Alarm Coretax

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:11 WIB
Alarm Coretax
[ILUSTRASI. TAJUK - Barratut Taqiyyah (KONTAN/Praksa Partajaya)]
Barratut Taqiyyah Rafie | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh wajib pajak orang pribadi hingga 30 April 2026 dapat dipahami sebagai langkah realistis. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh dipandang sekadar penyesuaian administratif, melainkan alarm bahwa modernisasi perpajakan nasional belum sepenuhnya siap. 

Perpanjangan tenggat pelaporan SPT menunjukkan bahwa hambatan teknis masih membayangi sistem administrasi pajak digital. Jika platform Coretax yang menjadi tulang punggung reformasi perpajakan belum mampu melayani wajib pajak secara lancar, maka kepercayaan publik terhadap agenda digitalisasi berisiko terkikis.

Menkeu Purbaya sendiri mengakui gangguan Coretax bukan hanya soal server atau jaringan, tetapi juga terkait desain sistem yang sejak awal memiliki kelemahan. Investigasi awal bahkan menemukan adanya kejanggalan akibat integrasi layanan pihak ketiga yang dinilai memperlambat sistem, termasuk penggunaan service perusahaan tertentu yang seharusnya sudah dihentikan.

Di titik ini, persoalan Coretax tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan sementara. Ketergantungan terhadap vendor yang tidak optimal mencerminkan adanya masalah dalam tata kelola proyek digitalisasi pajak, padahal sistem ini dirancang sebagai fondasi reformasi perpajakan jangka panjang.

Lebih mengkhawatirkan, Menkeu juga menyinggung adanya kemungkinan celah dalam sistem yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Meski belum dipastikan apakah terjadi karena kesengajaan atau akibat lemahnya perencanaan, sinyal tersebut cukup untuk menuntut langkah korektif yang lebih tegas.

Sistem pajak adalah infrastruktur strategis negara. Jika keamanan dan kontrol akses longgar, bukan hanya wajib pajak yang dirugikan, tetapi negara juga menghadapi ancaman terhadap integritas data, potensi manipulasi, serta risiko hilangnya kepercayaan publik.

Sementara itu, data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat pelaporan SPT hingga 24 Maret 2026 baru mencapai 8,8 juta atau sekitar 59,1% dari target 15 juta SPT. Perpanjangan tenggat memang dapat membantu mengejar angka pelaporan, tetapi tanpa pembenahan Coretax yang signifikan, persoalan serupa berpotensi terulang menjelang akhir April nanti.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pertumbuhan Bank Digital Bisa Terganjal Wacana Pemberlakuan Pajak Transaksi Digital
| Senin, 02 November 2026 | 19:44 WIB

Pertumbuhan Bank Digital Bisa Terganjal Wacana Pemberlakuan Pajak Transaksi Digital

Pungutan pajak digital yang akan mulai dijalankan 9 November dengan melibatkan bank pemerintah, hingga platform digital, bakal memberatkan.

Surplus Neraca Dagang Indonesia Anjlok 68,4% hingga September 2026, Ini Penyebabnya
| Senin, 02 November 2026 | 18:18 WIB

Surplus Neraca Dagang Indonesia Anjlok 68,4% hingga September 2026, Ini Penyebabnya

BPS mencatat surplus perdagangan hanya US$ 10,61 miliar pada Januari-September 2026, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2025.

Bukan Asal Terdesak, Timbang Sebelum Kuras Dana Darurat
| Senin, 02 November 2026 | 17:35 WIB

Bukan Asal Terdesak, Timbang Sebelum Kuras Dana Darurat

Simak apa saja kondisi yang membuat dana darurat layak terpakai, menurut pandangan perencana keuangan.

Inflasi Oktober 2026 Tembus 3,23%, Harga Pangan & Transportasi Jadi Penyumbang Utama
| Senin, 02 November 2026 | 16:56 WIB

Inflasi Oktober 2026 Tembus 3,23%, Harga Pangan & Transportasi Jadi Penyumbang Utama

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 3,23% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Oktober 2026.

Utang SBN Bertambah Rp 575 Triliun, Yield Tembus 7,7%, Beban Bunga APBN Membayangi
| Senin, 02 November 2026 | 16:37 WIB

Utang SBN Bertambah Rp 575 Triliun, Yield Tembus 7,7%, Beban Bunga APBN Membayangi

Posisi surat utang pemerintah meningkat Rp 575,16 triliun dalam periode Desember 2025 hingga September 2026.

Klaim Investasi di Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Kepercayaan Investor Kian Luruh
| Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Klaim Investasi di Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Kepercayaan Investor Kian Luruh

Realisasi investasi pada periode Oktober 2024–September 2026 dominan ditopang oleh eksekusi proyek-proyek warisan periode lalu.

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan
| Senin, 02 November 2026 | 08:19 WIB

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan

Peluang penguatan harga perak tetap terbuka apabila kebijakan moneter AS menjadi lebih akomodatif dan permintaan industri kembali meningkat.

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik
| Senin, 02 November 2026 | 07:51 WIB

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik

Rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia juga berpotensi memperkuat posisi bisnis PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG
| Senin, 02 November 2026 | 07:09 WIB

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG

Peristiwa ini membuktikan OJK independen dan menjatuhkan sanksi tanpa pandang bulu, sekalipun sekuritas tersebut dimiliki  tokoh penting,

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027

Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan pengetatan kontrol kuota produksi di RKAB 2027, khususnya untuk komoditas bijih nikel dan batubara

INDEKS BERITA

Terpopuler