Batasi Pasokan Teknologi ke Rusia dan Belarusia, AS Perluas Daftar Hitam

Sabtu, 02 April 2022 | 10:49 WIB
Batasi Pasokan Teknologi ke Rusia dan Belarusia, AS Perluas Daftar Hitam
[ILUSTRASI. Pengunjuk rasa menentang invasi Rusia di depan Gedung Putih, Washington, AS., 6 Maret 2022. REUTERS/Sarah Silbiger]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Jumat mengumumkan babak baru pembatasan ekspor terhadap Rusia dan Belarusia, dengan menambahkan 120 entitas, ke dalam daftar entitas yang terlarang menerima teknologi vital. Sebagian besar dari nama yang baru tercatat itu merupakan perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer Rusia.

Penambahan daftar yang dikelola Kementerian Perdagangan AS itu mengikuti tindakan serupa yang diambil administrasi Joe Biden untuk melemahkan Presiden Vladimir mengizinkan militer negerinya menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Kementerian Perdagangan AS menyatakan perluasan daftar itu bertujuan untuk "menurunkan pertahanan Rusia dan Belarusia, kedirgantaraan, maritim, dan sektor strategis lainnya sebagai tanggapan atas serangan brutal Rusia terhadap kedaulatan Ukraina.

Baca Juga: Ukraina Pukul Mundur Pasukan Rusia di Sekitar Kyiv, Rebut Kembali Beberapa Kota

Gedung Putih berpendapat pembatasan pasokan akan membantu mencegah teknologi dan perangkat lunak mencapai sektor militer di Rusia dan Belarus. 

"Pihak-pihak ini secara efektif terputus dari masukan yang diperlukan untuk mempertahankan perang Putin," kata Menteri Perdagangan Gina Raimondo dalam pernyataan.

Kontrol bergantung pada perluasan dramatis dari apa yang disebut Foreign Direct Product Rule, memaksa perusahaan yang membuat barang berteknologi tinggi dan rendah di luar negeri dengan alat AS untuk mencari lisensi dari AS sebelum dikirim ke Rusia.

Langkah-langkah tersebut juga menginstruksikan Kementerian Perdagangan AS untuk menolak hampir semua permintaan lisensi tersebut.

Secara total, Kementerian Perdagangan telah menambahkan 260 entitas ke daftar entitas sebagai tanggapan atas invasi Ukraina, yang disebut Rusia sebagai "operasi khusus".

Bagikan

Berita Terbaru

2026 Masih Menantang, Leasing Ambil Sikap Konservatif
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:12 WIB

2026 Masih Menantang, Leasing Ambil Sikap Konservatif

Penjualan otomotif diprediksi belum benar-benar pulih, kendati lebih baik dari 2025. Ini mempengaruhi strategi leasing

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:46 WIB

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan terus dikejar untuk tahap selanjutnya

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi

Hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global.

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:00 WIB

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, berbagi strategi investasi jangka panjang yang fokus pada fundamental dan keberlanjutan kinerja.

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:44 WIB

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini

Tak hanya pergerakan harga minyak global, tetapi kombinasi geopolitikal dan rotasi sektor turut mendorong kinerja harga saham emiten perkapalan.

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

INDEKS BERITA