Akan Merilis Obligasi Global, BRI Mengantongi Peringkat BBB- dari Fitch

Rabu, 20 Maret 2019 | 16:39 WIB
Akan Merilis Obligasi Global, BRI Mengantongi Peringkat BBB- dari Fitch
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menerbitkan obligasi global alias global bond. Obligasi tersebut akan memiliki jangka waktu lima tahun.

Terhadap obligasi global yang akan dirilis itu, lembaga pemeringkat Fitch Ratings memberikan peringkat perkiraan di posisi BBB-.

Fitch mengatakan, peringkat akhir untuk obligasi global tersebut bergantung pada diterimanya dokumen yang sesuai informasi yang telah Fitch terima sertai penetapan harga alias kupon obligasi.

Analis Utama sekaligus Direktur Senior Fitch Tim Roche mengatakan dalam siaran pers, obligasi global yang akan Bank BRI rilis dinilai pada tingkat yang sama dengan peringkat utang jangka panjang BRI. Sebab, keduanya akan membentuk kewajiban langsung, tanpa jaminan, dan bukan termasuk kewajiban yang disubordinasi.

Peringkat utang jangka panjang Bank BRI  mencerminkan jaringan yang kuat sebagai bank terbesar di Indonesia. Peringkat juga mencerminkan posisi BRI yang kuat sebagai bank terkemuka untuk kredit mikro.

Bank BRI, dalam penilaian Fitch, juga memiliki profil keuangan yang memuaskan. Profitabilitas dan permodalan BRI berada di atas pesaingnya.

Peringkat bank yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 ini juga ditopang oleh pandangan Fitch bahwa BRI kemungkinan besar akan meneriman dukungan yang luar biasa dari negara jika diperlukan. Pandangan ini didasarkan pada statusnya sebagai bank sistemik dan penerima deposito terbesar serta status Pemerintah sebagai pemilik mayoritas.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue

Harga pelaksanaan rights issue BRNA Rp 685 per saham. Dus, dari rights issue, BRNA berpotensi meraup dana maksimal sekitar Rp 372,6 miliar. 

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas

Kuatnya permintaan pada kuartal IV-2026 jadi katalis positif kinerja keuangan emiten unggas di sisa tahun ini.

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyiapkan ekspansi produksi migas secara organik melalui pengeboran lebih dari 120 sumur.​

Dibayangi Sentimen MSCI dan Nota Keuangan, IHSG Bergerak Terbatas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Dibayangi Sentimen MSCI dan Nota Keuangan, IHSG Bergerak Terbatas

Selain sentimen MSCI, pelaku pasar juga menunggu pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 Jumat, (14/8)

Keputusan MSCI Bikin Bursa Indonesia Semakin Sepi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Keputusan MSCI Bikin Bursa Indonesia Semakin Sepi

MSCI mendepak 10 saham asal Indonesia dari daftar konstituennya. Dengan begitu, MSCI tetap melakukan pembekuan alias freeze pasar saham nasional.

Prospek Emiten EBT Masih Cerah
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Prospek Emiten EBT Masih Cerah

Emiten EBT seperti BREN dan PGEO memiliki momentum yang relatif kuat, sehingga ruang pertumbuhan masih terbuka.​

INCO Memacu Pembangunan Smelter HPAL
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:32 WIB

INCO Memacu Pembangunan Smelter HPAL

Proyek HPAL membuat INCO jadi perusahaan dengan eksposur yang lebih luas terhadap rantai nilai nikel untuk baterai kendaraan listrik.

Pendapatan Masih Kuat, Prospek MIKA Semakin Sehat
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Pendapatan Masih Kuat, Prospek MIKA Semakin Sehat

Hingga akhir semester I-2026, MIKA membukukan pendapatan sebesar Rp 2,77 triliun, tumbuh 8,01% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Investor Asing Masih Bertahan di Instrumen Jangka Pendek BI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Investor Asing Masih Bertahan di Instrumen Jangka Pendek BI

Selama imbal hasil SRBI tetap menarik dan ketidakpastian tinggi, investor asing mempunyai alasan untuk tetap memilih instrumen yang lebih pendek

INDEKS BERITA

Terpopuler