Berita Bisnis

WIKA Ikut Tender Rp 22 Triliun

Senin, 27 September 2021 | 06:00 WIB
WIKA Ikut Tender Rp 22 Triliun

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masih getol mengejar kontrak-kontrak baru di sisa tahun ini. Emiten bersandi saham WIKA di Bursa Efek Indonesia ini sedang mengikuti sejumlah tender konstruksi dengan total kontrak sekitar Rp 22 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Mahendra Vijaya menjelaskan, hingga Agustus tahun ini, pihaknya telah meraih kontrak baru senilai Rp 12,7 triliun. Angka tersebut baru setara 36,28% dari target kontrak baru yang di-review WIKA di tahun 2021, yaitu Rp 35 triliun.
 
Pada sisa tahun ini, WIKA menargetkan mendapatkan tambahan kontrak baru di bidang bendungan, pembangkit listrik, dan jalan tol. "Saat ini WIKA masih mengikuti tender dengan total nilai Rp 22 triliun yang kemungkinan masih akan ada tender-tender baru sampai dengan akhir tahun," kata dia saat dihubungi KONTAN, Minggu (26/9).
 
Meski tak memerinci lokasi proyek-proyek mana saja yang sedang dincar, Mahendra menyebutkan bahwa WIKA tak hanya membidik kontrak di dalam negeri. Mereka pun mengejar proyek infrastruktur hingga ke Filipina dan Uni Emirat Arab (UEA). "Ada beberapa proyek luar negeri yang disasar, ada di Filipina dan UEA, jenis infrastruktur," tutur dia.
 
Sayangnya, belum ada keterangan rinci mengenai investasi atau dana belanja modal (capex) yang akan dikucurkan WIKA untuk menggarap proyek-proyek tersebut. Namun, yang pasti, untuk pekerjaan di dalam negeri, Wijaya Karya juga sedang menggarap sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).
 
Saat ini, WIKA tengah mengerjakan 28 PSN yang terdiri dari proyek sektor bendungan, jalan tol, pelabuhan dan engineering procurement construction (EPC). 
 
Proyek yang rencananya akan selesai pada kuartal IV 2021 adalah Jalan Tol Serang Panimbang Seksi I, Bendungan Cipanas, Bendungan Sukamahi, Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket I. "Proyek PSN yang kami selesaikan di semester I-2021 ada proyek Tol Kunciran-cengkareng," imbuh Mahendra.
 
Adapun 10 PSN yang sedang dikerjakan WIKA adalah Bendungan Cipanas, High Speed Railway Jakarta-Bandung, Bendungan Sukamahi, Jalan Tol Serang-Panimbang, Jalan Tol Cengkareng-Kunciran, Bendungan Tiga Dihaji (Paket 4), Bendungan Randugunting. Kemudian proyek Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Padang, Seksi Bangkinang-Pangkalan, Bendungan Kuwil Kawangkoan, dan Bendungan Tugu (Tahap 2).
 
Revisi Kinerja
 
Seperti diketahui, WIKA berniat menurunkan target kinerja tahun 2021. Hal tersebut dilakukan setelah kasus Covid-19 di Indonesia sempat naik pada tengah tahun, yang akhirnya mengganggu operasional perusahaan ini.
 
Direktur PT Wijaya Karya Tbk Ade Wahyu, dalam paparan publik Rabu (8/9), mengatakan, rencana revisi dilakukan karena banyak hal yang tidak sesuai asumsi perusahaan saat menyusun Rancangan Kerja dan Anggaran belanja (RKAB) tahun 2021.
 
Ade memperkirakan, revisi akan dilakukan untuk target kontrak baru. Sebelumnya, WIKA menargetkan kontrak baru di 2021 bisa tumbuh hampir 100% atau mencapai Rp 40 triliun. Namun rencananya, target itu akan diturunkan, dengan proyeksi target pertumbuhan kontrak baru 20%-27% di tahun ini.
 
Revisi juga akan dilakukan pada target pendapatan. WIKA, sebelumnya, menargetkan pendapatan di sepanjang tahun 2021 bisa tumbuh 78%, namun rencananya akan diubah di kisaran 20%-24%. Sementara, target pertumbuhan laba bersih akan diturunkan menjadi 20%. Di awal tahun, WIKA menargetkan laba bersih bisa naik lebih dari 300% di akhir 2021. 
 
Mengenai rencana WIKA untuk merevisi target di tahun ini, Mahendra menegaskan bahwa review RKAP tetap dilakukan. Namun, masih belum ada angka final yang dapat diumumkan oleh WIKA.     


Baca juga