Berita

Wow, Mobil Baru Presiden Jokowi Bisa Redam Hantaman Peluru Kaliber 7,62 MM

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 10:56 WIB

ILUSTRASI. RANGKAIAN MOBIL PRESIDEN

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) sedang menyiapkan belanja 103 unit mobil dinas baru.

Sebanyak dua unit mobil kepresidenan dan 101 unit mobil untuk para menteri anggota Kabinet Kerja 2019–2024, pejabat setingkat menteri, ketua atau wakil ketua MPR, DPR dan DPD.

Mobil bikinan perusahaan asal Jerman Mercedes-Benz kembali menjadi tunggangan orang nomor satu di Indonesia.

Untuk kepentingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kali ini, pilihan jatuh pada sedan seri Mercedes-Benz S 600 Guard dengan harga jual di atas Rp 8 miliar per unit.

Mobil tersebut telah menyandang status VR10, yakni sertifikasi perlindungan tertinggi untuk kendaraan nonmiliter.

Kacanya terbuat dari polikarbonat yang mampu meredam hantaman peluru kaliber 7,62 mm.

Bagi perusahaan sekelas Mercedes-Benz atau yang memiliki panggilan sayang Mercy, nilai pembelian dua unit Mercedes-Benz S 600 Guard tak seberapa ketimbang total omzet.

Namun terpilihnya kendaraan itu mendatangkan prestise lain. Sebab proses pengadaan Mercedes-Benz S 600 Guard lewat penunjukan langsung.

Selain di Indonesia, Mercedes-Benz juga tercatat memenuhi kebutuhan kendaraan pejabat di negara lain.

"Karena tingkat keamanan dan kenyamanan tinggi inilah yang jadi keunggulan kami," kata Dennis A. Kadarusman, Mercedes-Benz Department Manager Public Relation ketika dihubungi KONTAN, Jumat (23/8).

Asal tahu, Mercedes-Benz menjadi pilihan kendaraan kepresidenan terlama dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Jokowi saat ini.

Baca Juga: Kondisi mobil dinas Jokowi: Jendela tak berfungsi, radio menyala sendiri

Sebelum Mercy, sebenarnya Soeharto sempat menjajal kendaraan buatan Cadillac asal Amerika Serikat (AS).

Sementara pilihan Presiden Soekarno lebih beragam.

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Agung Hidayat
Editor: Herry Prasetyo

IHSG
6.231,47
0.21%
-13,00
LQ45
980,77
0.21%
-2,03
USD/IDR
14.085
-0,10
EMAS
756.000
0,53%

Baca juga