BPJS Kesehatan Wajibkan Faskes Memiliki Akreditasi untuk Menjadi Mitranya

Jumat, 04 Januari 2019 | 08:42 WIB
BPJS Kesehatan Wajibkan Faskes Memiliki Akreditasi untuk Menjadi Mitranya
[ILUSTRASI. Ilustrasi suasana faskes mitra BPJS Kesehatan ]
Reporter: Umi Kulsum | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  BPJS Kesehatan menerapkan aturan baru dalam menyeleksi penyedia fasilitas kesehatan (Faskes) yang ingin menjalin kerjasama. Mulai 2019, BPJS Kesehatan mewajibkan Faskes memiliki sertifikat akreditasi, agar bisa menerima pasien program Jaminan Kesehatan Nasional maupun Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kebijakan ini sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional. "Akreditasi sesuai regulasi, dan ini adalah syarat wajib. Kami harapkan rumah sakit dapat memenuhi syarat tersebut," jelas Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf kepada KONTAN, Kamis (3/1).

Sementara Peraturan Presiden (Perpres) No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan khususnya pasal 67 menyatakan, fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan baru bisa menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan melakukan seleksi dengan melibatkan dinas kesehatan kabupaten/kota setempat dan/atau asosiasi fasilitas kesehatan. Kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan.

Karena itu, Iqbal menyebut rumah sakit yang menjalin kontrak dengan BPJS Kesehatan saat ini adalah mereka yang telah terakreditasi. Iqbal sekaligus menepis kabar yang menyebut BPJS Kesehatan memutuskan kontrak dengan sejumlah rumah sakit.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Gandum Melonjak di Tengah Tekanan Rupiah, Saham INDF Jadi Pilihan
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Harga Gandum Melonjak di Tengah Tekanan Rupiah, Saham INDF Jadi Pilihan

Kenaikan harga gandum dunia tidak serta-merta membuat industri tepung terigu langsung tertekan karena permintaan yang masih besar.

CPI AS Sesuai Ekspektasi, Arah Rupiah Masih Dibayangi Faktor Domestik
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:22 WIB

CPI AS Sesuai Ekspektasi, Arah Rupiah Masih Dibayangi Faktor Domestik

Permintaan dolar untuk kebutuhan impor, pembayaran utang, serta capital outflow dari pasar keuangan dapat memberikan tekanan terhadap rupiah.

Didorong Spekulasi & Ekspektasi Saham IATA Melaju 106%, Seberapa Kuat Reli Berlanjut?
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Didorong Spekulasi & Ekspektasi Saham IATA Melaju 106%, Seberapa Kuat Reli Berlanjut?

IATA membidik tambahan kuota produksi batubara hingga 2 juta ton setelah pengajuan revisi RKAB perusahaan memasuki tahap evaluasi akhir.

SMDR Buka Rute KIX, Investor Perlu Mencermati Dampaknya ke Laba dan Margin
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:55 WIB

SMDR Buka Rute KIX, Investor Perlu Mencermati Dampaknya ke Laba dan Margin

Peluncuran KIX belum akan memberikan perubahan signifikan terhadap kinerja fundamental SMDR dalam jangka pendek.

MSCI Putuskan Indonesia Tetap di Emerging Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:51 WIB

MSCI Putuskan Indonesia Tetap di Emerging Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) keluar dari indeks MSCI. Sementara saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)  turun kelas. 

Pendapatan Melesat, Rugi EXCL Menyusut
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Pendapatan Melesat, Rugi EXCL Menyusut

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan kerugian bersih sebesar Rp 994,15 miliar sepanjang semester I-2026.\

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026

Manajer investasi  (MI) berupaya mengoptimalkan kinerja reksadana saham di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)

Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,09% secara harian terhadap dolar Amerika Serikat ke Rp 17.877 per dolar AS.

NPL UMKM Naik, Bank Masih Rajin Bersihkan Kredit Bermasalah
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:47 WIB

NPL UMKM Naik, Bank Masih Rajin Bersihkan Kredit Bermasalah

Kenaikan NPL UMKM masih merupakan dampak dari pandemi Covid-19.                                          

Kualitas Pembiayaan Syariah Mulai Tertekan
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Kualitas Pembiayaan Syariah Mulai Tertekan

NPF naik 2,27%, bank syariah perketat manajemen risiko pembiayaan di tahun ini.                           

INDEKS BERITA

Terpopuler