Asing Siap Investasi Rp 45 Triliun di IKN Nusantara

Selasa, 11 Juni 2024 | 05:45 WIB
Asing Siap Investasi Rp 45 Triliun di IKN Nusantara
[ILUSTRASI. Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.]
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mendapatkan perhatian para investor, termasuk pemodal asing. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengklaim sudah mendapatkan tambahan komitmen investasi untuk pembangunan IKN yang hingga kini terus dikebut.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono menyatakan sudah ada sejumlah komitmen investasi di IKN dari sembilan perusahaan. Jumlah tersebut sudah termasuk investor asing yang berasal dari tiga negara, yakni Malaysia, China dan Uni Emirat Arab (UEA). Total nilai indikasi investasi dari perusahaan tersebut sebesar
Rp 45 triliun.

"Mereka sedang melakukan feasibility study (studi kelayakan) sebagai tahapan investasi," kata Agung  usai Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin (10/6).
Adapun investasi baru tersebut nantinya untuk membangun beberapa proyek di sektor perumahan dan energi baru terbarukan di area IKN. Untuk skema investasinya, menurut Agung, adalah kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Klaimnya, hasil komitmen investasi tersebut meliputi  minat, komitmen hingga tahap eksekusi dari para investor tersebut.

Alhasil, kata Agung, secara total nilai investasi di IKN saat ini sudah mencapai Rp 51,3 triliun. Nilai investasi tersebut berasal dari investasi dari pihak swasta.
Otorita IKN memastikan seluruh investor yang tercatat sudah mendapatkan surat keputusan (SK) pembebasan lahan. "Secara total investasi di IKN ini terus berjalan maju," klaimnya.

Sebelumnya, Otorita IKN menargetkan bisa menarik investasi besar, yakni Rp 100 triliun pada tahun 2024. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono berharap target investasi tersebut dapat diraih dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memberikan kepastian status tanah di IKN.

Pasalnya, Basuki melihat saat ini hambatan untuk menarik investasi di IKN adalah status lahan yang dinilai masih tidak jelas. Untuk saat ini, investor yang telah menanamkan modal di IKN hanya mengantongi status hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan (HPL).
Maka ada rencana dari pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan tersebut dengan meningkatkan status lahan, misalnya menjadi HGB murni atau diperpanjang.
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pengelola GBK Inventarisasi Aset-Aset Eks Hotel Sultan
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:35 WIB

Pengelola GBK Inventarisasi Aset-Aset Eks Hotel Sultan

Danantara membuka peluang untuk mengembangkan kawasan GBK milik Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).​

Hati-Hati, Masih Rawan Terkoreksi, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:31 WIB

Hati-Hati, Masih Rawan Terkoreksi, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini

Meski IHSG menguat, beberapa analis memproyeksikan potensi koreksi. Ketahui level support dan resistance hari ini.

Pajak E-Commerce Dorong Kas Negara
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:30 WIB

Pajak E-Commerce Dorong Kas Negara

Pemerintah akan memungut PPh 0,5% dari omzet pedagang online via marketplace mulai 1 Juli 2026.       

Pemerintah Bahas Formulasi Harga Gas
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:20 WIB

Pemerintah Bahas Formulasi Harga Gas

Bahlil mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan formulasi harga yang lebih ideal.

Pemerintah Koreksi Anggaran Jumbo MBG
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:15 WIB

Pemerintah Koreksi Anggaran Jumbo MBG

Pemerintah akhirnya memangkas anggaran jumbo program makan bergizi gratis (MBG) hingga Rp 50 triliun tahun ini.

Kejagung Susun Pedoman Penundaan Tuntutan Korporasi
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:15 WIB

Kejagung Susun Pedoman Penundaan Tuntutan Korporasi

Setelah KUHP berlaku efektif, dunia usaha masih menantikan kepastian implementasi pertanggungjawaban pidana korporasi.

Pemulangan Jemaah Haji Capai 76%
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:00 WIB

Pemulangan Jemaah Haji Capai 76%

Pemulangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, masih terus berlangsung.

PFII Butuh Kredibilitas, Bukan Sekadar Insentif
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:00 WIB

PFII Butuh Kredibilitas, Bukan Sekadar Insentif

Pemerintah dorong PFII, namun ekonom ingatkan risiko perpajakan global.                                 

Pembelajaran dari Fluktuasi Rupiah
| Jumat, 26 Juni 2026 | 04:57 WIB

Pembelajaran dari Fluktuasi Rupiah

Meski untuk waktu sekarang belum lazim, local currency transaction (LCT) di pasar finansial perlu diinisiasi sejak dini.

Prediksi IHSG Jumat (26/6): Lanjutkan Penguatan atau Rawan Koreksi Tajam?
| Jumat, 26 Juni 2026 | 04:50 WIB

Prediksi IHSG Jumat (26/6): Lanjutkan Penguatan atau Rawan Koreksi Tajam?

IHSG masih tercatat turun 2,81% dalam sepekan terakhir. IHSG mengakumulasi pelemahan 30,62% sejak awal tahun.

INDEKS BERITA

Terpopuler