Berita Politic

Dari yang Cilik Hingga Jumbo, Begini Perbandingan Valuasi KLIN, ELPI, Hingga MORA

Selasa, 02 Agustus 2022 | 15:07 WIB
Dari yang Cilik Hingga Jumbo, Begini Perbandingan Valuasi KLIN, ELPI, Hingga MORA

ILUSTRASI. Ilustrasi initial public offering (IPO). Pengunjung mengambil gambar pergerakan saham saat pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).  KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agustus 2022 menjadi salah satu bulan paling semarak di pasar saham Indonesia. Maklum, sejauh ini ada 11 calon emiten yang akan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terbanyak secara bulanan sepanjang tahun ini.

Sebanyak tujuh calon emiten diantaranya memulai masa penawaran umum hari ini, Selasa, 2 Agustus 2022. Hanya saja, meski bejibun, target perolehan dana IPO-nya cilik-cilik.

Ada lima calon emiten yang target perolehan dananya di bawah Rp 100 miliar. Yang paling kecil adalah PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) dengan target perolehan dana cuma Rp 23 miliar.

Sementara yang target perolehan dananya di rentang ratusan miliar rupiah hanya IPO PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk  (ELPI). Tepatnya sebesar Rp 222,40 miliar. Satu-satunya IPO yang tergolong jumbo cuma PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang mengincar dana IPO sekitar Rp 1 triliun.

Baca Juga: Indah Kiat (INKP) Tawarkan Obligasi Rp 2 Triliun, Imbal Hasilnya Sayang Dilewatkan

Meski demikian, target perolehan dana, juga ukuran perusahaan bukanlah pertimbangan utama untuk menilai menarik atau tidaknya penawaran saham perdana suatu calon emiten. Selain prospek usaha dan kondisi fundamental, calon investor lebih mementingkan perhitungan valuasi harga saham IPO.

Lalu, dari tujuh emiten yang memulai masa penawaran umum hari ini, saham IPO mana yang paling murah?

1. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)

ELPI merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang angkutan laut dan aktivitas penunjang angkutan.

ELPI menawarkan 1.112.000.000 saham biasa, atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sebanyak 22,50 juta saham diantaranya dialokasikan untuk Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA).

Dengan harga penawaran Rp 200 per saham, ELPI berpeluang meraup dana hingga Rp 222,40 miliar.

 

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
Jumlah Saham Saat Ini 6,300,000,000
Jumlah Saham IPO 1,112,000,000
Jumlah Saham Pasca IPO 7,412,000,000
Harga Penawaran Rp 200
Dana Hasil IPO Rp 222,400,000,000
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 1,365,004,000,000
Ekuitas Pasca IPO Rp 1,587,404,000,000
Book Value Rp 214,17
PBV (X) 0,93
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 26,617,000,000
Laba bersih disetahunkan Rp 106,468,000,000.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 14,36
PER (X) 13,92
sumber; Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Sekitar 56,70% dana IPO yang sebesar Rp 222,40 miliar, akan digunakan untuk belanja modal berupa pengadaan kapal OSV (Offshore Support Vessel) dan reactive Kapal OSV. 

Agenda ini ditujukan untuk pengembangan ekspansi armada dan layanan untuk kontrak baru dengan periode pengadaan pada tahun 2022-2023 yang akan diikuti oleh Perseroan dan diadakan oleh kontraktor kontrak kerja sama (K3S).

Lalu, sekitar 16,97% dana IPO akan dipakai untuk belanja modal terkait rencana ekspansi usaha. Diantaranya mengakuisisi kepemilikan saham Kazo Marine (M) SDN BHD yang dimiliki PT Multi Eximindo. 

Baca Juga: Kinerja Bukalapak Moncer, Pendapatan Naik Hingga 96%

PT Multi Eximindo merupakan pihak afiliasi PNEP. Namun, dalam prospektus awal IPO, tidak ada penjelasan bagaimana hubungan afiliasi antara keduanya.

Kazo Marine (M) SDN BHD sendiri bergerak dibidang usaha offshore supply ship yang berdomisili di Malaysia. Akuisisi perusahaan tersebut merupakan bagian dari strategi perluasan pasar ke wilayah asia tenggara.

Saat ini Perseroan telah melakukan penjajakan dengan PT Multi Eximindo atas akuisisi dengan nilai wajar transaksi yang akan direalisasikan dalam tahun 2022. 

Eka Taniputra tercatat sebagai pengendali ELPI lewat PT Kreasi Cipta Timur. Perusahaan ini merupakan pemilik 82,36% saham Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari usai IPO.

Berikut ini jadwal IPO ELPI yang dibantu Trimegah Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek:

  • Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum : 2 - 4 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 4 Agustus 2022.
  • Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik : 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham TOWR di Tengah Kabar Penjualan Menara

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS)

MEDS merupakan produsen peralatan kesehatan dan turunannya. Perusahaan yang berbasis di Bandung, Jawa Barat itu memproduksi masker dengan merek Evo Plusmed.

Jemmy Kurniawan, Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk merupakan pengendali MEDS. Ia memiliki 36% saham MEDS pasca IPO.

MEDS menawarkan 312,50 juta saham, atau 20 dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO.

Nilai nominalnya Rp 20 per saham, sementara harga penawaran saham IPO MEDS di Rp 125 per saham. Dus, MEDS berpeluang meraup dana IPO sekitar Rp 39,06 miliar. 

 

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk(MEDS)
Jumlah Saham Saat Ini 1,250,000,000
Jumlah Saham IPO 312,500,000
Jumlah Saham Pasca IPO 1,562,500,000
Harga Penawaran 125
Dana Hasil IPO Rp 39,062,500,000
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 35,193,182,381
Ekuitas Pasca IPO Rp 74,255,682,381
Book Value Rp 47,52
PBV (X) 2,63
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 2,729,745,532
Laba bersih disetahunkan Rp 10,918,982,128.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 6.99
PER (X) 17,89
sumber: Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Bermodal dana IPO tersebut, MEDS akan memanfaatkannya untuk sejumlah kepentingan produktif. Perinciannya, sekitar 8,56% untuk renovasi gudang Perseroan yang terletak di Kawasan Industri Blue Sky no. 9, Kelurahan Cimahi Selatan, Kota Cimahi untuk dijadikan pabrik yang dapat beroperasi.

Sekitar 4,44% untuk pembelian mesin produksi masker Duckbill. Sekitar 11,11% untuk pembelian mesin produksi varian masker baru, yaitu masker KN95, masker KF94, dan masker N95.

Lalu, sekitar 2,82% untuk pembelian peralatan penunjang produksi yaitu kompresor, dryer, mesin welding, mesin L- String, dan toolkit.

Terakhir, sekitar 73,07% sebagai modal kerja Perseroan untuk pembelian bahan baku produksi masker Duckbill, masker KN95, masker KF94 dan masker N95.

Baca Juga: Dollar AS Naik, Harga Emas Sulit Bangkit

Berikut ini jadwal IPO MEDS yang dibantu Wanteg Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek:

  • Tanggal Efektif : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 8 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 8 Agustus 2022.
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 9 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Indonesia : 10 Agustus 2022.

Baca Juga: Archi Indonesia (ARCI) Optimistis Kinerja Membaik di Paruh Kedua

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk  (TOOL)

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk merupakan perusahaan yang menjajakan produk alat-alat teknik, perkakas, kebutuhan rumah tangga dan keselamatan. Merek utama yang diusung TOOL adalah Nankai.

Ronald Hartono Tan merupakan pemegang saham pengendali TOOL. Ia adalah pemilik 99,96% saham PT Rohartindo Maju Perkasa. Perusahaan ini tercatat sebagai pemegang 69,18% saham TOOL usai IPO.

TOOL akan menawarkan 410 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Ini setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO.

Dengan harga penawaran Rp 127 per saham, TOOL berpotensi meraup dana IPO hingga Rp 52,07 miliar.

 

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL)
Jumlah Saham Saat Ini 1,640,000,000
Jumlah Saham IPO 410,000,000
Jumlah Saham Pasca IPO 2,050,000,000
Harga Penawaran 127
Dana Hasil IPO Rp 52,070,000,000
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 105,672,364,657
Ekuitas Pasca IPO Rp 157,742,364,657
Book Value Rp 76,95
PBV (X) 1,65
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 3,467,535,434
Laba bersih disetahunkan Rp 13,870,141,736.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 6.77
PER (X) 18,77
sumber: Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Dari target perolehan dana IPO Rp 52,07 miliar, sekitar 54,08% diantaranya akan digunakan untuk pembelian tiga unit ruko di Komplek Ruko Mahkota Ancol dan dua gudang di Komplek Pergudangan Kosambi Permai.

Lalu, sekitar 45,92% lagi akan digunakan untuk modal kerja, yaitu penambahan barang-barang inventory Perseroan untuk dijual.

Baca Juga: Pasar Batubara Masih Panas, Golden Energy (GEMS) Bidik Produksi 40 Juta Ton Tahun Ini

Oh ya, untuk menarik minat calon investor, TOOL akan menerbitkan 205 juta Waran Seri I, atau sebanyak 12,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO disampaikan. 

Setiap pemegang dua saham baru Nankai berhak memperoleh satu Waran Seri I. Waran tersebut bisa dikonversi menjadi saham biasa TOOL dengan harga pelaksanaan Rp 500 per saham. Dus, TOOL akan memperoleh dana tambahan maksimal Rp 102,50 miliar. 

TOOL akan dibantu oleh Mirae Asset Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Berikut ini jadwal IPO PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL):

  • Tanggal Efektif : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 8 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Indonesia : 9 Agustus 2022.
  • Masa Perdagangan Waran Seri I – Pasar Reguler dan Negosiasi : 9 Agustus 2022 – 5 Agustus 2024.
  • Masa Perdagangan Waran Seri I – Pasar Tunai : 9 Agustus 2022 – 7 Agustus 2024.
  • Tanggal Awal Pelaksanaan Waran Seri I : 8 Februari 2023.
  • Tanggal Akhir Pelaksanaan Waran Seri I : 8 Agustus 2024.

Baca Juga: Emiten Rokok Belum Ngebul, Simak Prospeknya

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES)

Pemasok bahan baku dan barang kimia yang satu ini merupakan anak usaha PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), pemilik supermarket bahan bangunan Mitra10. KKES juga terafiliasi dengan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), pemilik Depo Bangunan.

CSAP dan DEPO, keduanya dikendalikan oleh PT Buanatata Adisentosa, perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Budyanto Totong.

Jumlah saham KKES yang akan dilepas via IPO sebanyak 300 juta saham, setara 20% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO. Sebanyak 3.577.000 saham diantaranya dialokasikan untuk program ESA.

Nilai nominalnya Rp 10 per saham, sementara harga penawarannya Rp 105 per saham. Dus, target perolehan dana IPO KKES sebesar Rp 31,5 miliar.

Baca Juga: Indeks Manufaktur Naik, Tapi Belum Stabil

Bermodal dana IPO, KKES akan mengalokasikannya untuk berbagai keperluan. Perinciannya, sekitar 30% untuk biaya operasional seperti gaji, biaya angkut, biaya kantor, biaya penjualan dan lainnya.

Sekitar 65% untuk pembelian barang dagangan, pelunasan hutang usaha kepada pemasok.

Terakhir, sekitar 5% akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi Perseroan termasuk digitalisasi sistem IT untuk sales, delivery, inventory dan logistik.

KKES akan dibantu oleh Mirae Asset Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

 

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES)
Jumlah Saham Saat Ini 1,200,000,000
Jumlah Saham IPO 300,000,000
Jumlah Saham Pasca IPO 1,500,000,000
Harga Penawaran Rp 105
Dana Hasil IPO Rp 31,500,000,000
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 35,234,675,295
Ekuitas Pasca IPO Rp 66,734,675,295
Book Value Rp 44,49
PBV (X) 2,36
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 3,869,952,332
Laba bersih disetahunkan Rp 15,479,809,328.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 10.32
PER (X) 10,17
sumber: Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Berikut ini jadwal IPO PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES):

  • Tanggal Efektif : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 2 – 4 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 4 Agustus 2022.
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Harga Pangan Melesat, Penduduk Miskin Mendaki

PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB)

Toba Surimi Industries merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan produk perikanan, yang beroperasi di Medan, Sumatera Utara.

Lewat hajatan IPO, CRAB melepas 390 juta saham, atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp 150 per saham, CRAB berpeluang meraup dana IPO hingga Rp 58,50 miliar.

 

PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB)
Jumlah Saham Saat Ini 1,560,000,000
Jumlah Saham IPO 390,000,000
Jumlah Saham Pasca IPO 1,950,000,000
Harga Penawaran Rp 150
Dana Hasil IPO Rp 58,500,000,000
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 116,255,027,540
Ekuitas Pasca IPO Rp 174,755,027,540
Book Value Rp 89,62
PBV (X) 1,67
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 2,926,421,615
Laba bersih disetahunkan Rp 11,705,686,460.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 6,00
PER (X) 24,99
sumber: Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Dananya akan dipakai untuk berbagai keperluan produktif. Yakni, sekitar 94,35% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, seperti pembelian bahan baku dan bahan penunjang, gaji dan tunjangan karyawan, serta biaya operasional lainnya.

Lalu, sekitar 5,65% akan digunakan untuk belanja modal, yakni pengadaan lima unit kapal laut untuk penangkapan hasil laut. Harga pembelian kapal-kapal ini ditaksir sekitar Rp 3,1 miliar. 

Gindra Tardy, pemilik 26,04% saham CRAB setelah IPO, tercatat sebagai pengendali PT Toba Surimi Industries Tbk.

KGI Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek IPO Toba Surimi Industries.

Berikut ini jadwal IPO CRAB:

  • Tanggal Efektif : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 2 – 8 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 8 Agustus 2022.
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 9 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Indonesia : 10 Agustus 2022.

Baca Juga: Kinerja KLBF Moncer di Semester I-2022

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)

Sejauh ini PT Mora Telematika Indonesia Tbk menjadi satu-satunya emiten yang listing di BEI pada Agustus 2022 dengan nilai target perolehan dana IPO jumbo, yakni sekitar Rp 1 triliun.

Dana tersebut akan diperoleh dari penjualan 2.525.464.300 saham, atau sebanyak 10,68% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO. Harga penawarannya di Rp 396 per saham.

Yang menarik, seluruh dana bersih yang diperoleh dari IPO, akan digunakan oleh Moratelindo untuk kepentingan produktif.

Perinciannya, sekitar 85% akan digunakan untuk kebutuhan investasi. Diantaranya untuk ekspansi jaringan, termasuk backbone, lastmile, capacity upgrades dan infrastruktur pasif serta pengembangan data center. 

Ekspansi backbone ini baik berupa pembangunan jaringan backbone submarine cable maupun inland cable di luar jaringan yang sudah ada. 

Saat ini Moratelindo sudah memiliki jaringan backbone dari Jakarta – Singapura, yang terdiri dari Submarine Cable dan Inland Cable yang melintasi sepanjang pulau Sumatera, yang disebut dengan Sumatera Backbone. 

Moratelindo juga memiliki Backbone Inland Cable sepanjang pulau Jawa yang disebut dengan Java Backbone. Selain itu Perseroan juga memiliki Backbone dari Pulau Bali – Nusa Tenggara yang terdiri dari Submarine Cable dan Inland Cable. 

Namun, perincian persentase investasi pada Backbone, Access, Ducting, Data Center dan perangkat penunjang baik aktif maupun pasif infrastruktur belum dapat diungkapkan.

"Karena saat ini masih dalam tahap perencaaan awal, dimana panjang kabel atau Ducting masih dapat berubah tergantung hasil desktop study, inland dan marine survey," tulis manajemen Moratelindo dalam prospektus awal IPO MORA.

Baca Juga: Optimistis Bisnis Properti Pulih, Bhuwanatala (BIPP) Bidik Pendapatan Rp 320 Miliar

Sisanya, sekitar 15% akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kegiatan umum usaha Perseroan. Yaitu biaya operasional dan perawatan jaringan beserta perangkat pendukungnya, biaya instalasi perangkat ke pelanggan dan untuk aktivitas branding dan promosi.

Grup Sinarmas punya saham di Moratelindo lewat PT Smart Telecom, anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Persentase kepemilikan Smart Telecom di MORA mencapai 20,51%, atau 18,25% setelah IPO.

Lalu Galumbang Menak lewat PT Gema Lintas Benua mendekap 33,78% saham MORA, atau 30,07% pasca IPO. 

Sementara yang menjadi ultimate beneficial owner MORA adalah Farida Bau. Ia merupakan pemilik PT Candrakarya Multikreasi, yang mendekap 45,71% saham Moratelindo, atau 40,68% setelah IPO. 

 

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)
Jumlah Saham Saat Ini 21,121,204,391
Jumlah Saham IPO 2,525,464,300
Jumlah Saham Pasca IPO 23,646,668,691
Harga Penawaran Rp 396
Dana Hasil IPO Rp 1,000,083,862,800
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 4,744,316,016,020
Ekuitas Pasca IPO Rp 5,744,399,878,820
Book Value Rp 242,93
PBV (X) 1,63
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 183,619,439,119
Laba bersih disetahunkan Rp 734,477,756,476.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 31,06
PER (X) 12,75
sumber: Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Berikut jadwal IPO MORA yang dibantu BNI Sekuritas dan Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek:

  • Tanggal Efektif : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 4 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 4 Agustus 2022.
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia : 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Belum Lepas dari Hantu Inflasi Tinggi

PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN)

Emiten berikutnya yang memulai masa penawaran umum hari ini adalah PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN), produsen alat-alat kebersihan seperti serbet, mop dan keset ramah lingkungan.

KLIN menawarkan 230 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Ini setara 17,59% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO.

Dengan harga penawaran Rp 100 per saham, KLIN berpeluang mendapatkan dana IPO Rp 23 miliar.

Sebagai pemanis, KLIN menerbitkan sebanyak 57,5 juta Waran Seri I atau 5,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO disampaikan.

Nantinya, setiap pemegang empat saham baru KLIN akan memperoleh satu Waran Seri I. Harga pelaksanaannya juga Rp 100 per saham. Dus, total hasil pelaksanaan Waran Seri I sebanyak-banyaknya Rp 5,75 miliar.

 

PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN)
Jumlah Saham Saat Ini 1,077,500,000
Jumlah Saham IPO 230,000,000
Jumlah Saham Pasca IPO 1,307,500,000
Harga Penawaran Rp 100
Dana Hasil IPO Rp 23,000,000,000
Ekuitas per 31 Maret 2022 Rp 14,694,932,677
Ekuitas Pasca IPO Rp 37,694,932,677
Book Value Rp 28,83
PBV (X) 3,47
Laba Bersih per 31 Maret 2022 Rp 61,964,873
Laba bersih disetahunkan Rp 247,859,492.00
Laba bersih per saham pasca ipo Rp 0,19
PER (X) 527,52
sumber: Prospektus IPO, perhitungan KONTAN, diolah

Rencananya, sekitar 40% dana IPO akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan kantor pusat, area produksi, gudang bahan baku beserta fasilitas umum melalui PT Panji Mas Textile.

Sekitar 38,75% akan digunakan untuk penambahan fasilitas produksi berupa mesin-mesin produksi guna meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi serta pembelian aset berupa mobil box, mobil operasional dan peralatan kantor.

Sekitar 21,25% lagi akan digunakan untuk membeli bahan baku berupa benang melalui PT Panji Mas Textile dan persediaan berupa aksesoris untuk menunjang produk Perseroan melalui pihak ketiga serta pembiayaan aktivitas pemasaran produk Perseroan melalui pihak ketiga.

Baca Juga: Rebound IHSG Berlanjut, Cuan Reksadana Saham Makin Tebal

PT Panji Mas Textile merupakan pihak terafiliasi KLIN lantaran sama-sama dimiliki Anggun Satriya Supanji dan Sisse Paloma. 

Anggun Satriya Supanji, pemilik 63,62% saham KLIN pasca IPO merupakan pemilik manfaat (ultimate beneficial owner) PT Klinko Karya Imaji Tbk. Sementara Sisse Paloma mengempit 15,91% saham KLIN usai IPO.

Berikut ini jadwal IPO KLIN yang dibantu Elit Sukses Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek:

  • Tanggal Efektif : 29 Juli 2022.
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Penjatahan : 5 Agustus 2022.
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 8 Agustus 2022.
  • Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Indonesia : 9 Agustus 2022.
  • Awal Perdagangan Waran Seri I : 9 Agustus 2022.
  • Awal Pelaksanaan Waran Seri I : 9 Februari 2023.
  • Akhir Perdagangan Waran Seri I di Pasar Reguler dan Negosiasi : 4 Agustus 2023.
  • Akhir Perdagangan Waran Seri I di Pasar Tunai : 8 Agustus 2023.
  • Akhir Pelaksanaan Waran Seri I : 9 Agustus 2023.
  • Akhir Masa Berlaku Waran Seri I : 9 Agustus 2023.

Baca juga