Duh, Harga Emas Hari Ini Berbalik Arah, Turun Ke Bawah US$ 1.490

Senin, 21 Oktober 2019 | 23:06 WIB
Duh, Harga Emas Hari Ini Berbalik Arah, Turun Ke Bawah US$ 1.490
[ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (16/4/2019).]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini (21/10) berbalik arah, kembali di bawah US$ 1.490 per ons troi, lantaran para pasar menunggu kejelasan lebih lanjut tentang Brexit dan negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Mengacu Bloomberg pukul 22.58 WIB, harga emas hari ini di pasar spot turun 0,29% menjadi US$ 1.485,45 per ons troi. Sedang harga emas berjangka AS turun 0,29% ke level US$ 1.487,80.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengirim surat yang tidak ditandatangani ke Uni Eropa pada Sabtu (19/10) lalu yang meminta penundaan Brexit. Ini setelah kekalahan di parlemen atas pengesahan ratifikasi kesepakatan "perceraian" Inggris dengan Uni Eropa.

Baca Juga: Masih Cemas Perang Dagang dan Brexit, Harga Emas Hari Ini Naik Ke US$ 1.494,20

"Tidak ada yang mengejutkan secara besar-besaran, selalu ada keraguan bahwa kesepakatan itu tidak akan disahkan. Jika mulai bergerak ke arah tidak ada kesepakatan, maka kita berpotensi melihat ketukan yang berpengaruh dalam pergerakan safe haven (emas)," kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior OANDA, kepada Reuters.

Pelaku pasar juga menunggu perkembangan lebih lanjut dari pembicaraan perdagangan AS-China dan pertemuan Federal Reserve  (The Fed) pada akhir bulan untuk isyarat lebih lanjut tentang pelonggaran kebijakan moneter.

"Investor, setelah beralih ke emas (dalam) beberapa portofolio mereka beberapa bulan terakhir, sekarang menunggu penggerak pasar baru, berpotensi dari perkembangan perang dagang dan dari kebijakan moneter yang akan diberlakukan The Fed dan ECB (Bank Sentral Eropa)," ujar Kepala Analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini stagnan di Rp 756.000

Secara teknikal, "Emas akan memiliki sinyal positif pertama dengan pemulihan baru menjadi US$ 1.500, sedangkan level support di US$ 1.477, yang merupakan terendah yang dicapai minggu lalu, diikuti US$ 1.460," imbuh De Cassa.

"Apa yang telah mendukung harga emas adalah ketakutan resesi, dan asalkan tetap menjadi berita utama, itu adalah alasan yang signifikan untuk mempertahankan harga emas jangka panjang. Saat ini, tidak ada katalis utama untuk mendorongnya ke segala arah," kata Stephen Innes, Market Strategist AxiTrader, kepada Reuters.

Bagikan

Berita Terbaru

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin

Bitcoin anjlok lebih dari 50% dari ATH, Ethereum senasib. Pahami risiko likuidasi massal dan hindari kerugian lebih parah.

BSI Targetkan Kinerja 2026 Tumbuh Dua Digit
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

BSI Targetkan Kinerja 2026 Tumbuh Dua Digit

BSI berhasil mencetak kinerja positif sepanjang 2025. Bank berkode saham BRIS ini mengantongi laba bersih Rp 7,56 triliun, naik 8,02% YoY

Industri Reasuransi Diprediksi Berpotensi Tumbuh Tahun Ini
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 06:55 WIB

Industri Reasuransi Diprediksi Berpotensi Tumbuh Tahun Ini

Meski industri reasuransi diperkirakan akan menghadapi sejumlah tantangan, tetapi potensi untuk tetap tumbuh masih ada

INDEKS BERITA

Terpopuler