Bank Sentral Menghadapi Kendala dalam Memerangi Perubahan Iklim

Rabu, 24 Maret 2021 | 21:17 WIB
Bank Sentral Menghadapi Kendala dalam Memerangi Perubahan Iklim
[ILUSTRASI. Kantor pusat European Central Bank (ECB) terbalut sinar logo euro di Frankfurt, Jerman, 12 Maret 2016. EUTERS/Kai Pfaffenbach/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Otoritas moneter sedunia tengah menghadapi dilema. Di satu sisi, bank sentral memikul peran untuk ikut memerangi ancaman perubahan iklim. Namun di sisi lain, melakukan peran itu membuatuhkan biaya yang mahal di masa kini. Jadi, bank sentral memilih untuk melakukan tindakan yang bertahap dan hati-hati, demikian pernyataan Network for Greening the Financial System, Rabu (24/3).

Dengan perubahan iklim yang meningkatkan risiko terhadap stabilitas keuangan, bank sentral sedang memeriksa peran mereka sendiri dalam mendorong transformasi dan pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan berbagai opsi yang melibatkan pinjaman, pembelian aset, dan aturan jaminan.

Tetapi semua perubahan potensial menghalangi efektivitas kebijakan moneter, meningkatkan risiko atau menjalankan kelayakan operasional, demikian pernyataan organisasi yang memiliki 89 anggota, termasuk Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang.

Baca Juga: Gubernur The Fed: Aset kripto lebih merupakan aset untuk spekulasi

Karena kerumitan ini, kelompok tersebut sejauh ini gagal mencapai konsensus untuk tindakan kebijakan. Karena itu, kelompok tersebut merekomendasikan langkah-langkah awal namun bertahap dan hati-hati, katanya dalam sebuah laporan.

“Pilihan yang paling tidak menantang untuk dioperasionalkan adalah yang paling tidak canggih dalam hal menangani risiko terkait iklim,” demikian pernyataan Network for Greening the Financial System.

“Karena ketidakpastian yang meningkat seputar waktu yang tepat dan besarnya materialisasi risiko terkait iklim, kebijakan yang optimal bagi banyak bank sentral kemungkinan besar adalah mengadopsi langkah-langkah perlindungan risiko berjaga-jaga secara bertahap, dapat diprediksi, dan berjaga-jaga.”

Baca Juga: Gubernur Bank Sentral Inggris Ingin UU yang Wajibkan Google Menindak Penipuan Online

Namun, jaringan itu menilai kebutuhan untuk melakukan tindakan dini lebih penting daripada ketersediaan data yang lebih andal. Kelompok itu pun menyarankan pembuat kebijakan moneter untuk mempertimbangkan penggunaan metrik yang normatif tentang perubahan iklim, yang tidak terkait dengan urusan keuangan sebagai titik awal yang "pragmatis."

Membatasi ketersediaan kredit untuk beberapa mungkin memiliki dampak negatif terbesar pada efektivitas kebijakan moneter. Sementara penyesuaian aturan agunan bisa jadi sulit untuk dilakukan secara operasional. Pembelian aset yang berharga miring juga akan mengalami kesulitan di salah satu dari dua area ini.

“Meningkatkan pengungkapan data yang relevan dengan iklim adalah masalah kebijakan yang melintasi banyak opsi potensial, sementara persyaratan pengungkapan dapat dirancang oleh bank sentral tergantung pada tanggung jawab masing-masing dalam yurisdiksi mereka,” tambah grup tersebut.

Selanjutnya: Nilai wajar rupiah di tengah kenaikan yield US Treasury

 

Bagikan

Berita Terbaru

MSCI Sentil Free Float, Kredibilitas Bursa Efek Indonesia Jadi Taruhan
| Kamis, 29 Januari 2026 | 19:36 WIB

MSCI Sentil Free Float, Kredibilitas Bursa Efek Indonesia Jadi Taruhan

MSCI frontal menyatakan bahwa pasar modal Indonesia tidak memberikan transparansi perihal data free float dan struktur kepemilikan saham.

Indonesia Terancam Masuk Frontier Market MSCI, Ibarat Turun ke Seri C di Liga Italia
| Kamis, 29 Januari 2026 | 19:24 WIB

Indonesia Terancam Masuk Frontier Market MSCI, Ibarat Turun ke Seri C di Liga Italia

MSCI meminta otoritas bursa saham Indonesia untuk menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih detail, transparan, dan andal.

Sudah Masuk Pasar Modal, Danantara Atur Ulang Portofolio Investasi Pasca Putusan MSCI
| Kamis, 29 Januari 2026 | 14:01 WIB

Sudah Masuk Pasar Modal, Danantara Atur Ulang Portofolio Investasi Pasca Putusan MSCI

CIO Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir merespons keputusan MSCI sudah sangat tepat menekankan pada transparansi, keterbukaan, dan likuiditas.

Perubahan Batas Minimum Free Float, Simak Kata Emiten dan Pelaku Pasar
| Kamis, 29 Januari 2026 | 11:00 WIB

Perubahan Batas Minimum Free Float, Simak Kata Emiten dan Pelaku Pasar

Investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham yang tertera dalam Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI maupun BEI.

Sebanyak 43 Saham LQ45 Berdarah-darah, DSSA dan EXCL Pimpin Kejatuhan
| Kamis, 29 Januari 2026 | 08:50 WIB

Sebanyak 43 Saham LQ45 Berdarah-darah, DSSA dan EXCL Pimpin Kejatuhan

Hanya ada dua emiten LQ45 yang mampu menghijau kala efek keputusan MSCI menghantam IHSG: INDF dan MDKA.

Efek Pembekuan MSCI, Investor Disarankan Fokus ke Saham Penyebar Dividen
| Kamis, 29 Januari 2026 | 08:28 WIB

Efek Pembekuan MSCI, Investor Disarankan Fokus ke Saham Penyebar Dividen

Keputusan MSCI bikin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk dan asing net sell Rp 6,17 triliun sehari.

Menakar Prospek Saham HRTA di Tengah Ambruknya IHSG & Rekor All Time High Harga Emas
| Kamis, 29 Januari 2026 | 08:23 WIB

Menakar Prospek Saham HRTA di Tengah Ambruknya IHSG & Rekor All Time High Harga Emas

Pada 2026 volume penjualan emas HRTA diperkirakan naik menjadi 20,6 ton atau tumbuh 5% secara tahunan.

Tugas 22 Pejabat Baru Bea Cukai di Depan Mata
| Kamis, 29 Januari 2026 | 08:16 WIB

Tugas 22 Pejabat Baru Bea Cukai di Depan Mata

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 22 pejabat baru Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rabu (28/1)

Chandra Asri Pacific (TPIA) Operasikan Anak Usaha Untuk Layanan Back Office
| Kamis, 29 Januari 2026 | 08:14 WIB

Chandra Asri Pacific (TPIA) Operasikan Anak Usaha Untuk Layanan Back Office

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengoperasikan PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS) sebagai shared service center (SSC).

Pengendali Techno9 Indonesia (NINE) Tuntaskan Penawaran Tender Wajib
| Kamis, 29 Januari 2026 | 08:11 WIB

Pengendali Techno9 Indonesia (NINE) Tuntaskan Penawaran Tender Wajib

PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) resmi mengumumkan hasil akhir dari proses penawaran tender wajib yang dilakukan oleh PT Poh Investments Indonesia.

INDEKS BERITA

Terpopuler