Banyak Emiten Rights Issue, Cermat Saat Ingin Eksekusi

Selasa, 15 Februari 2022 | 04:00 WIB
Banyak Emiten Rights Issue, Cermat Saat Ingin Eksekusi
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2022 akan diramaikan dengan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Emiten perbankan paling banyak yang rights issue. Ini karena perbankan perlu menguatkan modal guna memenuhi tenggat waktu aturan modal inti minimum Rp 3 triliun di 2022.

Sejumlah emiten bank yang akan rights issue tahun ini antara lain PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) serta PT Bank Ganesha Tbk (BGTG). 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) misalnya akan menerbitkan 925 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 1.000 pada Maret 2022. Target dana yang dibidik Rp 925 miliar. Selanjutnya ada PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) akan rights issue.

Baca Juga: MNC Energy Investments (IATA) Segera Gelar Right Issue, Simak Prospeknya

Equity Research Analyst MNC Sekuritas Rifqi Ramadhan menyebut, rights issue positif bagi emiten untuk meningkatkan ekuitas dan menjaga likuiditas. Prospek kinerja emiten setelah rights issue bergantung dari alokasi penggunaan dana yang dijaring.

Emiten perbankan menggelar rights issue untuk memenuhi modal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kami memandang baik tujuan rights issue, mengingat dana yang didapat untuk ekspansi," kata Rifqi.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menambahkan, perbankan juga menargetkan penyaluran kredit naik 7,5% secara tahunan tahun ini. "Ini jadi katalis positif untuk kinerja keuangan perusahaan ke depannya," ujar dia. 

Lalu ABBA mengalokasikan 10% dana hasil rights issue untuk modal kerja dan 56% untuk investasi di sektor teknologi. Dus, aksi penawaran saham baru ABBA dianggap prospektif.

Rifqi juga memandang, rights issue IATA baik, karena dana dialokasikan untuk transformasi bisnis dari transportasi ke sektor energi. "Bisnis energi sedang diuntungkan berkat kenaikan harga komoditas," imbuh dia.

Baca Juga: Ini Jurus Bank Amar (AMAR) Penuhi Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menyoroti, saat ini rights issue menjadi cara emiten mendapatkan dana yang tak dikenakan beban bunga. "Sehingga ini jadi hal baik," kata dia.

Aksi rights issue akan menjadi sentimen positif, misalnya bagi BJBR yang akan menggunakan dana untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit. Seiring membaiknya ekonomi, BJBR makin berani memberikan kredit. 

Di sisi lain, kian banyak kreditur akan membutuhkan dana ekspansi bisnis. "Ditambah The Fed akan menaikkan bunga pada tahun ini sebanyak tiga-empat kali, yang akan membuat margin perbankan semakin menarik," sebut Andhika. 

Rights issue perlu dicermati pelaku pasar agar mendatangkan manfaat. Menurut Andhika, ada tiga hal yang perlu dicermati investor. Pertama, keberadaan standby buyer dan identitasnya. 

Menurut Rifqi, standby buyer menjadi hal yang penting. Standby buyer berpotensi menjadi salah satu pemegang saham mayoritas di kemudian hari, yang akan menentukan kebijakan bisnis emiten bersangkutan. "Standby buyers idealnya memiliki bisnis solid,," kata dia.

Kedua, investor perlu menghitung harga teoritis ketika emiten rights issue. Ketiga, cermati prospektus untuk mengetahui rencana penggunaan dana. 

Valdy menyarankan, investor yang ingin mengeksekusi rights yang dimiliki mesti mencermati tujuan penggunaan dana yang didapat. Investor juga harus mempertimbangkan harga penebusan dan harga pasar di periode penebusan. "Yang terakhir pastikan pemegang saham memiliki dana yang cukup," ujar Valdy. 

Baca Juga: Merdeka Copper (MDKA) Kucurkan US$ 50 Juta ke Perusahaan Afiliasi, Intip Penggunannya

Bagikan

Berita Terbaru

Didera Banyak Sentimen, Menakar Sejauh Mana Harga Emas Bakal Surut
| Selasa, 03 Februari 2026 | 09:05 WIB

Didera Banyak Sentimen, Menakar Sejauh Mana Harga Emas Bakal Surut

Penurunan harga emas saat ini bisa dipandang sebagai fase reset harga yang justru membuka peluang akumulasi bertahap.

IHSG Merah tapi Saham AADI Justru Melejit 6,25%! Ini Pemicunya
| Selasa, 03 Februari 2026 | 08:35 WIB

IHSG Merah tapi Saham AADI Justru Melejit 6,25%! Ini Pemicunya

Apabila IHSG terus melanjutkan tren pelemahannya, bukan mustahil gravitasi pasar akan menarik pergerakan AADI ke bawah.

Harga Timah Bergairah, Prospek TINS Cerah
| Selasa, 03 Februari 2026 | 08:06 WIB

Harga Timah Bergairah, Prospek TINS Cerah

Lonjakan signifikan harga timah dunia berpotensi jadi katalis positif bagi kinerja emiten produsen komoditas tersebut yakni PT Timah Tbk (TINS).

Rights Issue INET Senilai Rp 3,2 Triliun Oversubscribed
| Selasa, 03 Februari 2026 | 08:02 WIB

Rights Issue INET Senilai Rp 3,2 Triliun Oversubscribed

Dalam rights issue, ada 99,3% pemegang HMETD PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang melaksanakan haknya. 

Rogoh Kocek Rp 300 Miliar, Sarana Menara Nusantar (TOWR) Siap Buyback Saham
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:55 WIB

Rogoh Kocek Rp 300 Miliar, Sarana Menara Nusantar (TOWR) Siap Buyback Saham

Aksi korporasi ini akan menggunakan dana internal perusahaan dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan sumber pendanaan yang cukup.​  

Harga Emas Luntur, Saham Emiten Babak Belur
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:49 WIB

Harga Emas Luntur, Saham Emiten Babak Belur

Penurunan harga emas membuat mayoritas saham emas terkoreksi tajam pada perdagangan saham Senin (2/2).

Jual-Beli Investor Asing di Saham GOTO yang Minim Imbas Isu MSCI, Blackrock Akumulasi
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:27 WIB

Jual-Beli Investor Asing di Saham GOTO yang Minim Imbas Isu MSCI, Blackrock Akumulasi

 tanpa adanya katalis segar, pergerakan GOTO cenderung akan mengalami konsolidasi dengan volatilitas yang tinggi.

Saat IHSG Tertekan, Emiten Penghuni IDXBUMN20 Masih Relatif Bertahan
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:13 WIB

Saat IHSG Tertekan, Emiten Penghuni IDXBUMN20 Masih Relatif Bertahan

Emiten pelat merah relatif bebas dari perkara yang dipersoalkan oleh Morgan Stanley Capital International.

Ekspor Mobil Indonesia Ngebut di Tahun 2025
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:07 WIB

Ekspor Mobil Indonesia Ngebut di Tahun 2025

Data Gaikindo memperlihatkan pengiriman mobil utuh atau completely built up (CBU) mencapai 518.212 unit, naik 9,7% secara tahunan.

Penjualan Delta Giri Wacana (DGWG) Mencatat Rekor di Tahun 2025
| Selasa, 03 Februari 2026 | 06:58 WIB

Penjualan Delta Giri Wacana (DGWG) Mencatat Rekor di Tahun 2025

Peningkatan kinerja ini merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor eksternal dan internal yang dikelola secara optimal oleh manajemen DGWG.

INDEKS BERITA

Terpopuler