Demi Menggenjot Ekonomi, Pemerintah Menggerojok Belanja Negara di Ujung Tahun 2024

Jumat, 13 Desember 2024 | 04:06 WIB
Demi Menggenjot Ekonomi, Pemerintah Menggerojok Belanja Negara di Ujung Tahun 2024
[ILUSTRASI. Laporan APBNKita Menteri keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi para wakil Menkeu pada jumpa pers APBNKita di Jakarta, Selasa (11/12/2024). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit Rp 401,8 triliun per akhir November 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, defisit itu disebabkan karena belanja negara yang lebih besar dibandingkan pendapatan negara. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/12/2024]
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi memutar roda ekonomi, pemerintah bakal menggerojok anggaran  jumbo di sisa akhir tahun ini. Realisasi belanja negara hingga November 2024 mencapai Rp 2.894,5 triliun atau 87% dari pagu Rp 3.325,1 triliun. Sementara outlook belanja negara pada 2024 diperkirakan mencapai Rp 3.412,2 triliun atau 102,6% dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024.

Artinya, masih ada sisa belanja Rp 517,85 triliun yang masih harus dikucurkan pemerintah demi memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2024. "Ini menjadi fokus kami minggu-minggu ini, karena kita akan bicara tentang belanja yang akan dibayarkan Rp 517 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (11/12).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pesan di Balik BI Rate
| Jumat, 24 Juli 2026 | 06:10 WIB

Pesan di Balik BI Rate

Reaksi pasar akan menjadi petunjuk apakah pesan yang dikirim BI diterima sesuai maksudnya, atau justru ditafsirkan berbeda oleh pelaku pasar.

Upaya Semen Indonesia Tbk (SMGR) Ekspansi Pasar Ekspor
| Jumat, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Upaya Semen Indonesia Tbk (SMGR) Ekspansi Pasar Ekspor

Kontribusi pasar ekspor yang masih mini, kontribusi pada pendapatan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) belum signifikan

Panda Bond Cetak Kelebihan Permintaan
| Jumat, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Panda Bond Cetak Kelebihan Permintaan

Permintaan yang masuk tembus US$ 2,51 miliar, lebih tinggi dibanding nilai penawaran yang sebesar US$ 1,03 miliar

Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham DILD, Simak Prospeknya
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:55 WIB

Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham DILD, Simak Prospeknya

Harga saham DILD saat ini sedang berada di fase awal breakout dari tren turun yang telah berlangsung cukup lama.

Suntik Modal Anak Usaha, ENRG Rilis Obligasi Rp 250 Miliar
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:46 WIB

Suntik Modal Anak Usaha, ENRG Rilis Obligasi Rp 250 Miliar

Obligasi tersebut ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,95% per tahun dan berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi. 

Pasar Volatil, Dana Pensiun Makin Defensif
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:45 WIB

Pasar Volatil, Dana Pensiun Makin Defensif

Dana yang diparkir dapen di keranjang SBN mencapai Rp 159,17 triliun per Mei 2026, melompat 14,5% dibandingkan posisi Mei 2025.

Tuntas Gelar Tender Wajib, Saham INET di PADA Melonjak Jadi 53,58%
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:42 WIB

Tuntas Gelar Tender Wajib, Saham INET di PADA Melonjak Jadi 53,58%

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyerap 240.000 saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dalam pelaksanaan penawaran tender wajib (MTO).​

Investasi Melambat, Tantangan Emiten Baja Semakin Berat
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:37 WIB

Investasi Melambat, Tantangan Emiten Baja Semakin Berat

Realisasi investasi sektor besi dan baja tercatat Rp 13,2 triliun pada kuartal II-2026. Angka ini menyusut 22,35% secara kuartalan.

Susu Bermerek Bakal Terdepak dari MBG
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:35 WIB

Susu Bermerek Bakal Terdepak dari MBG

Penyerapan susu segar domestik berpotensi menurun akibat kebijakan yang bakal diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kredit Menopang Pendapatan Laba Mandiri
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:30 WIB

Kredit Menopang Pendapatan Laba Mandiri

Analis perkirakan NIM Bank Mandiri akan tertekan hingga kuartal III-2026 akibat biaya dana.                  

INDEKS BERITA