Amman Mineral (AMNT) disebut Bakal IPO, Ini Faktanya

Rabu, 19 Juni 2019 | 09:20 WIB
Amman Mineral (AMNT) disebut Bakal IPO, Ini Faktanya
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dikabarkan berencana melaksanakan penawaran umum saham perdana atawa initial public offering (IPO) di pasar modal. Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan tambang emas dan tembaga ini mengincar dana senilai US$ 600 juta.

Sebelumnya beredar kabar, anak usaha PT Medco Energi Tbk (MEDC) ini bakal masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) paling telat kuartal terakhir tahun ini. Namun Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau menyebutkan, pihaknya belum memiliki rencana untuk masuk bursa dalam waktu dekat ini.

Dengan penegasan tersebut, Rachmat menepis kabar bahwa Amman Mineral akan menggelar IPO sekitar kuartal IV 2019. "Kami belum ada rencana IPO," ungkap dia, Selasa (18/6).

Kendati demikian, Rachmat mengatakan, mereka tetap akan mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu perusahaan yang semula bernama PT Newmont Nusa Tenggara itu membutuhkan pendanaan melalui instrumen pasar modal.

Dia mengklaim, saat ini Amman Mineral telah dikelola dengan standar perusahaan terbuka. "Tentunya kami akan siap jika harus IPO. Sebab, kami sudah mengimplementasikan standar perusahaan terbuka," kata Rachmat.

Setelah menjadi perusahaan nasional, Amman Mineral terus fokus untuk melakukan eksplorasi secara intensif sejak tahun 2017 lalu. Secara total, manajemen Amman Mineral telah mengalokasikan dana eksplorasi mencapai lebih dari US$ 100 juta.

Pada tahun ini, Amman Mineral menganggarkan dana sebesar US$ 28 juta untuk mengeksplorasi Blok Elang. Dengan dukungan dana tersebut, Rachmat dengan percaya diri menyebutkan Amman Mineral telah menjadi salah satu perusahaan tambang dengan investasi terbesar pada tahap eksplorasi di Tanah Air. "Eksplorasi di mineral tembaga tidak murah, Amman Mineral salah satu perusahaan yang spending eksplorasi terbesar," ungkap dia.

Saat ini, Amman Mineral mengoperasikan tambang Batu Hijau seluas 25.000 hektare (ha), konsesi tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

Saat ini AMNT tengah fokus merampungkan pembangunan smelter yang ditargetkan bisa beroperasi pada akhir tahun 2022 mendatang. Kelak, smelter tersebut akan memiliki kapasitas sebanyak 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Per Januari tahun ini, progres pembangunan smelter tersebut mencapai 13,6%. Saat ini, proyek itu berada dalam tahap front end engineering design (FEED) dengan menggandeng perusahaan teknologi pertambangan asal Finlandia, Outotec.

Bagikan

Berita Terbaru

Nasabah Ritel Rame-rame Membuka Rekening Valuta Asing
| Senin, 13 April 2026 | 06:50 WIB

Nasabah Ritel Rame-rame Membuka Rekening Valuta Asing

Jumlah rekening valas melonjak tajam, namun nilai simpanannya hanya naik tipis karena didominasi nasabah ritel

Permintaan PLTS Atap Terus Meningkat di Tahun Ini
| Senin, 13 April 2026 | 06:37 WIB

Permintaan PLTS Atap Terus Meningkat di Tahun Ini

Tren bisnis panel surya saat ini tengah mengalami peningkatan, sejalan membaiknya kesadaran pasar terhadap kebutuhan energi alternatif

Okupansi Hotel DFAM Tertekan Tiket Pesawat
| Senin, 13 April 2026 | 06:34 WIB

Okupansi Hotel DFAM Tertekan Tiket Pesawat

Manajemen DFAM menargetkan tingkat okupansi hotel berada di kisaran 65%–70% di sepanjang tahun 2026.

Donggi Senoro Siap Pasok Pasar Domestik
| Senin, 13 April 2026 | 06:30 WIB

Donggi Senoro Siap Pasok Pasar Domestik

Sepanjang 2025 lalu, DSLNG memasok delapan kargo LNG ke pasar domestik. Permintaan ini berasal dari PT Perusahaan Gas Negara dan PT PLN (Persero).

Bank Swasta Tetap Tambah Kantor Baru
| Senin, 13 April 2026 | 06:30 WIB

Bank Swasta Tetap Tambah Kantor Baru

Meski transaksi digital meningkat, bank swasta tetap menambah kantor cabang karena nilai transaksinya masih besar

 Urgensi Badan Usaha Khusus di RUU Migas
| Senin, 13 April 2026 | 06:25 WIB

Urgensi Badan Usaha Khusus di RUU Migas

Pembahasan RUU Migas mendesak dituntaskan demi ketahanan energi nasional yang masih rentah pengaruh global dan kepastian investasi

Margin Bunga Tergerus, Non-Bunga Topang Laba
| Senin, 13 April 2026 | 06:20 WIB

Margin Bunga Tergerus, Non-Bunga Topang Laba

Pertumbuhan laba bank-bank besar per Februari 2026 ditopang non-bunga di tengah melemahnya pendapatan bunga bersih.

Dilema Ambisi Program Mandatori Biodiesel B50
| Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Dilema Ambisi Program Mandatori Biodiesel B50

Impementasi mandatori biodiesel B50 bisa menggerus pendapatan negara dari ekspot CPO dan pendapatan petani sawit karena penurunan harga TBS

11 Juta Orang Kaya Turun Kelas, Ekonomi RI Terancam
| Senin, 13 April 2026 | 06:08 WIB

11 Juta Orang Kaya Turun Kelas, Ekonomi RI Terancam

Merosotnya 11 juta kelas menengah bawah jadi sinyal bahaya ekonomi RI. Cari tahu penyebab utama dan dampaknya bagi Anda.

Rupiah Berada di Kondisi Uncharted Territory, Apa Artinya?
| Senin, 13 April 2026 | 05:55 WIB

Rupiah Berada di Kondisi Uncharted Territory, Apa Artinya?

Rupiah ditutup melemah 0,08% ke Rp 17.104. Analis sebut ini 'uncharted territory'. Cek proyeksi terbaru rupiah Senin ini!

INDEKS BERITA

Terpopuler