BKPM: Investasi Langsung di Kuartal I-2019 Mulai Pulih

Kamis, 02 Mei 2019 | 10:10 WIB
BKPM: Investasi Langsung di Kuartal I-2019 Mulai Pulih
[]
Reporter: Grace Olivia | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Realisasi investasi untuk kuartal I-2019 sebesar Rp 195,1 triliun atau naik 5,3% year on year (yoy) dari 2018. Namun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong memberi catatan tentang angka kenaikan itu.

“Tahun 2018 sebagai tahun yang buruk bagi investasi Indonesia. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), investasi asing langsung (foreign direct investment) secara global pada 2018 turun 20% yoy. Indonesia pun tidak terlepas kondisi global ini,” tutur dia. Ditambah lagi, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunganya empat kali dalam setahun. Ini menyebabkan repatriasi modal ke AS.

Sebagai gambaran, pertumbuhan ini paling rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama 2014, dengan pertumbuhan 14,6%, atau 2015 sebesar 16,7% yoy. Begitu juga dengan kuartal I-2016, realisasi investasi tumbuh 17,6% yoy dan kuartal I-2017 tumbuh 13,17% yoy. Sedangkan kuartal I-2018 realisasi investasi tercatat tumbuh 11,76 yoy.

BKPM mengklaim pencapaian realisasi investasi kuartal I-2019 ini sebagai pemulihan. Misalnya, Penanaman Modal Asing (PMA) yang turun 0,9% yoy menjadi Rp 107,9, lebih baik ketimbang kuartal IV-2018 yang merosot 11,6% yoy. Sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tumbuh 14,1% yoy menjadi Rp 87,2 triliun.

Ia melihat ada sentimen pemulihan gairah investor lokal dan global. Salah satunya, perubahan kebijakan bank sentral AS dan potensi rekonsiliasi sengketa perdagangan AS dan China.

Di sisi domestik, setelah tahun pemilu, tren investasi biasanya meningkat. "Saya optimis 2019 pertumbuhan investasi kembali double digit, 10%–11%. Bahkan ada peluang bisa melampaui 12%," kata Thomas, Selasa (30/4).

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih lebih pesimistis melihat target tersebut. Sebab kuartal I tahun jauh melambat dibandingkan 2018 yaitu 11,8% yoy. Ia memperkirakan, realisasi investasi sepanjang tahun ini hanya mampu tumbuh 8% yoy. "Itu saja sudah sangat bagus di tahun ini. PMDN mungkin bisa bertahan double digit, tapi PMA akan sulit," kata Lana kepada KONTAN.

Menurut Lana, pemerintah harus jemput bola, bukan hanya sekadar menyediakan karpet merah bagi investor. Selain itu, pemerintah perlu mencari pengganti investasi di sektor sumber daya alam yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, investasi untuk substitusi bahan baku impor.

Bagikan

Berita Terbaru

Perang di Berbagai Belahan Dunia, Ekspor Senjata AS Melonjak
| Rabu, 15 April 2026 | 22:07 WIB

Perang di Berbagai Belahan Dunia, Ekspor Senjata AS Melonjak

Amerika Serikat kuasai 42% ekspor senjata global, naik 27%! Eropa jadi pasar utama. Siapa paling diuntungkan dari tensi geopolitik?

Menilik Tambang Mineral DEWA yang Mengincar Izin Operasi Produksi dan Berencana IPO
| Rabu, 15 April 2026 | 19:02 WIB

Menilik Tambang Mineral DEWA yang Mengincar Izin Operasi Produksi dan Berencana IPO

Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengemukakan rencananya untuk membawa anak usahanya PT Gayo Mineral Resources melantai di Bursa Efek Indonesia

HPM Nikel Baru Efektif Berlaku, Produsen Bahan Baku Baterai NCKL dan MBMA Tertekan
| Rabu, 15 April 2026 | 15:20 WIB

HPM Nikel Baru Efektif Berlaku, Produsen Bahan Baku Baterai NCKL dan MBMA Tertekan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai efektif menerapkan Harga Patokan Mineral (HPM) baru untuk nikel dan bauksit.

Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS
| Rabu, 15 April 2026 | 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS

Pemerintah akan menyerahkan dokumen submission comment paling lambat 15 April 2026                  

Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba
| Rabu, 15 April 2026 | 10:13 WIB

Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba

Tekanan terhadap bottom line masih bersifat sementara dan mencerminkan fase transisi menuju efisiensi operasional.

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%
| Rabu, 15 April 2026 | 09:54 WIB

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%

Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI oleh ADB masih di bawah target pemerintah yang sebesar 5,4% pada tahun ini

Target Tax Ratio 2026 Masih Sulit Tercapai
| Rabu, 15 April 2026 | 09:47 WIB

Target Tax Ratio 2026 Masih Sulit Tercapai

Presiden Prabowo Subianto ingin rasio pajak alias tax ratio Indonesia pada tahun ini mencapai 13%   

Ongkos BI untuk Angkat Rupiah Makin Mahal
| Rabu, 15 April 2026 | 09:15 WIB

Ongkos BI untuk Angkat Rupiah Makin Mahal

Bank Indonesia mengintensifkan frekuensi lelang hingga mengerek imbal hasil SRBI                    

Fundamental Rentan, Rupiah Kian Terbenam
| Rabu, 15 April 2026 | 08:32 WIB

Fundamental Rentan, Rupiah Kian Terbenam

Rupiah menyentuh rekor terburuk Rp17.127 per dolar AS. Pelemahan bukan hanya karena perang, tetapi rapuhnya fondasi domestik. 

Mengangkat Indeks, Menarik Asing, tetapi Terus Dicurigai
| Rabu, 15 April 2026 | 08:10 WIB

Mengangkat Indeks, Menarik Asing, tetapi Terus Dicurigai

Berbagai instrumen pengawasan, notasi, penghentian sementara, dan parameter teknis kerap hadir tanpa penjelasan yang memadai.

INDEKS BERITA

Terpopuler