Daya Saing Indonesia dan Green Talent Management
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 mencatat 7,28 juta pengangguran terdidik setara 65% dari total pengangguran nasional. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan penanda krisis multidimensi yang menggerus fondasi daya saing Indonesia. Situasi ini diperparah oleh laporan World Competitiveness Ranking yang dirilis International Institute for Management Development (IMD): Indonesia anjlok dari peringkat 27 (2024) ke posisi 40 (2025), posisi terendah dalam tiga tahun terakhir. Kemerosotan terjadi hampir di seluruh indikator: kinerja ekonomi, efisiensi pemerintahan, daya saing bisnis, hingga kualitas infrastruktur.
Penurunan ini mencerminkan bahwa pendekatan pembangunan sumber daya manusia di RI telah memasuki titik jenuh. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menggarisbawahi tantangan fundamental ini: 85% tenaga kerja Indonesia hanya lulusan SMA/SMK, dengan produktivitas yang belum mampu mengejar tuntutan era ekonomi digital dan hijau. Dalam konteks inilah konsep manajemen manusiawi (green talent management/GTM) muncul bukan sekadar sebagai inovasi teknis, melainkan sebagai kebutuhan strategis dalam mengarahkan ulang sistem ketenagakerjaan nasional.
