Banyak Katalis Positif untuk Rupiah Hari Ini (17/1)

Senin, 17 Januari 2022 | 05:15 WIB
Banyak Katalis Positif untuk Rupiah Hari Ini (17/1)
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rilis data neraca dagang dalam negeri berpotensi menopang pergerakan nilai tukar rupiah hari ini. Syaratnya, neraca dagang Indonesia kembali surplus.

Pelaku pasar tampaknya cukup optimistis neraca dagang Indonesia bakal surplus. "Rupiah berpotensi menguat karena neraca perdagangan Desember berpotensi surplus US$ 3 miliar, tersokong harga batubara dan CPO yang masih tinggi," kata Ahmad Mikail Zaini Ekonom Sucor Sekuritas, Jumat (14/1).

Apalagi, data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang dirilis akhir pekan lalu menurun. Penjualan ritel AS di Desember turun 1,9%, lebih buruk dari realisasi bulan sebelumnya, yang turun 0,2%

"Data ekonomi AS yang kurang baik memicu ekspektasi The Fed akan menunda pengakhiran stimulus moneter, sehingga dollar AS cenderung menurun dan rupiah bisa menguat," kata Andian Wijaya, Analis Monex Investindo Futures.

Andian memprediksi kurs rupiah hari ini bergerak antara Rp 14.270-Rp 14.400. Sementara, Mikail menghitung, rentang pergerakan rupiah hari ini di  Rp 14.220-Rp 14.260 per dollar AS.

Jumat lalu (14/1), kurs spot rupiah melemah 0,01% ke Rp 14.296.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Komoditas Terus Mendaki, Prospek Emiten Tembaga Semakin Cerah
| Kamis, 10 September 2026 | 08:39 WIB

Harga Komoditas Terus Mendaki, Prospek Emiten Tembaga Semakin Cerah

Prospek emiten tembaga di pengujung tahun 2026 semakin cerah. Hal ini seiring tren harga tembaga di pasar global yang masih terus mendaki. ​

Tiga Investor Baru Siap Bercokol di KEK Kendal
| Kamis, 10 September 2026 | 08:36 WIB

Tiga Investor Baru Siap Bercokol di KEK Kendal

Ketiganya adalah  Anhui Anli Materials Technology Co Ltd, Zhejiang Tongli Clothing Co Ltd serta PT Padimas Surya Makmur.

Tiga Investor Baru Siap Bercokol di KEK Kendal
| Kamis, 10 September 2026 | 08:36 WIB

Tiga Investor Baru Siap Bercokol di KEK Kendal

Ketiganya adalah  Anhui Anli Materials Technology Co Ltd, Zhejiang Tongli Clothing Co Ltd serta PT Padimas Surya Makmur.

OJK Segera Terbitkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
| Kamis, 10 September 2026 | 08:28 WIB

OJK Segera Terbitkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

OJK menargetkan, POJK BMKS bisa diterbitkan pada 17 September 2026. Ada dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang tengah disiapkan.​

Normalisasi Stok, Kinerja SIDO Baru Akan Pulih Tahun Depan
| Kamis, 10 September 2026 | 08:27 WIB

Normalisasi Stok, Kinerja SIDO Baru Akan Pulih Tahun Depan

SIDO sedang menjalani proses pemulihan kinerja keuangan usai terjadi normalisasi stok pada awal tahun 2026

Potensi Penguatan Terbatas
| Kamis, 10 September 2026 | 08:23 WIB

Potensi Penguatan Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas pada perdagangan Kamis (10/9)

Akses Pendanaan Hijau untuk Proyek EBT Kencana Energi Terbuka, Simak Prospek KEEN
| Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Akses Pendanaan Hijau untuk Proyek EBT Kencana Energi Terbuka, Simak Prospek KEEN

PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap cuaca yang bisa memengaruhi kinerja keuangannya.

Rasio Utang Pemerintah Lampaui 40% PDB di 2027
| Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Rasio Utang Pemerintah Lampaui 40% PDB di 2027

Kemkeu menargetkan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 40,31%-40,64% pada 202

Bakal Akuisisi Perusahaan Migas, Saham PIPA Masih Menarik untuk Dikoleksi?
| Kamis, 10 September 2026 | 08:11 WIB

Bakal Akuisisi Perusahaan Migas, Saham PIPA Masih Menarik untuk Dikoleksi?

Aztech memiliki kontrak strategis dengan Pertamina dengan proyeksi pendapatan sekitar Rp 250 miliar per tahun dan margin EBITDA mencapai 60%.

Waspada Efek dari Rencana Menarik Dana Menganggur Pemda
| Kamis, 10 September 2026 | 08:06 WIB

Waspada Efek dari Rencana Menarik Dana Menganggur Pemda

Nilai dana yang mengendap pemda di perbankan daerah diproyeksi mencapai sekitar Rp 100 triliun      

INDEKS BERITA

Terpopuler