China Memperketat Startup Pendidikan, Saham Langsung Berguguran
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China kembali mengeluarkan kebijakan yang kontroversial. Setelah menekan bisnis perusahaan teknologi seperti Alibaba dan Didi Chuxing, kini Tiongkok menyiapkan sejumlah aturan yang akan mengancam bisnis perusahaan teknologi di bidang pendidikan.
Aturan yang akan segera dirilis itu melarang perusahaan bimbingan belajar yang memiliki nilai pasar US$ 100 miliar, untuk menyediakan jasa bimbingan belajar materi kurikulum sekolah.
Perusahaan juga tidak dapat lagi menerima investasi dari luar negeri yang mencakup modal dari entitas terdaftar di luar negeri. Bahkan, perusahaan tidak diizinkan untuk menerbitkan saham maupun menghimpun dana di pasar modal
"Aksi akuisisi secara langsung juga dilarang dan semua bimbingan belajar harus libur pada akhir pekan," demikian kutipan dari pengumuman Kementerian Pendidikan China, yang dilansir dari Bloomberg, Senin (26/7).
