Cara Kerja Jasa Sewa Kontainer yang Memberi Cuan Menggiurkan

Minggu, 12 September 2021 | 06:25 WIB
Cara Kerja Jasa Sewa Kontainer yang Memberi Cuan Menggiurkan
[ILUSTRASI. ]
Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - Bisnis pengapalan peti kemas atau kontainer menjadi salah satu bisnis yang berhasil melaju saat pandemi covid-19 menghadang. Bisnis yang melayani jasa perpindahan barang melalui kapal laut tersebut seakan tak terhalang oleh virus covid-19. Bahkan, bisnis jasa pengapalan peti kemas  tumbuh dan berkembang hingga pengusahanya kewalahan melayani permintaan.

Memang di awal pagebluk saat virus covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, China, terjadi gangguan pengiriman barang. Hal tersebut terjadi karena banyak kapal yang bersandar dan aktivitas perdagangan di beberapa negara dihentikan karena lock down dan karantina. Namun kondisi itu tak berlangsung lama, bisnis pengiriman barang berhasil berdamai dengan situasi dan melakukan penyesuaian.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah dan Tekanan Fiskal Bikin Cemas Investor, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:25 WIB

Rupiah dan Tekanan Fiskal Bikin Cemas Investor, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kondisi ini diperparah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kepastian hukum dan tata kelola pasar. Juga tekanan fiskal makin berat. 

Kondisi Geopolitik Masih Panas, Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Pekan Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:20 WIB

Kondisi Geopolitik Masih Panas, Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Pekan Ini

Pelemahan rupiah akan membuat penurunan harga logam mulia di dalam negeri tak akan sedalam kejatuhan emas global.

Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Terancam Longsor
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:12 WIB

Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Terancam Longsor

Pelemahan IHSG berpotensi berlanjut ke 6.600 jika gagal bertahan di 6.900. Pelajari strategi aman di tengah volatilitas tinggi.

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Investor Wajib Waspada pada Senin Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Investor Wajib Waspada pada Senin Ini

Rupiah melemah ke Rp 17.597 per dolar AS, terburuk sepanjang sejarah. Konflik Iran dan suku bunga AS jadi pemicu. 

Kurs Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Tembus Rp 18.000
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:35 WIB

Kurs Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Tembus Rp 18.000

Nilai tukar rupiah terus mencetak rekor penurunan baru, mencapai Rp 17.597 per dolar AS. Apa saja sentimen negatif yang menekan rupiah?

Kala Mata Uang Garuda Susah Mengepak Sayap
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:34 WIB

Kala Mata Uang Garuda Susah Mengepak Sayap

Hati-hati, ini dia efek pelemahan kurs rupiah yang juga bisa berdampak ke masyarakat desa           

Tahu Tempe Minimalis
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB

Tahu Tempe Minimalis

Meremehkan dampak pelemahan rupiah terhadap rakyat kecil justru berisiko membuat pemerintah terlihat jauh dari realitas dapur masyarakat.

Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB

Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya

Hingga kuartal I-2026, GJTL mencetak pertumbuhan laba bersih 9,51% dari Rp353,35 miliar menjadi Rp386,98 miliar.

Ancaman Impor Bahan Baku Hantui Laba Pakan Ternak di 2026
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:00 WIB

Ancaman Impor Bahan Baku Hantui Laba Pakan Ternak di 2026

Harga bungkil kedelai impor naik jadi ancaman serius emiten pakan ternak. Produksi global anjlok, waspadai risiko laba tergerus. 

Bank Swasta Antisipasi Likuiditas Valas Mengetat
| Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB

Bank Swasta Antisipasi Likuiditas Valas Mengetat

Bank swasta waspadai kondisi likuiditas valas setelah aturan DHE SDA baru diterapkan.                      

INDEKS BERITA

Terpopuler