Bentjok Tuding Grup Bakrie Menyebabkan Kerugian Jauh Lebih Besar Bagi Jiwasraya

Jumat, 23 Oktober 2020 | 06:51 WIB
Bentjok Tuding Grup Bakrie Menyebabkan Kerugian Jauh Lebih Besar Bagi Jiwasraya
[ILUSTRASI. Suasana sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara virtual, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]
Reporter: Ferrika Sari, Lamgiat Siringoringo | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nama Bakrie Group kembali disebut oleh Benny Tjokrosaputro, tersangka dugaan tindak pidana kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Dalam pledoi yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Direktur Utama PT Hanson International Tbk itu menuding kelompok usaha Bakrie turut mengakibatkan kerugian investasi yang dialami Jiwasraya.

Benny yang dituntut pidana seumur hidup, menyatakan, Jiwasraya telah menjual seluruh saham Hanson, yang berkode MYRX pada 2016. Menurut pria yang populer disebut Bentjok, penjualan saham MYRX menghasilkan laba Rp 25 miliar bagi Jiwasraya. Ia pun mempertanyakan alasan jaksa untuk tidak memproses perusahaan-perusahaan lain yang sahamnya juga ada di dalam portofolio investasi Jiwasraya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Terseret Sentimen Global pada Senin (21/9)
| Senin, 21 September 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terseret Sentimen Global pada Senin (21/9)

Pelaku pasar akan mencermati perkembangan geopolitik global, arah kebijakan The Fed, serta ekspektasi keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Fiskal Bertaruh
| Senin, 21 September 2026 | 06:17 WIB

Fiskal Bertaruh

Ukuran keberhasilan pergantian Menkeu bukan seberapa cepat kebijakan berubah, tapi seberapa jelas arah fiskal dibangun.

Persepsi Risiko Diproyeksi Mendatar hingga Akhir Tahun 2026
| Senin, 21 September 2026 | 06:15 WIB

Persepsi Risiko Diproyeksi Mendatar hingga Akhir Tahun 2026

Kondisi nilai tukar rupiah, cadangan devisa, inflasi, serta risiko fiskal jadi sejumlah faktor yang akan menentukan arah premi risiko ke depan.

Harga Patokan Ancam Emiten Nikel
| Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB

Harga Patokan Ancam Emiten Nikel

Revisi formulasi HPM untuk komoditas bijih nikel menjadi sentimen yang perlu dicermati para emiten yang bergerak di industri nikel

Dapen Bakal Bisa Investasi di Luar Negeri
| Senin, 21 September 2026 | 05:55 WIB

Dapen Bakal Bisa Investasi di Luar Negeri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sedang menyusun revisi aturan soal industri dana pensiun, termasuk dari sisi investasi.

Konglomerat Mulai Buka Lapak di Bisnis Pusat Data
| Senin, 21 September 2026 | 05:15 WIB

Konglomerat Mulai Buka Lapak di Bisnis Pusat Data

Para taipan mulai melirik bisnis pusat data alias data center yang bisa menjadi salah satu usaha masa depan.

Meski Tumbuh, Asuransi Kendaraan Masih Menantang
| Senin, 21 September 2026 | 04:55 WIB

Meski Tumbuh, Asuransi Kendaraan Masih Menantang

AAUI mencatat premi asuransi kendaraan bermotor pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp 9,85 triliun, alias tumbuh 4,9% secara tahunan.

Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Rupiah
| Senin, 21 September 2026 | 04:10 WIB

Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Rupiah

Pada akhirnya, sinergi kebijakan insentif moneter dan fiskal harus diukur dari dampaknya pada stabilitas nilai tukar rupiah.

Saham SMDR Sudah Naik 30% Sebulan, Analis Wanti-wanti Profit Taking
| Senin, 21 September 2026 | 03:00 WIB

Saham SMDR Sudah Naik 30% Sebulan, Analis Wanti-wanti Profit Taking

Gangguan pelayaran juga dapat memperpanjang rute serta meningkatkan biaya bunker fuel, asuransi dan operasional.

Kenaikan Suku Bunga The Fed Belum Menyeret Pergerakan Saham Properti
| Minggu, 20 September 2026 | 22:27 WIB

Kenaikan Suku Bunga The Fed Belum Menyeret Pergerakan Saham Properti

Sektor properti cukup sensitif terhadap bunga karena berpengaruh pada bunga KPR di sisi konsumen sekaligus cost of fund pengembang.

INDEKS BERITA

Terpopuler