AP II dan RNI Menggenjot Proyek Properti Komersial

Selasa, 16 April 2019 | 09:01 WIB
AP II dan RNI Menggenjot Proyek Properti Komersial
[]
Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah badan usaha milik negara mulai ekspansi di luar bisnis inti yang dijalani selama ini. Salah satu sektor yang memikat BUMN untuk melebarkan sayap bisnisnya adalah properti.

Misalnya PT Angkasa Pura II, melalui anak usahanya, PT Angkasa Pura Propertindo (APP), mereka terus menggali peluang bisnis di sektor properti komersial. Anak perusahaan yang berdiri pada 7 Oktober 2016 itu bertekad mendukung kinerja induknya dari lini bisnis properti.

Saat ini, Angkasa Pura Propertindo sudah mengembangkan dan mengelola hotel di Terminal Bandara Kualanamu Medan. "Selanjutnya, kami akan mengembangkan hotel di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta," ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura Propertindo, Wisnu Raharjo kepada KONTAN, Jumat (12/4) pekan lalu.

Saat ini, fondasi hotel di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai investasi Rp 300 miliar itu sudah dibangun. Wisnu bilang, soft opening bakal dilakukan pada Januari 2020 mendatang. Selain membangun hotel sendiri, AP Propertindo berencana mengakuisisi hotel di Jakarta yang akan difungsikan sebagai kantor satelit AP II.

Pasalnya, masih ada sisa anggaran Rp 300 miliar dari total belanja modal tahun ini sebesar Rp 600 miliar. AP Propertindo akan menggunakan separuh dari dana itu untuk membangun hotel.

Tahun depan, Wisnu mengungkapkan, AP Propertindo juga berencana mengembangkan hotel di Bandara Minangkabau Padan, dan Bandara di Banyuwangi. Bukan hanya itu, mulai tahun 2020 mendatang, AP Propertindo siap merambah bisnis properti perumahan tapak sembari menunggu hasil pemilu. "Target pembelinya adalah karyawan Angkasa Pura II yang saat ini jumlahnya sudah sekitar 8.000 orang," tambah dia.

Wisnu memastikan, bakal perumahan itu berlokasi di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Saat ini, manajemen masih dalam tahap survei lokasi.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga terus menggenjot lini usaha properti. Tahun ini, mereka akan menggarap dua proyek baru. Sebelumnya, RNI telah menggarap proyek properti Waskita Rajawali Tower di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan, dua proyek yang akan dikerjakan selanjutnya adalah proyek properti di Mega Kuningan dan Pancoran. "Kuningan luas lahan 1,4 hektare dan di Pancoran 5,4 ha," kata dia kepada KONTAN, Minggu (14/4).

Kini, kedua proyek itu sudah memasuki proses perizinan. Didik berharap, pada akhir 2019 proyek di Mega Kuningan bisa dimulai. "Paling telat triwulan I 2020," harap dia.

Adapun proyek RNI di Mega Kuningan memanfaatkan aset yang sekarang digunakan sebagai kantor pusat. Di proyek ini, RNI masih tahap penjajakan kepada calon penyewa. Proyek dengan luas lahan 1,4 ha itu diperkirakan bakal menelan investasi sebesar Rp 2,5 triliun.

Bagikan

Berita Terbaru

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 16:06 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik

Nilai tukar rupiah yang terus melemah menyebabkan biaya piknik warga Indonesia ke luar negeri semakin mahal.

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:51 WIB

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif

Pemerintah memberikan fasilitas perpajakan yang lebih menarik untuk DHE SDA dibandingkan instrumen investasi reguler

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:27 WIB

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin

ZONE menyiapkan capex sebesar Rp 21 miliar pada tahun 2026untuk ekspansi jaringan ritel, revitalisasi gerai, dan peningkatan kapasitas manufaktur.

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:18 WIB

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar

Target capex tahun ini meningkat dibandingkan realisasi belanja modal sepanjang 2025 yang mencapai Rp 202,5 miliar.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun

Dana hasil IPO itu digunakan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)untuk mendukung pengembangan tambang emas Pani di Gorontalo. 

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:59 WIB

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyiapkan jumbo dana untuk melunasi kewajiban obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo. 

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:53 WIB

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo

Jumlah dana yang akan diterima PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dari rights issue sebanyaknya Rp 3,6 triliun.

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:44 WIB

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi

Transformasi bisnis akan diikuti divestasi sejumlah aset untuk produksi makanan bayi, termasuk yang diperoleh dari hasil IPO.

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:36 WIB

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu

Normalisasi harga minyak dunia berpotensi mempengaruhi kelangsungan usaha emiten-emiten produsen minyak dan gas (migas). 

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:31 WIB

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik

Risiko berinvestasi di Indonesia semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah semakin terkapar.

INDEKS BERITA

Terpopuler