Biaya Dana Tekan Pendapatan Laba BNI

Rabu, 04 Februari 2026 | 04:30 WIB
Biaya Dana Tekan Pendapatan Laba BNI
[ILUSTRASI. Kontan - BNI Kilas Online (DOK/BNI)]
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju ekspansi Bank Negara Indonesia (BNI) sepanjang 2025 belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kinerja laba. Di tengah pertumbuhan kredit dua digit, laba bersih bank pelat merah ini justru terkoreksi akibat tekanan biaya dana dan peningkatan pencadangan.

BNI membukukan laba bersih Rp 20,04 triliun pada 2025, turun 6,6% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan laba terjadi meski pendapatan operasional masih bertumbuh, mengindikasikan tekanan profitabilitas yang kian terasa di tengah kompetisi likuiditas dan dinamika suku bunga.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat Rp 40,33 triliun, turun 0,4% yoy. Kenaikan beban bunga sebesar 11,3% yoy menjadi Rp 29,06 triliun melampaui pertumbuhan pendapatan bunga yang hanya 4,2% yoy. Di saat yang sama, biaya pencadangan meningkat menjadi Rp 9,72 triliun.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengakui, tekanan eksternal masih menjadi tantangan utama. “BNI fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta penyaluran kredit ke sektor produktif,” ujarnya, Selasa (3/2).

Baca Juga: Beban Bunga Tinggi Masih Membayangi Kinerja BNI

Di balik tekanan laba, kinerja intermediasi BNI justru mencatat akselerasi. Hingga akhir 2025, kredit yang disalurkan mencapai Rp 899,53 triliun tumbuh 15,9% yoy dan melampaui target awal sebesar 8%-10%. Pertumbuhan terutama ditopang segmen business banking, khususnya kredit korporasi dan pembiayaan infrastruktur, termasuk ke BUMN.

Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto tercatat 1,9%. Namun, kenaikan NPL pada segmen korporasi dan konsumer menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit yang agresif tetap menyimpan risiko yang perlu dicermati.

Memasuki 2026, BNI memilih mengerem laju ekspansi. BNI memator target pertumbuhan kredit lebih konservatif di kisaran 8–10%, dengan target margin bunga bersih (net interest margin/NIM) ditargetkan 3,5–3,8% dan biaya kredit berkisar 1–1,2%.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menegaskan, fokus tahun ini adalah menjaga kualitas pertumbuhan. “Pengelolaan neraca difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat,” kata Paolo.

Dengan permodalan yang masih kuat, BNI masih memiliki ruang untuk tumbuh dengan rasio kecukupan modal (CAR) 20,7%. Namun, tahun 2026 akan menjadi ujian apakah strategi pertumbuhan yang lebih moderat mampu memulihkan laba di tengah tekanan biaya dan risiko yang belum sepenuhnya reda.

Baca Juga: Kisah Investasi Teddy Wishadi BNI Sekuritas: Deposito ke Saham

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Jelang Rebalancing GDX dan GDXJ, AMMN Diprediksi Masuk, PSAB Keluar
| Kamis, 10 September 2026 | 12:00 WIB

Jelang Rebalancing GDX dan GDXJ, AMMN Diprediksi Masuk, PSAB Keluar

Jika benar masuk, analis memperkirakan AMMN akan mendapat bobot 1,03% di Global Junior Gold Miners Index (GDXJ)​.

Dividen Melesat, Ekspansi Terhambat
| Kamis, 10 September 2026 | 10:05 WIB

Dividen Melesat, Ekspansi Terhambat

Pembagian dividen BUMN yang terus meningkat berpotensi menggerus fleksibilitas keuangan perusahaan negara

ITMG Membidik Peluang di Sektor Mineral Strategis
| Kamis, 10 September 2026 | 10:02 WIB

ITMG Membidik Peluang di Sektor Mineral Strategis

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membuka peluang diversifikasi dengan memperluas portofolio ke mineral strategis.

Ketidakpastian Aturan Pajak dan Regulasi Mengganjal Laju EBT
| Kamis, 10 September 2026 | 09:12 WIB

Ketidakpastian Aturan Pajak dan Regulasi Mengganjal Laju EBT

Pemerintah mengkaji insentif baru pengganti tax holiday yang sudah habis tahun lalu, bagi pengembang energi bersih

Mayapada Hospital (SRAJ) Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Layanan
| Kamis, 10 September 2026 | 09:08 WIB

Mayapada Hospital (SRAJ) Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Layanan

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Healthcare menyiapkan belanja modal (capex) sekitar Rp 1 triliun pada 2026. 

Harga Tembaga Rally Hingga Mencapai Rekor, AMMN Lebih Diuntungkan Dibanding MDKA?
| Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Harga Tembaga Rally Hingga Mencapai Rekor, AMMN Lebih Diuntungkan Dibanding MDKA?

Potensi re-rating masih terbuka jika harga tembaga bertahan tinggi dan kemudian tercermin pada laba, cash flow, serta progres produksi.

Strategi WTON Mencari Margin Lebih Baik
| Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Strategi WTON Mencari Margin Lebih Baik

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mulai mengubah strategi untuk memperbaiki profitabilitas di tengah tekanan industri konstruksi. ​

Wibowo Group Capital Gelar Tender Wajib Saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)
| Kamis, 10 September 2026 | 08:57 WIB

Wibowo Group Capital Gelar Tender Wajib Saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)

PT Wibowo Group Capital, pengendali baru PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) memulai proses penawaran tender wajib 

Oxala Energy International (PIPA) Akuisisi 75% Saham Aztech Pandu Persada
| Kamis, 10 September 2026 | 08:53 WIB

Oxala Energy International (PIPA) Akuisisi 75% Saham Aztech Pandu Persada

PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) akan mengambilalih 75% saham PT Aztech Pandu Persada. Perjanjian jual beli diteken pada 7 September 2026

Alokasikan Capex Rp 12 Triliun, JSMR Memercepat Operasional Proyek Tol
| Kamis, 10 September 2026 | 08:47 WIB

Alokasikan Capex Rp 12 Triliun, JSMR Memercepat Operasional Proyek Tol

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap merampungkan sejumlah ruas tol. Terkini, JSMR akan mengoperasionalkan ruas tol Jogja-Bawen seksi 6.

INDEKS BERITA

Terpopuler