BMKS Meluncur Januari 2027, Ini Potensi Penerimaan Negara dan Emiten yang Untung

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:10 WIB
BMKS Meluncur Januari 2027, Ini Potensi Penerimaan Negara dan Emiten yang Untung
[ILUSTRASI. Pekerja menghitung balok timah hasil produksi (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) akan diluncurkan pada 4 Januari 2027.

Dalam keterangannya, Kepala Departemen Pengaturan dan perizinan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK Inka Yusgiantoro memberikan penjelasan pembentukan BMKS mendesak karena selama puluhan tahun harga berbagai mineral dan komoditas strategis Indonesia masih berkiblat pada bursa luar negeri, seperti London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Market (SGX).

Inka menyampaikan BMKS diharapkan dapat membentuk harga acuan Indonesia, meningkatkan transparansi dan integritas yang mengurangi potensi kerugian negara akibat transfer pricing dan under invoicing, serta memperkuat hilirisasi dan daya saing nasional.

Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat, pembentukan BMKS turut menjadi langkah strategis untuk merebut kembali kedaulatan penentuan harga (price maker) komoditas nasional. "Dengan adanya BMKS, tata niaga komoditas domestik akan menjadi lebih transparan, efisien, dan likuid," ujar Nafan kepada KONTAN, Selasa (27/10).

Baca Juga: OJK Segera Terbitkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Dari sisi fiskal, pembentukan bursa ini berpotensi besar meningkatkan penerimaan negara hingga triliunan rupiah per tahun melalui optimalisasi Pajak Penghasilan (PPh), PPN, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) royalti ekspor, sebab praktik pendataan nilai ekspor yang kurang akurat (under-invoicing) dan penentuan harga transfer (transfer pricing) dapat ditekan secara signifikan.

Nafan juga menjelaskan, mekanisme perdagangan yang lebih transparan dapat membantu menekan praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah daripada nilai sebenarnya.

Selain itu, BMKS juga berpotensi mengurangi celah dalam penentuan harga transfer atau transfer pricing yang dapat memengaruhi besaran kewajiban pajak perusahaan.

Walaupun begitu, Nafan melihat potensi tambahan penerimaan negara dari adanya BMKS tersebut tetap bergantung pada desain perdagangan, cakupan komoditas, serta efektivitas pengawasan dan penegakan aturan.

Senada, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand juga memandang kehadiran BMKS sebagai langkah positif untuk membangun harga acuan komoditas yang lebih transparan, terutama untuk produk yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama dunia.

Di sudut yang sama, dia pun juga berpendapat bahwa besaran tambahan penerimaan negara dari operasional BMKS belum dapat dihitung secara pasti.

"Realisasinya akan bergantung pada volume transaksi yang berlangsung di bursa dan mekanisme perdagangan yang diterapkan," ujar Abida kepada KONTAN.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Per September 2026, Laba Bersih TOTL Melonjak 51,9%
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Per September 2026, Laba Bersih TOTL Melonjak 51,9%

Segmen jasa konstruksi menyumbang Rp 3,49 triliun dari total pendapatan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) di sembilan bulan 2026.

Amankan Kontrak Jumbo, Prospek Kinerja dan Saham MBSS Kian Menarik Dicermati
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Amankan Kontrak Jumbo, Prospek Kinerja dan Saham MBSS Kian Menarik Dicermati

Dengan perolehan kontrak jangka panjang, MBSS memiliki bantalan yang lebih baik untuk menghadapi ketidakpastian.

Laba ERAL Naik 55% hingga September 2026, Segmen Otomotif Makin Dominan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Laba ERAL Naik 55% hingga September 2026, Segmen Otomotif Makin Dominan

Peluncuran produk baru dan ekspansi jaringan ritel menjadi katalis yang dapat menopang kinerja ERAL di kuartal IV-2026.

Peluang Window Dressing Saat Pasar Masih Tertekan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Peluang Window Dressing Saat Pasar Masih Tertekan

Dana asing yang kabur dari BEI sejak awal 2026 tembus Rp 97,37 triliun. Toh, kondisi itu tak membuat peluang window dressing tertutup. ​

Menakar Potensi Dampak Outflow Asing di Saham MSCI dan Non MSCI Terhadap IHSG
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Menakar Potensi Dampak Outflow Asing di Saham MSCI dan Non MSCI Terhadap IHSG

Intervensi Danantara belum tentu memiliki kekuatan yang cukup untuk sepenuhnya menetralisir gelombang capital outflow yang jumbo dan kontinyu.

Bursa Masih Dalam Tren Penurunan Kuat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Bursa Masih Dalam Tren Penurunan Kuat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Faktor lain yang mempengaruhi IHSG adalah rupiah yang masih terdepresiasi terhadap dolar AS dan penantian pasar terhadap pertemuan FOMC.

Tiga Faktor Diyakini Menjadi Pemicu Aliran Masuk Dana Asing ke Saham GGRM
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Tiga Faktor Diyakini Menjadi Pemicu Aliran Masuk Dana Asing ke Saham GGRM

Para analis mengkalkulasi harga wajar saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih di atas harga pasar saat ini.

BMKS Meluncur Januari 2027, Ini Potensi Penerimaan Negara dan Emiten yang Untung
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:10 WIB

BMKS Meluncur Januari 2027, Ini Potensi Penerimaan Negara dan Emiten yang Untung

Emiten produsen nikel dan produk olahannya berpotensi memperoleh manfaat dari terbentuknya acuan harga bahan baku yang lebih transparan.

Kinerja Sembilan Bulan Solid, Saham MAPI Masih Cukup Menarik
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kinerja Sembilan Bulan Solid, Saham MAPI Masih Cukup Menarik

Salah satu strategi MAPI bertumbuh adalah dengan mempercepat ekspansi gerai yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan MAPI.

Batasan Tindak Pidana di UU Tipikor
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:50 WIB

Batasan Tindak Pidana di UU Tipikor

Menteri Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pembahasan tersebut bukan untuk menghapus unsur kerugian negara.

INDEKS BERITA

Terpopuler