Beban di Bantargebang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10 WIB
Beban di Bantargebang
[ILUSTRASI. Asnil Bambani Amri (KONTAN/Indra Surya)]
Asnil Bambani | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jika tak ada kebijakan yang progresif, Jakarta selangkah lagi menuju krisis sampah. Tinggi gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hampir separuh Monas. Kondisi ini terbilang kritis, baik karena risiko longsor, kebakaran, maupun pencemaran air tanah.

Pemerintah memang telah menyusun penerapan sistem controlled landfill Bantargebang pada 2027-2029. Pada Agustus 2026 ini, pembatasan sampah yang masuk Bantargebang sudah mulai dilakukan. Hanya sampah kategori residu saja yang boleh masuk, sedangkan sampah organik dan anorganik harus dipilah dari rumah. 

Dengan pemilahan sampah dari rumah, petugas akan mudah menyalurkan sampah anorganik tersebut ke tempat daur ulang bukan ke Bantargebang. Untuk sampah organik dibawa ke tempat pengomposan dan fasilitas budidaya maggot.

Jika berjalan, keputusan ini akan mengubah kebiasaan warga Jakarta. Namun agaknya kurang adil jika membiarkan warga bergerak sendiri. Selayaknya produsen yang menghasilkan sampah ikut turun tangan membantu warga Jakarta.

Apalagi, dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah, sudah ada kewajiban produsen menyusun peta jalan pengurangan sampah. Regulasi berupa prinsip Extended Producer Responsibility (EPR) itu meminta tanggung jawab produsen atas sampah kemasan dan produk mereka di masyarakat.

Dalam prinsip EPR, produsen tidak hanya memasarkan produk, tetapi memastikan kemasannya dikumpulkan, digunakan kembali, atau didaur ulang setelah dikonsumsi. Semakin sulit kemasan didaur ulang, semakin besar tanggung jawab yang ditanggung produsen.

Saat ini, ada banyak sekali merek produk rumah tangga yang sampahnya berserakan di lingkungan. Juga kemasan gelas plastik kopi, baik merek kopi kelas kakap maupun kemasan gelas kopi milik kedai kopi kelas teri. Lantas apa yang telah mereka lakukan atas sampahnya?

Di sinilah peran pemerintah, mendesak produsen bertanggung jawab atas sampahnya. Caranya bisa berbentuk edukasi pilah sampah, mendirikan bank sampah, atau menarik sampahnya. Bisa juga, membantu konsumen memilah sampah di lingkungan terkecil, yaitu rumah. 

Jika sampah Jakarta terpilah, maka 50% sampah organik warga tak harus membebani Bantargebang. Sampah itu bisa jadi kompos atau makanan maggot. 

#BerdampakLestari #BantarGebangDitutup #PengelolaanSampahJakarta #ManajemenSampahKota

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Pemegang Saham Borong Rp 9,6 Miliar, Saham IMPC Layak Dikoleksi?
| Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Pemegang Saham Borong Rp 9,6 Miliar, Saham IMPC Layak Dikoleksi?

Pembelian saham oleh pemegang saham pengendali Tunggal Jaya Investama tersebut merupakan sinyal yang positif dan layak dicermati.

Minyak dan Batubara di Level Tinggi, Saham Energi Mana yang Masih Menarik Dikoleksi?
| Minggu, 13 September 2026 | 16:10 WIB

Minyak dan Batubara di Level Tinggi, Saham Energi Mana yang Masih Menarik Dikoleksi?

MEDC menjadi pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap minyak, sedangkan AADI dan ITMG menarik terhadap harga thermal coal.

Emas Global Anjlok dan Emas Antam Ikut Tertekan, Saatnya Akumulasi Bertahap
| Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Emas Global Anjlok dan Emas Antam Ikut Tertekan, Saatnya Akumulasi Bertahap

Prospek emas Antam masih sangat solid untuk tren jangka panjang, sehingga momentum pelemahan harga saat ini dapat dimanfaatkan oleh investor.

Sudah Dua Dekade Menanti Obligasi Daerah
| Minggu, 13 September 2026 | 09:46 WIB

Sudah Dua Dekade Menanti Obligasi Daerah

Obligasi daerah memaksa disiplin yang selama ini sulit dibangun lewat mekanisme administratif semata.

Langkah Manis Jasa Menemani Lari
| Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

Langkah Manis Jasa Menemani Lari

Di tengah tren lari yang semakin ramai, aktivitas lari bisa menjadi peluang usaha yang mampu memberikan cuan menggiurkan.

 
Emisi Melandai Saat Performa Bisnis Mendaki
| Minggu, 13 September 2026 | 06:20 WIB

Emisi Melandai Saat Performa Bisnis Mendaki

Di tengah tantangan menyeimbangkan profit dan keberlanjutan, Maybank berhasil mencetak pertumbuhan bisnis sekaligus mengurangi emisi karbon.

Bunga Ultra Mikro Makin Murah, Pindar Cari Ruang Baru
| Minggu, 13 September 2026 | 06:15 WIB

Bunga Ultra Mikro Makin Murah, Pindar Cari Ruang Baru

Pembiayaan digital tak lagi hanya berkutat pada kebutuhan konsumsi. Sudah ada modal untuk warung, pertanian, hingga kerajinan.

Bank Makin Gencar Manfaatkan Teknologi Akal Imitasi
| Minggu, 13 September 2026 | 06:15 WIB

Bank Makin Gencar Manfaatkan Teknologi Akal Imitasi

Akal imitasi mulai dipakai bank untuk mempercepat pembukaan rekening, membaca pola transaksi, hingga mendukung pengelolaan risiko.

Mengenal Buah Buni, si Kaya Vitamin C
| Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Mengenal Buah Buni, si Kaya Vitamin C

Di pasar tradisional di Jawa Barat tampak pedagang khusus buah buni menggelar dagangan mereka di trotoar.

Ambisi Proyek Geotermal dan Penolakan Warga
| Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Ambisi Proyek Geotermal dan Penolakan Warga

Pengembangan panas bumi di Indonesia masih menemui banyak tantangan. Salah satunya, penolakan masyarakat sekitar. Kenapa?

INDEKS BERITA

Terpopuler