Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI) bukan sekadar urusan siapa yang menempati kursi gubernur. Pertanyaan terpenting adalah: gubernur seperti apa yang kini dibutuhkan Indonesia? Pertanyaan ini relevan karena dunia sedang diwarnai ketidakpastian. Ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dan pasokan energi. Persaingan negara besar mendorong proteksionisme. Perubahan suku bunga global dan arus modal yang berpindah dalam hitungan detik membuat negara berkembang mudah terkena guncangan.
IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 3% tahun 2026. Angka itu menyembunyikan risiko besar dan pertumbuhan yang tidak merata. Bagi Indonesia, gejolak yang bermula ribuan kilometer jauhnya dapat segera hadir dalam bentuk harga minyak, pangan, imbal hasil obligasi, dan tekanan terhadap rupiah. Di dalam negeri, gambarnya juga tidak hitam-putih. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada Q1-2026, terutama ditopang permintaan domestik. Namun, angka agregat tidak bercerita lengkap tentang terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan berkualitas, rendahnya produktivitas, besarnya sektor informal, dan kelas menengah yang mudah goyah.
Baca Juga: Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun
