Butuh Dana dalam Dollar, Korporasi Rilis Global Bond

Kamis, 18 November 2021 | 04:45 WIB
Butuh Dana dalam Dollar, Korporasi Rilis Global Bond
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten kompak menerbitkan obligasi global atawa global bond. Analis memproyeksikan global bond tersebut akan terserap dengan baik oleh pasar, di tengah likuiditas global yang masih tinggi. 

Kabar terbaru, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan menerbitkan obligasi global US$ 1,7 miliar, setara dengan Rp 24 triliun, di Singapura. Sebelumnya, 
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menerbitkan emisi hingga US$ 900 juta, setara Rp 13,05 triliun. 

Selain itu, PT Buana Lintas Lautan (BULL) juga tengah memproses penerbitan global bond senilai US$ 400 juta. Tidak mau ketinggalan, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) juga akan menerbitkan global bond senilai US$ 600 juta.

Baca Juga: Obligasi global akan terserap dengan baik di tengah likuiditas tinggi

Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf mengatakan, banyak perusahaan mengeluarkan obligasi global karena menyesuaikan kebutuhan pendanaan perusahaan dalam valuta asing. Misal ICBP yang merilis utang dalam dollar karena ingin membayar utang dalam mata uang dollar juga. 

Begitu juga dengan TBIG yang menggunakan dana obligasi untuk membayar utang dalam mata uang dollar. "Obligasi global dilirik karena perusahaan memiliki tujuan untuk menggali pasar obligasi yang lebih luas," kata Dimas, Selasa (16/11).

Selain itu, likuiditas secara global saat ini masih cair, sehingga peluang obligasi terserap lebih luas. Apalagi, ada potensi korporasi bisa menggaet peminat baru dalam penerbitan obligasi global, dengan harapan cost of funding juga bisa lebih efisien.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, hasil dari menerbitkan obligasi global juga biasanya lebih besar. Alhasil, korporasi yang membutuhkan dana besar biasanya lebih memilih obligasi global. Selain itu, suku bunga berbagai negara saat ini masih rendah

Secara umum, Dimas mengamati, kondisi saat ini masih mendukung bagi perusahaan untuk mengeluarkan obligasi global. Salah satu faktor pendukungnya adalah kelebihan likuiditas masih terjadi di pasar global. "Bagi perusahaan dengan kualitas kredit yang baik, masih dapat memanfaatkan penerbitan obligasi global untuk mendapatkan tambahan likuiditas," kata Dimas

Dimas menilai, obligasi global asal Indonesia masih menarik bagi pelaku pasar obligasi global. Alasannya, level yield obligasi Indonesia masih di atas rata-rata negara lain yang memiliki kualitas kredit di level sama. 

Baca Juga: Medco (MEDC) Lewat Anak Usaha Terbitkan Surat Utang Luar Negeri Berbunga 6,95%

Alhasil, dalam jangka menengah panjang, analis memprediksi harga obligasi masih bisa naik dan yield obligasi turun. Ramdhan mengatakan investor domestik yang biasanya ikut membeli obligasi global adalah perbankan dan manajer investasi. 

Obligasi denominasi rupiah dalam negeri juga masih tetap menarik. Dimas mengatakan secara umum obligasi masih premium dibandingkan sejumlah obligasi dalam denominasi mata uang lain. 

Bagikan

Berita Terbaru

Pasar Keuangan Bergejolak, Aset Mana Yang Berikan Imbal Hasil Paling Menarik?
| Rabu, 04 November 2026 | 12:00 WIB

Pasar Keuangan Bergejolak, Aset Mana Yang Berikan Imbal Hasil Paling Menarik?

Menurutnya, menyimpan dana dalam bentuk kas dan deposito dapat menjadi pilihan ketika ketidakpastian pasar masih tinggi.

Penyelesaian Pending Klaim Perlu Perbaikan Bersama Antara RS dan BPJS Kesehatan
| Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Penyelesaian Pending Klaim Perlu Perbaikan Bersama Antara RS dan BPJS Kesehatan

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia berharap pembayaran klaim dapat diselesaikan sesuai perjanjian kerja sama antara RS dan BPJS Kesehatan.

Awas Lonjakan Harga Barang! Puncak Transmisi Rupiah Lesu Diprediksi di Kuartal I-2027
| Rabu, 04 November 2026 | 10:00 WIB

Awas Lonjakan Harga Barang! Puncak Transmisi Rupiah Lesu Diprediksi di Kuartal I-2027

Proyeksi kenaikan harga barang akibat depresiasi rupiah diprediksi berlangsung tepat ketika Ramadan dan Idulfitri.

Prospek Kinerja & Saham ADMR Makin Menarik, Smelter Aluminium Dorong Pertumbuhan Laba
| Rabu, 04 November 2026 | 08:43 WIB

Prospek Kinerja & Saham ADMR Makin Menarik, Smelter Aluminium Dorong Pertumbuhan Laba

Pendapatan ADMR sepanjang 2026 diprediksi mencapai US$ 2,04 miliar dan laba bersih sebesar US$ 859 juta.

Setelah IHSG Terendah Dalam 6 Tahun & Isu Penyadapan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 04 November 2026 | 08:25 WIB

Setelah IHSG Terendah Dalam 6 Tahun & Isu Penyadapan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Sentimen dari penyedia indeks global MSCI yang akan melakukan peninjauan indeks menjadi salah satu sumber kekhawatiran.

Menakar Daya Tahan Emiten Consumer Staples di Tengah Badai Kenaikan Biaya Produksi
| Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Menakar Daya Tahan Emiten Consumer Staples di Tengah Badai Kenaikan Biaya Produksi

Kenaikan harga jual yang terlalu agresif berisiko menggerus daya beli konsumen dan mendorong peralihan ke produk substitusi.

CLEO Mengincar Pertumbuhan Dua Digit
| Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

CLEO Mengincar Pertumbuhan Dua Digit

Segmen botol merupakan penopang utama penjualan dengan kontribusi mencapai 56,9% dari total penjualan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

Data Center Mengisi Lahan Industri Jakarta
| Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Data Center Mengisi Lahan Industri Jakarta

Indonesia menjadi pilihan pengembangan data center lantaran Singapura terhalang pasokan lahan. Jakarta dan sekitarnya jadi pilihan.

Saham ASII Digandrungi Investor Asing Sejak Oktober 2026, Berlanjut di Awal November
| Rabu, 04 November 2026 | 07:38 WIB

Saham ASII Digandrungi Investor Asing Sejak Oktober 2026, Berlanjut di Awal November

Prospek ASII dinilai masih menarik karena memiliki diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari otomotif, jasa keuangan, hingga pertambangan. 

Caroline.id Menopang Pendapatan ASLC
| Rabu, 04 November 2026 | 07:37 WIB

Caroline.id Menopang Pendapatan ASLC

Transaksi mobil bekas PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) terus menguat lewat platform jual beli mobil Caroline.id.

INDEKS BERITA

Terpopuler