Dollar AS Tembus Rekor 5 Tahun Atas Yen, Investor Yakin Fed Segera Kerek Suku Bunga

Selasa, 04 Januari 2022 | 16:59 WIB
Dollar AS Tembus Rekor 5 Tahun Atas Yen, Investor Yakin Fed Segera Kerek Suku Bunga
[ILUSTRASI. Para investor bertaruh bahwa Varian Omicron yang menyebar cepat akan berdampak terbatas terhadap ekonomi sehingga The Fed bisa segera memangkas suku bunga. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - LONDON. Dollar Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi lima tahun terhadap yen pada Hari Selasa (4/1) karena para investor bertaruh bahwa Virus Corona Varian Omicron yang menyebar cepat akan berdampak terbatas terhadap ekonomi. Dengan begitu, realisasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bakal segera terealisasi.

Pada hari perdagangan kedua tahun 2022 yakni Selasa (4/1), pasar global memperpanjang pergerakan optimistis yang terlihat pada Hari Senin sebelumnya. Penguatan dollar AS dibantu oleh kenaikan imbal hasil US Treasury dengan obligasi 2 tahun dan 5 tahun masing-masing melonjak ke level tertinggi sejak Maret 2020.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Regulasi Komisi Jadi Tantangan Baru GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
| Kamis, 25 Juni 2026 | 06:00 WIB

Regulasi Komisi Jadi Tantangan Baru GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lakukan sejumlah penyesuaian untuk merespon regulasi komisi baru agar kinerja tetap tumbuh

Segera Atasi Gas Industri yang Seret dan Mahal
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:59 WIB

Segera Atasi Gas Industri yang Seret dan Mahal

Kenaikan harga gas industri memaksa pebisnis memangkas produksi dan berisiko memicu PHK di industri keramik

ISOG Mulai Produksi Gas dari Lapangan Karamba
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:54 WIB

ISOG Mulai Produksi Gas dari Lapangan Karamba

Produksi dari lapangan ini ditargetkan meningkat hingga mencapai tingkat produksi stabil (plateau) sebesar 7,35 mmscfd pada kuartal IV 2026.

Kebut Proyek Migas Non Konvensional Blok Rokan
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:50 WIB

Kebut Proyek Migas Non Konvensional Blok Rokan

Pengusahaan hulu migas di wilayah Rokan kini dapat berjalan dengan memanfaatkan teknologi konvensional maupun non konvensional sekaligus.

Tiga Proyek Sampah Segera Dibangun
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:46 WIB

Tiga Proyek Sampah Segera Dibangun

Dalam waktu dekat, pemerintah mengumumkan tiga lokasi PSEL yang akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking)

Mendesak, Relaksasi RKAB Batubara
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:42 WIB

Mendesak, Relaksasi RKAB Batubara

Kementerian ESDM memberi sinyal mengerek produksi batubara lewat revisi RKAB 2026, agar pasokan ke PLTU PLN juga terjamin

Premi Asuransi Kredit Bakal Semakin Mahal
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:35 WIB

Premi Asuransi Kredit Bakal Semakin Mahal

Klaim asuransi kredit di tiga bulan pertama tahun ini naik 17% secara tahunan menjadi Rp 4,2 triliun. 

Negara Beri Subsidi Rumah Sampai 40 Tahun
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:30 WIB

Negara Beri Subsidi Rumah Sampai 40 Tahun

Tenor KPR lebih panjang membuat cicilan ringan, namun risiko kredit meningkat​.                           

Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor Masih Besar
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:25 WIB

Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor Masih Besar

Kementerian Kesehatan mempercepat hilirisasi industri kesehatan mulai dari produksi bahan baku obat hingga produk turunan plasma darah.

MBG Belum Optimal Turunkan Stunting
| Kamis, 25 Juni 2026 | 05:15 WIB

MBG Belum Optimal Turunkan Stunting

Penerima manfaat dari program makan bergizi gratis alias MBG di program stunting baru mencapai 33,51%.

INDEKS BERITA