan terdalam di Asia. 

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:29 WIB

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?

 Suku bunga The Fed yang tinggi tingkatkan opportunity cost. Pelajari risiko dan mitigasinya sebelum berinvestasi.

Lingkaran Setan
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:10 WIB

Lingkaran Setan

Stabilisasi pasar keuangan bergantung kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi domestik.

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:05 WIB

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian

Tren mengoleksi kartu Pokemon kembali memanas saat ini setelah pecahnya rekor harga penjualan tertinggi.

Kiat Dimas Yusuf: Sejarah Jadi Senjata Berinvestasi Hingga Menyetir Hilangkan Stres
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:30 WIB

Kiat Dimas Yusuf: Sejarah Jadi Senjata Berinvestasi Hingga Menyetir Hilangkan Stres

Direktur Sucor Asset Management Dimas Yusuf bocorkan strategi investasi uniknya. Ternyata, pelajaran sejarah jadi penentu keuntungan.

INDEKS BERITA

Terpopuler