Ekspansi Menjadi Kunci Sukses Bisnis Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)

Kamis, 10 Februari 2022 | 04:05 WIB
Ekspansi Menjadi Kunci Sukses Bisnis Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)
[]
Reporter: Ika Puspitasari, Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) memiliki prospek yang menarik. Apalagi pada tahun ini MIKA berencana menambah rumah sakit baru.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menambahkan, prospek emiten ini kian cerah lantaran sekarang tengah melakukan transformasi menjadi rumahsakit digital. Dengan demikian, ia bilang ini akan meningkatkan efisiensi dan mempermudah proses bisnis. Selain itu, MIKA juga berencana mengoperasikan tiga rumahsakit baru dan akuisisi hingga dua rumah sakit di tahun ini.

Jono bilang, MIKA menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) mencapai Rp 750 miliar untuk meningkatkan kapasitas. MIKA masih fokus dalam mengembangkan rumahsakit di Jawa. Pada September 2021, Mitra Keluarga telah mengoperasikan 26 rumah sakit yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Tegal, dan Surabaya.

Baca Juga: Punya Outlook Positif, Simak Rekomendasi Saham MIKA Berikut Ini

Dari total 26 rumahsakit Mitra Keluarga yang beroperasi, sebanyak 17 rumah sakit berasal dari jaringan bisnis Mitra Keluarga. Sementara sembilan sisanya merupakan rumah sakit Grup Kasih. Sekarang, total kapasitas tempat tidur kelolaan Mitra Keluarga mencapai 3.885, di mana 3.247 diantaranya adalah tempat tidur operasional.

Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya mengatakan, rumah sakit baru dan inovasi digital yang dilakukan oleh MIKA akan menjadi sumber pertumbuhan ke depan. Saat ini, MIKA sedang membangun dua rumahsakit baru di Cikarang, Jawa Barat dan Tangerang Selatan, Banten yang akan beroperasi pada kuartal III-2022 dan kuartal IV-2022. 

Selain itu, MIKA juga sedang mempertimbangkan akuisisi dua rumah sakit baru. Sementara rencana menjadi rumahsakit digital melalui aplikasi kesehatan online yaitu AlteaCare dinilai menjadi sumber pertumbuhan bisnis yang lain. "Ke depannya aplikasi tersebut akan dikembangkan untuk berbagai penggunaan seperti tele-consultation, pembelian dan pengiriman obat-obatan, dan lainnya," ujar dia dalam riset November 2021.

Untuk saat ini, kontribusi dari aplikasi AlteaCare memang kecil. Namun seiring dengan adaptasi masyarakat Rendy memperkirakan hal ini akan menjadi pendorong kinerja di tahun mendatang.

Efek omicron

Terkait meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron, Jono bilang, kasus Omicron memang memberikan sentimen positif untuk emiten rumahsakit, termasuk MIKA. Namun, ia melihat dampaknya tidak terlalu signifikan karena kasus Omicron tingkat rawat inap cenderung rendah.

Baca Juga: Laba Emiten Rumahsakit Tetap Sehat Saat Pandemi Reda

Analis CGS CIMB Sekuritas Patricia Gabriela dalam riset 5 Januari 2022 menjelaskan, efek penambahan kasus Covid-19 kali ini akan berdampak kecil bagi MIKA karena sejak Oktober 2021 pemerintah mengubah sistem penggantian biaya dari basis per hari ke basis per kasus.

Artinya semakin lama dan semakin rumit maka margin pun makin tipis. "MIKA mengklaim margin perawatan Covid-19 akan sama dengan margin sama dengan non Covid-19 yakni sekitar 47%-48% karena penurunan margin tersebut kemungkinan MIKA akan menghindari," ujar dia. 

Rendy pun sepakat menyebut, puncak kasus positif yang terjadi pada pertengahan Juli 2021, sehingga efek dari kenaikan kasus Covid-19 terhadap pendapatan rata-rata per pasien cenderung minim. 

Baca Juga: Mitra Keluarga (MIKA) Masih Fokus Menambah Rumah Sakit di Jawa

Tercatat pendapatan rata-rata per pasien untuk rawat inap dan rawat jalan masing-masing turun 9,6% qoq dan turun 3,5% qoq di kuartal III-2021. Selain itu, MIKA menangani lebih sedikit kasus Covid-19 di kuartal III-2021 dimana hanya 9% dari total ranjang operasional untuk penanganan Covid-19.

Rendy memperkirakan margin keuntungan masih berpotensi kembali turun terbatas pada kuartal IV-2021 seiring dengan menurunnya kontribusi dari kasus Covid-19 terhadap pendapatan perusahaan. Roll-out rumah sakit zona hijau merespon menurunnya kasus Covid-19.

MIKA telah mengkonversi 23 rumah sakit menjadi rumahsakit zona hijau. Rumahsakit hijau ini menginformasikan rumahsakit tersebut bebas kontaminasi Covid-19.

Hitungan Rendy pada tahun 2021, pendapatan MIKA bisa mencapai Rp 4,45 triliun dengan laba bersih Rp 1,15 triliun. Sementara pada tahun 2022, pendapatan dan laba bersih MIKA masing-masing bisa mencapai Rp 4,61 triliun dan Rp 1,19 triliun. 

Rendy rekomendasi buy untuk MIKA dengan target harga Rp 3.000. Rekomendasi saham MIKA didukung rencana penambahan rumahsakit baru serta pengembangan digital. Jono juga memberikan rekomendasi buy saham MIKA dengan target harga di Rp 2.750. Kalau Patricia rekomendasi hold dengan target Rp 2.400.     

Baca Juga: Mitra Keluarga (MIKA) berencana buyback 80 juta saham

Bagikan

Berita Terbaru

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk
| Senin, 13 Juli 2026 | 22:25 WIB

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk

Pihaknya mengakui tekanan inflasi masih berpotensi memengaruhi struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku dan biaya operasional.

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri

Salah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih

Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Rupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:24 WIB

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas

Target ambisius BEI Rp 30.000 triliun terancam. Peningkatan kualitas IPO dan daya tarik emiten asing jadi kunci agar dana global masuk.

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026

Kenaikan volume penjualan emas sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya akan mampu mengimbangi pelemahan harga jual rata-rata.

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:08 WIB

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko. Di sisi lain, investor asing terus mencetak net sell. 

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu

Arah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler