Eagle High Plantation (BWPT) Ekpansi Pabrik, Providen Agro (PALM) Pilih Efisiensi

Kamis, 27 Juni 2019 | 05:20 WIB
Eagle High Plantation (BWPT) Ekpansi Pabrik, Providen Agro (PALM) Pilih Efisiensi
[]
Reporter: Aloysius Brama | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) yang melemah sepanjang tahun ini tidak membuat emiten kebun berkecil hati. Produsen CPO akan tetap ekspansi.

PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) misalnya akan membangun satu unit pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur tahun ini. Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantation Satria Budi Wibawa mengatakan, pabrik yang dibangun tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 60 ton per jam. "Bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan sampai 90 ton per jam," kata dia kepada KONTAN.

Nilai investasi Eagle High untuk pabrik tersebut Rp 200 miliar. Eagle High akan merogoh Rp 100 miliar dari kas internal. Satria mengatakan, jumlah tersebut setara 25% dari belanja modal atau capital expenditure (capex) Eagle High tahun ini, yakni Rp 400 miliar. Sisa belanja modal akan digunakan biaya perawaran pabrik dan gudang penyimpanan.

Separuh dari sisa pendanaan pabrik akan digenapi perusahaan dengan menggunakan pinjaman perbankan. "Hingga saat ini, prosesnya sedang menggelar proses tender. Dengan siapa pembicaraan tender itu berlangsung belum bisa kami ungkapkan," ujar Satria.

Pembangunan pabrik Eagle High di Kalimantan Timur akan melengkapi jumlah pabrik menjadi 11 pabrik kelapa sawit. Pembangunan pabrik di Kalimantan Timur ini adalah upaya Eagle High mengantisipasi peningkatan produksi perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut yang masuk usia prima pada 2020.

Eagle High berharap, ketika beroperasi, pabrik ini bisa menyokong pengolahan kelapa sawit. Eagle High harus menunggu beberapa tahun untuk bisa menikmati peningkatan produksi. Saat ini, kapasitas produksi pabrik kelapa sawit milik BWPT mencapai 2,7 juta ton per tahun.

Akhir tahun lalu, Eagle High baru mengoperasikan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Keerom, Papua. Pabrik ini akan dioperasikan anak usaha BWPT, PT Tandan Sawita Papua. Pabrik di Papua tersebut memiliki kapasitas produksi 60 ton per jam. Nilai investasi pabrik tersebut mencapai Rp 260 miliar.

PT Provident Agro Tbk (PALM) pun mengakui kinerja tahun ini masih akan melemah. Meski begitu, perusahaan ini akan mengoptimalkan sumber daya yang ada. "Kebetulan kebun yang kami punya itu kebun yang mature," ujar Direktur Keuangan Provident Agro Devin Antonio.

Selain itu, Provident Agro juga akan menggelar efisiensi ketat untuk menekan biaya yang tidak diperlukan, termasuk efisiensi sumber daya manusia. Apalagi sejak tahun lalu, Provident Agro telah melepas beberapa lahan.

Ke depan, Provident Agro belum akan membeli lahan baru. "Kami akan lebih banyak menggunakan dana belanja modal untuk memelihara lahan yang masih ada, termasuk replanting," ujar Devin. Tahun ini, alokasi belanja modal PALM Rp 38 miliar.

Divestasi lahan di tahun lalu, menurut Devin, masih akan menekan jumlah produksi CPO Provident Agro di tahun ini. Provident Agro menargetkan memproduksi 100.000 ton tandan buah segar (TBS) dari sisa lahannya yang dioperasikan di Sumatra Barat dan Gorontalo. Jumlah ini turun 40% dibanding produksi tahun 2018 sebanyak 167.952 ton. Pada kuartal I-2019, penjualan TBS Provident Agro baru mencapai 21.177 ton.

Sementara produksi CPO Provident Agro hanya mencapai 30.000 ton. Devin menyebut, jumlah tersebut turun sekitar 34% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 46.159 ton. Sementara, realisasi penjualan CPO di kuartal I-2019 mencapai 6.419 ton.

Penurunan produksi komoditas kelapa sawit tersebut, menurut Devin, belum menghitung dampak perlambatan ekonomi global. Meski PALM lebih banyak memasok produknya untuk memenuhi kebutuhan domestik, namun tak bisa dipungkiri hal tersebut menekan harga jual komoditas PALM di tahun ini.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler