Bed Occupancy Rate Covid-19 di RS Mitra Keluarga Milik MIKA Melonjak Diatas 90%

Senin, 21 Juni 2021 | 11:44 WIB
Bed Occupancy Rate Covid-19 di RS Mitra Keluarga Milik MIKA Melonjak Diatas 90%
[ILUSTRASI. Suasana pelayanan di RS Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan kasus Covid-19 yang tengah melanda Indonesia membuat daya tampung pasien rumah sakit (RS) di banyak daerah hampir penuh. 

Tak hanya di RS pemerintah, rumah sakit swasta yang menjadi rujukan juga dipenuhi oleh pasien corona. 

Di RS Mitra Keluarga dan Kasih Group misalnya, saat ini bed occupancy rate (BOR) rata-rata sudah mencapai di atas 90%.

"Untuk bed Covid-19 saat ini sangat tinggi okupansinya. Rata-rata semua RS kami full untuk kondisi saat ini. (Okupansinya) rata-rata di atas 90%," kata Aditya Wijaya, Head of Investor Relations PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) saat dihubungi Kontan, Senin (21/6).

Sementara bed occupancy rate pasien non Covid-19 juga cukup tinggi, yakni di kisaran 70%-75%.

RS Mitra Keluarga dan RS Sumber Kasih di bawah bendera Kasih Group, merupakan rumah sakit yang dimiliki oleh MIKA.

Baca Juga: Kinerja Emiten Rumahsakit Melejit, Saham MiKA dan SILO Boleh DIbidik

Aditya menyebut, seluruh RS Mitra Keluarga yang jumlahnya 17 rumah sakit bisa melayani pasien Covid-19. 

Sementara untuk Kasih Group, dari 9 rumah sakit, empat diantaranya bisa merawat pasien Covid-19.

Saat ini secara keseluruhan MIKA sudah menyediakan sekitar 1.250 tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19. 

Namun, melonjaknya jumlah pasien yang terjadi belakangan ini membuat manajemen berencana menambah jumlah bed hingga menjadi 1.400 tempat tidur dalam beberapa hari ke depan.

Kenaikan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS milik MIKA mulai terjadi sejak awal Juni 2021. Lonjakannya, kata Aditya, berlangsung cukup cepat.

"Dalam beberapa hari (terakhir), rata-rata pasien yang kami rawat naik dua hingga empat kali lipat dibanding bulan Mei 2021," ujar Aditya.

Baca Juga: Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) akan bagi dividen Rp 36 per saham

Sebetulnya, pada bulan Mei 2021, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit milik MIKA sempat mengalami penurunan. 

Dus, fasilitas yang tadinya digunakan untuk pasien Covid-19, kembali digunakan sebagai ruang non covid. 

Tapi saat ini, ruangan dan tempat tidur tersebut kembali dikonversi menjadi khusus untuk pasien Covid-19.

Selanjutnya: Lonjakan Harga Saham BFIN Hingga Rekor dan Aksi Jual Tanpa Henti Investor BFI Finance

 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
| Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Implementasi program MBG masih menopang kinerja JPFA, program ini menambah konsumsi ayam nasional secara signifikan di 2026.

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
| Senin, 27 April 2026 | 07:41 WIB

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May

Bursa saham Indonesia tertatih-tatih berjalan. Apakah fenomena Sell in May berpeluang memperparah IHSG?

Prospek  Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB

Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Badai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu

​Kredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.

Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?
| Senin, 27 April 2026 | 06:45 WIB

Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?

Dolar AS sempat melemah di akhir pekan, namun kini berpotensi kembali menguat. Ketegangan geopolitik AS-Iran jadi pemicu. 

Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi
| Senin, 27 April 2026 | 06:35 WIB

Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi

​Stress test menunjukkan perbankan Indonesia tetap kuat menghadapi gejolak global, namun ekspansi kini dibuat lebih hati-hati 

Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB

Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50

Mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 berpotensi dongkrak permintaan CPO domestik. Temukan emiten sawit yang paling diuntungkan.

 Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan Syariah
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB

Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Perbankan syariah tumbuh, tapi pangsa pasar masih di bawah 10%, dengan strategi antara konsolidasi atau ekspansi organik.

Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBN
| Senin, 27 April 2026 | 06:22 WIB

Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBN

Foreign outflow yang terkonsentrasi pada saham-saham big banks, menandai memburuknya sentimen investor asing dari pelemahan nilai tukar rupiah.

INDEKS BERITA

Terpopuler