Aturan Sedikit Diperlonggar, Penurunan Harga Rumah Baru di Desember Melambat

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:46 WIB
Aturan Sedikit Diperlonggar, Penurunan Harga Rumah Baru di Desember Melambat
[ILUSTRASI. Logo pengembang Shimao Group, dekat Shimao Tower di Shanghai, China, 13 Januari 2022. REUTERS/Aly Song]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Penurunan harga rumah baru di China pada Desember melambat dibandingkan bulan sebelumnya, demikian terlihat dari data resmi yang terbit pada Sabtu. Permintaan mulai stabil sejalan dengan aturan pembiayaan yang sedikit diperlonggar dan kegiatan promosi pengembang properti.

Rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar di China turun 0,2% pada Desember dari bulan sebelumnya, lebih lambat dari penurunan sebesar 0,3% yang terjadi pada November, menurut perhitungan Reuters dari data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS).

Pasar properti China telah melambat sejak Juni 2021 karena Upaya pemerintah melakukan deleveraging sektor properti menahan laju pasar properti China sejak Juni 2021. Pengetatan aturan pinjaman menyebabkan banyak pengembang terancam default.

Permintaan sedikit pulih setelah otoritas dan pengembang properti di beberapa kota memperkenalkan langkah-langkah pada bulan Desember untuk meningkatkan penjualan rumah. Pemerintah daerah memberikan subsidi untuk pembeli dan perusahaan real estat menawarkan diskon.

Baca Juga: Restrukturisasi Bisnis Menekan Laba Bersih Citigroup Inc di Kuartal Keempat

Harga bulanan meningkat di 15 dari 70 kota, naik dari sembilan kota yang melaporkan kenaikan harga di bulan November.

"Pasar properti secara bertahap pulih dari titik terendahnya, dengan berakhirnya periode kredit ketat," kata Zhang Dawei, kepala analis di agen properti Centaline. Kota tingkat pertama dan kedua akan menjadi yang pertama muncul dari penurunan harga, katanya.

Harga rumah baru naik 2,6% tahun ke tahun di bulan Desember, lebih lambat dari pertumbuhan 3,0% yang tercatat di bulan November. 

Dalam catatan baru-baru ini, analis Oxford Economics memperkirakan otoritas pusat dan lokal akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah pengembang properti mengalami default.

Baca Juga: Analis: Penghentian Ekspor Bauksit dan Konsentrat Tembaga Tak Ganggu Kinerja Emiten

Kebijakan yang diambil seperti meningkatkan kredit ke sektor ini dan mengubah aturan "tiga garis merah" yang merupakan kebijakan ekstra ketat untuk mengekang penyaluran pinjaman ke sektor properti.

Perpanjangan pembayaran yang diberikan pemegang obligasi kepada Evergrande Group datang karena pihak berwenang semakin menekankan perlunya menjaga stabilitas ekonomi.

Yan Yuejin, direktur riset E-house China Research and Development Institute yang berbasis di Shanghai mengatakan dia memperkirakan kebijakan properti akan terus mereda pada kuartal pertama mengingat dampak ekonomi yang besar dari pasar real estat.

"Data Desember adalah tanda positif, menunjukkan harga rumah tidak jatuh lebih jauh."

Bagikan

Berita Terbaru

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

Bahas Nasib Martabe, Rosan Bertemu Agincourt
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:06 WIB

Bahas Nasib Martabe, Rosan Bertemu Agincourt

Rosan menyebutkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, telah menerapkan langkah lanjutan. Namun tidak terbatas pada pengkajian

Mayora Bangun Ekosistem Daur Ulang di IKN
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:03 WIB

Mayora Bangun Ekosistem Daur Ulang di IKN

Selama lebih dari lima tahun, GESN telah mengumpulkan lebih dari 50.000 ton botol plastik PET pascakonsumsi dengan melibatkan puluhan mitra

INDEKS BERITA

Terpopuler