Berebut Suara Milenial

Kamis, 06 Juli 2023 | 04:07 WIB
Berebut Suara Milenial
[ILUSTRASI. TAJUK - Ardian Taufik Gesuri]
Reporter: Ardian Taufik Gesuri | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilihan umum tahun depan benar-benar beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Bukan hanya pemilihan presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) disusul pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung di tahun yang sama; para pemilih pun luar biasa.  

Komisi Pemilu Umum (KPU) melaporkan, jumlah warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) mencapai rekor: 204,8 juta. Dan yang istimewa, generasi milenial yang kini berumur 27 tahun hingga 42 tahun mendominasi DPT, yakni sebanyak 33,6% atau 68,8 juta jiwa. Menyusul di posisi kedua generasi X sejumlah 57,49 juta orang atau 28,07%.

Lantas, calon pencoblos dari Gen Z sebanyak 22,85% (46,8 juta). Adapun kaum sepuh baby boomers 13,73% (28,13 juta) dan pre-baby boomers 1,74% (3,57 juta). Jadi, bila pemilih muda belia itu dijumlahkan, Gen Y + Gen Z, mencapai 115,6 juta atau 56,45%. Mereka mayoritas pemilih di pemilu raya 2024. 

Para politisi bakal menghadapi massa yang lain sama sekali dengan era sebelumnya. Para kaum milenial dan Gen Z ini lengket benar dengan handphone. Julukannya saja generasi digital native yang suka beredar di dunia sosial media, seperti Youtube, Instagram, juga Tiktok.

Gaya kampanye politisi tentu harus beda untuk memikat mereka. Walikota Solo Gibran Rakabuming pun bilang, anak muda tidak pakai baliho. Akan lebih efektif bila politisi bertemu langsung dan lewat media sosial. Blusukan di sosmed.

Nah, bahayanya di jagat maya, fakta yang riil dan autentik pun bisa dipatahkan dengan "fakta-fakta" yang datangnya entah dari mana. Suatu kebenaran bisa ditenggelamkan dengan "kebenaran baru" yang dibangun dari persepsi, post truth.

Kemenangan Ferdinand Marcos Jr di pilpres Filipina tahun lalu pun membuktikan betapa efektifnya kampanye lewat medsos.

Di platform Facebook dan Tiktok, Bongbong Marcos secara konsisten menebar konten-konten pembangunan dan kejayaan ekonomi semasa ayahnya berkuasa, yang seakan-akan lebih hebat ketimbang era saat ini. Seolah-olah dulu tak ada praktik korupsi besar-besaran dan kekerasan masif terhadap lawan politik.

Boleh jadi disinformasi dan kebenaran baru semacam itu akan membanjiri media sosial selama masa kampanye. Para content creator, influencer, buzzer pun panen raya

Kita berharap para pemantau pemilu yang independen dan kredibel hadir untuk melumpuhkan serbuan disinformasi, kampanye negatif kebablasan, maupun kampanye hitam yang membutakan nalar pemilih.

Bagikan

Berita Terbaru

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti

Ukuran keberhasilan gubernur BI bukan popularitas atau ketenangan pasar selama satu-dua hari, melainkan kepercayaan.

Transparansi ETF Emas
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Transparansi ETF Emas

Ingat, tanpa transparansi emas fisik dan jaminan likuiditas, maka ETF emas berisiko merugikan investor. 

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa

Dari 13 BUMN dan anak usaha BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya mampu bertahan di atas harga perdana.

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun

Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4, turun 0,7% per bulan      

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 baru mencapai 51% dari target                     

Kasus Korupsi Ekspor CPO 15 Perusahaan Sawit Masuk Pengadilan, Kerugian Rp 7,3 T
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Kasus Korupsi Ekspor CPO 15 Perusahaan Sawit Masuk Pengadilan, Kerugian Rp 7,3 T

Skandal ini menjadi sorotan tajam setelah hasil audit BPKP mengungkap angka fantastis kerugian negara yang mencapai Rp 7,3 triliun.​

Usai Dapat Kontrak Rp 22 Triliun Saham DEWA Melandai, Investor Tunggu Pembuktian
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Usai Dapat Kontrak Rp 22 Triliun Saham DEWA Melandai, Investor Tunggu Pembuktian

Efek kontrak Sebuku Sejaka Coal (SSC) ke EBITDA PT Darma Henwa Tbk (DEWA) diproyeksikan sekitar 4% pada 2026.

Saham Duo Garuda GIAA dan GMFI Kompak Terbang, Masih Aman Buat Dikejar?
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Saham Duo Garuda GIAA dan GMFI Kompak Terbang, Masih Aman Buat Dikejar?

Kenaikan harga saham Grup Garuda, yakni GIAA dan GMFI dibumbui cerita soal aksi korporasi dan dukungan pemerintah.

Antara MSCI dan Indeks Kepercayaan Konsumen, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Antara MSCI dan Indeks Kepercayaan Konsumen, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor juga cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus. Ini katalis penting bagi arah IHSG dan aliran dana asing.

Menyimak Strategi Trading Saham KLBF Saat Tren Penguatan Harga Mulai Terbentuk
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:37 WIB

Menyimak Strategi Trading Saham KLBF Saat Tren Penguatan Harga Mulai Terbentuk

Kenaikan harga saham KLBF kemarin (11/8) melanjutkan tren positif yang telah terbentuk dalam sepekan dan sebulan terakhir.

INDEKS BERITA

Terpopuler