BEI Menggodok Indeks Baru Kombinasi Syariah-ESG

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:49 WIB
BEI Menggodok Indeks Baru Kombinasi Syariah-ESG
[ILUSTRASI. Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengembangkan indeks baru berbasis Environmental, Social & Governance (ESG). BEI akan mengombinasikan indeks ESG ini dengan tema syariah. Baik saham ESG maupun saham syariah dianggap tinggi permintaannya dari investor.

Plt Direktur Utama BEI Hasan Fawzi menjelaskan, pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan terhadap indeks baru. Dalam waktu dekat BEI menyasar untuk meluncurkan indeks dengan tema ESG.

"Belakangan, kami melihat adanya tren dan kebutuhan investor untuk indeks-indeks yang berorientasi ESG atau green index," kata Hasan pada Kontan, Jumat (20/5).

Hasan menyebut, pada tahun lalu, BEI juga sudah meluncurkan indeks baru dengan tema ESG. Pada 20 Desember 2021 silam, BEI merilis indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati dan Indeks ESG Quality 45 IDX Kehati.

ESG Sector Leader merupakan indeks yang berisi saham-saham terpilih dari ESG Kehati Universe yang sudah melewati serangkaian seleksi. Konstituennya berjumlah 48. Sementara, ESGQ 45 merupakan indeks yang berisikan 45 saham yang memiliki kualitas baik, yaitu kondisi finansial dan nilai ESG tertinggi.

Selain itu, BEI juga meluncurkan satu indeks bertema syariah yakni IDX MES- BUMN 17. Indeks ini berisikan 17 saham syariah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak BUMN yang memiliki likuiditas baik dan kapitalisasi pasar yang besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Hasan menyampaikan dalam pipeline terdekat, BEI sedang mengembangkan indeks yang mengombinasikan tema syariah dan ESG. Dia menimbang, untuk saat ini belum ada indeks yang mewakili kedua tema tersebut.

"Sekarang belum ada indeks yang mewakili indeks syariah yang di satu sisi konstituennya saham-saham berpraktik ESG yang baik. Inilah yang sedang kami kembangkan," kata Hasan.

Sepanjang tahun berjalan ini hingga Selasa (24/5), saham-saham syariah dan yang mengusung ESG mencetak kinerja ciamik. Indeks Sri-Kehati melejit 10,52% year to date. ESG Sector Leaders IDX Kehati naik 8,93%, sedangkan ESG Quality 45 IDX Kehati naik 7,63%. Indeks IDX ESG Leaders juga naik 4,17%.

Indeks syariah Tanah Air juga berkinerja oke. Indeks ISSI menguat 7,15%, sedangkan MES-BUMN melejit 9,19%. Sebagai perbandingan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,05% untuk periode yang sama.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi
| Senin, 09 Februari 2026 | 17:33 WIB

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi

Secara jumlah, penduduk miskin Indonesia tercatat 23,36 juta orang, menyusut 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

INDEKS BERITA

Terpopuler