BPS: Pebisnis Optimisme Memasuki Kuartal Kedua

Selasa, 07 Mei 2019 | 06:00 WIB
BPS: Pebisnis Optimisme Memasuki Kuartal Kedua
[]
Reporter: Adinda Ade Mustami, Benedicta Prima | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimisme pebisnis tetap tinggi memasuki kuartal kedua, kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga bulan pertama tak setinggi perkiraan. Pebisnis optimistis bulan Ramadan dan perayaan Lebaran memunculkan sentimen musiman yang positif bagi dunia usaha.

Optimisme ini tergambar dari survei Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat, Indeks Tendensi Bisnis (ITB) kuartal II-2019 naik ke level 106,44, naik dari kuartal sebelumnya sebesar 102,1. Peningkatan kondisi bisnis diperkirakan terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian.

Perbaikan terjadi karena adanya peningkatan order, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, serta kenaikan harga jual produk. Namun di sisi lain, order barang input cenderung stagnan. "Pengusaha berharap dalam negeri tumbuh bagus. Tentunya mereka melihat permintaan meningkat dengan adanya Ramadan dan Lebaran," kata Suhariyanto, Kepala BPS, Senin (6/5).

Peningkatan tertinggi terjadi pada order dari dalam negeri khususnya sektor transportasi, dan pergudangan dengan nilai indeks 143,65. Sedangkan untuk komponen order dari luar negeri dan komponen harga jual produk, peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil, dan sepeda motor dengan nilai indeks masing-masing 108,42 dan 115,44.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani membenarkan jika, biasanya konsumsi meningkat saat Ramadan. Kondisi ini menjadi faktor utama optimisme pebisnis dalam negeri.

Tak hanya itu, pemilihan umum yang damai membuat investor, terutama investor asing, yang sebelumnya wait and see mulai berakhir. Meskipun investor tetap menunggu arah pemerintahan pemenang pemilu. Shinta berharap, investor yang semula menunggu kini mulai bisa masuk ke dalam negeri. "Pemerintah juga harus menarik investasi yang kemarin sebelum Pemilu masih wait and see, agar  masuk ke Indonesia," kata Shinta kepada KONTAN.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan, efek kenaikan konsumsi  selama Ramadan dan Idul Fitri bisa terlihat satu bulan sebelum puasa. Ini sesuai dengan survei penjualan eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Dari survei itu, penjualan ritel diproyeksi naik bulan Mei dengan indeks 155,1 poin. Alhasil, Aprindo optimistis penjualan ritel sepanjang 2019 bisa mencapai target sekitar Rp 250 triliun. Angka ini naik 10%-12% dari realisasi sepanjang tahun 2018. "Penjualan eceran tahun lalu hanya naik 8%-9%, kecil, tapi lebih baik dibandingkan tahun 2017 hanya 5%-6%," ujar Roy.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Batubara Berpeluang Naik, Target Harga AADI Terkerek
| Jumat, 13 Maret 2026 | 15:04 WIB

Harga Batubara Berpeluang Naik, Target Harga AADI Terkerek

Analis mengungkapkan bahwa ada potensi peningkatan permintaan batubara termal dalam skenario gangguan pasokan minyak.

Suplai Pupuk Seret Akibat Konflik Geopolitik, Bakal Terjadi Krisis Pangan di RI?
| Jumat, 13 Maret 2026 | 14:21 WIB

Suplai Pupuk Seret Akibat Konflik Geopolitik, Bakal Terjadi Krisis Pangan di RI?

Dalam jangka pendek saja, banyak perusahaan petrokimia mengumumkan force majeur karena keterbatasan pasokan.

Diselidiki Regulator Bursa AS, TLKM Restatement Laporan Keuangan 2023–2024
| Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16 WIB

Diselidiki Regulator Bursa AS, TLKM Restatement Laporan Keuangan 2023–2024

Dalam dokumen yang disampaikan kepada SEC, TLKM menyatakan bahwa laporan keuangan periode tahun 2023 dan 2024 tidak lagi dapat dijadikan acuan.

Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi Bergejolak
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:34 WIB

Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi Bergejolak

Yield SBN 10 tahun kini 6,7%, naik dari 6,2% akhir tahun lalu. Apa pemicu lonjakan ini dan dampaknya pada investasi Anda?

Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan Ramadan
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:18 WIB

Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan Ramadan

Secara umum, permintaan AMDK pada periode Ramadan tahun ini diproyeksikan meningkat sekitar 15%-20%,

Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta Ton
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:51 WIB

Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta Ton

Dari sisi kapasitas pabrik gula, proyeksi ini masih sangat memungkinkan untuk mencapai target ini tapi ada faktor lain yang mempengaruhinya.

Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak Turis
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB

Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak Turis

Pada pilar inbound, PANR memperkuat posisi sebagai regional player dengan beroperasi di sejumlah negara, tak hanya di Indonesia,

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik
| Jumat, 13 Maret 2026 | 08:55 WIB

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik

Saham BRMS sudah tergolong premium, namun tetap di harga wajar jika memperhitungkan ekspektasi kenaikan produksi dari pabrik barunya di Palu.

Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:09 WIB

Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?

Pendapatan EMAS anjlok 92% di 2025, rugi bersih melonjak 116%. Namun, Tambang Pani beroperasi 2026. Analis melihat potensi membaiknya kinerja

Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih Manis
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:07 WIB

Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih Manis

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengantongi kinerja positif sepanjang tahun 2025

INDEKS BERITA

Terpopuler